Alreinamedia, Jakarta – Tim SAR gabungan melihat banyak body part atau potongan tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang masih berada di dasar laut. Hal itu terekam lewat Remotely Operated Vehicle (ROV).
ROV merupakan alat canggih berupa kamera bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh dengan output video.
“Sebelum penyelam turun, kita laksanakan ROV sejauh 250 meter. Di situ kelihatan masih banyak korban yang perlu dievakuasi,” kata Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto saat jumpa pers di JICT 2, Tanjung Priok, Jalarta Utara, Minggu (4/11).
Nurgoho menuturkan pihaknya esok fokus evakuasi di radius 250 meter untuk mencari korban. Setelahnya, tim SAR baru berupaya mencari Cockpit Voice Recorder (VCR) yang hingga kini masih misteri.
“Besok kita fokuskan di radius 250 meter. Kita konsentrasi pada korban setelah itu baru VCR,” imbuhnya.
Tim SAR gabungan per hari ini telah berhasil mengumpulkan 33 kantong jenazah hasil evakuasi korban Lion Air JT-610.
Dikawal hingga Terakhir
Sementara itu Pemprov Bangka Belitung (Babel) mengintruksikan kepada seluruh tim gabungan yang bertugas dalam penanganan korban musibah jatuhnya Lion Air JT-610, untuk tetap fokus berkonsentrasi terhadap pemulangan jenazah pertama hingga terakhir di Pangkalpinang.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Danang Priandoko mengungkapkan bahwa arahan dari Gubernur Babel Erzaldi Rosman tim gabungan yang bertugas, harus fokus dan konsentrasi terhadap pemulangan jenazah hingga terakhir dan selesai.
“Jadi sesuai arahan bapak Gubernur kami Basarnas, Korem TNI, Polda, Tagana, Jasa Raharja, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Pemda, Pihak Bandara, dan Lion Air di sini fokus konsentrasi dari awal kedatangan jenazah terakhir,” ujarnya kepada awak media saat menggelar konferensi pers di Posko Crisis Center Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Minggu (4/11) malam.
Dia menjelaskan dalam rapat tim gabungan ini pada pukul 06.00 WIB semua unsur yang terlibat dalam persiapan kedatangan jenazah itu sudah siap dimulai besok pagi di Posko Crisis Center Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
“Sesuai rapat kami malam ini besok jam 06.00 WIB pagi, semua unsur terlibat dalam persiapan kedatangan jenazah sudah siap pagi hari di Posko Crisis Center Bandara untuk menyambut kedatangan jenazah sampai dengan pemulangan jenazah terakhir,” terangnya.
Sementara terkait mekanisme pemulangan jenazah lanjut Danang, berdasarkan rapat tim gabungan tetap memprioritaskan kelancaran penerbangan. Tetapi, jikalau hanya satu jenazah yang datang sesuai kesepakatan dan tidak mengecilkan maka akan lewat kargo.
“Namun, jika jenazah yang datang secara bersamaan lebih dari lebih dari satu tentunya akan lewat bandara utama atau alternatif lainnya,” ungkap Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang tersebut.
Yang pasti kata dia pihak bandara juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya berkaitan prosesi penyerahan jenazah dan upacaranya diserahkan kepada Korem untuk mengkoordinasikan pelaksanaannya tentunya atas susunan rundown acara protokol dari Provinsi
“Jadi hingga saat ini dapat dipastikan terindentifikasi satu jenazah yakni bapak Karmin warga Koba, Bangka Tengah. Jenazah almarhum akan dikirim ke Pangkalpinang. Kami di sini semua tim gabungan tetap bahu membahu terlibat dalam persiapan setiap kedatangan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air kemarin,” pungkas Danang. (am/okezone)

















