Politik

Basli Ali: Domino Baru Pasca Bupati Selayar

×

Basli Ali: Domino Baru Pasca Bupati Selayar

Sebarkan artikel ini

Dari Kursi Bupati ke Meja Domino: Kisah Inspiratif Basli Ali Usai Pensiun

Masa pensiun seringkali diartikan sebagai waktu untuk beristirahat setelah bertahun-tahun mengabdikan diri. Namun, bagi Muhammad Basli Ali, mantan Bupati Selayar periode 2016-2025, masa setelah purna tugas justru diisi dengan kegiatan yang lebih santai namun tetap penuh makna. Beliau memilih untuk meramaikan dunia olahraga rakyat, khususnya permainan domino, yang ternyata memiliki korelasi erat dengan dinamika sosial dan politik.

Minggu, 15 Februari 2026, menjadi saksi bisu kembalinya Basli Ali ke arena publik, bukan dalam kapasitasnya sebagai pembuat kebijakan, melainkan sebagai peserta antusias dalam turnamen domino AFG Cup yang diselenggarakan di Kabupaten Sinjai. Kehadiran beliau disambut hangat oleh para pecinta domino, menandakan bahwa karisma dan popularitasnya tidak luntur meski telah beralih peran.

Turnamen AFG Cup ini bukan sekadar ajang permainan biasa. Dengan total hadiah mencapai Rp116 juta, kompetisi ini menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai penjuru. Lokasinya yang strategis di Lapangan Tenis Jalan Abdul Latif, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, tepat di belakang Posko Damkar Sinjai, menambah semarak suasana.

Basli Ali, yang dikenal pernah menjabat sebagai Bupati Selayar selama dua periode, tampak santai mengenakan kaos oblong berwarna hijau toska yang dipadukan dengan tas selempang hitam. Ia tidak bermain sendiri, melainkan berpasangan dengan Tenri Bangung, seorang Anggota DPRD Selayar. Pasangan ini menunjukkan performa yang patut diperhitungkan, berhasil melaju hingga babak 48 besar.

“Alhamdulillah saya lolos. Total dari Selayar ada empat pasang yang lolos ke babak selanjutnya,” ujar Basli Ali dengan nada bangga, menunjukkan bahwa semangat kompetitifnya masih membara. Keikutsertaan 19 pasang dari Selayar dalam turnamen ini menjadi bukti betapa permainan domino telah mengakar kuat di daerah tersebut.

Baca Juga :  Berpanas-panasan Isdianto-Suryani Dampingi Relawan Aksi Freeze Mob

Domino: Lebih dari Sekadar Permainan, Sebuah Arena Sosial dan Politik

Bagi Basli Ali, permainan domino bukan hanya sekadar pengisi waktu luang. Beliau melihatnya sebagai sebuah olahraga rakyat yang memiliki keterkaitan mendalam dengan kehidupan sosial, bahkan merambah ke ranah politik. Menurutnya, popularitas domino yang menjangkau berbagai kalangan menjadikannya arena yang ideal untuk berinteraksi dan bersosialisasi.

“Justru domino ini sangat berhubungan sekali dengan politik. Domino ini olahraga rakyat dan memang juga populer, jadi tidak bisa terpisah dengan politik,” jelas Basli Ali, menguraikan pandangannya yang unik namun relevan. Beliau menambahkan bahwa sebuah acara seperti turnamen domino, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sarana sosialisasi yang efektif, bahkan berpotensi menjadi “lumbung suara” bagi para politisi.

Pengalaman beliau dalam mengurus pemerintahan tampaknya memberinya perspektif yang berbeda dalam memandang kegiatan sosial. Ia mengapresiasi profesionalisme panitia dalam penyelenggaraan AFG Cup.

“Alhamdulillah, kalau menurut saya panitia sangat profesional sampai sekarang,” tuturnya, memberikan pujian atas kerja keras tim penyelenggara.

Basli Ali berharap agar turnamen domino semacam ini dapat diselenggarakan secara rutin. Beliau menekankan bahwa olahraga ini diminati oleh berbagai rentang usia, mulai dari kalangan dewasa hingga para lansia, menjadikannya aktivitas yang inklusif dan dapat mempererat tali persaudaraan.

“Harapan saya turnamen ini wajib sering dilakukan karena olahraga domino ini digemari mulai usia dewasa hingga usia tua,” pungkasnya.

Baca Juga :  Permohonan Maaf Redaksi AntasenaBuletin Ke II Kepada Kapolres Natuna dan Bupati Natuna

AFG Cup: Merajut Silaturahmi dan Memeriahkan Hari Jadi Sinjai

Turnamen AFG Cup di Kabupaten Sinjai ini bukan hanya menjadi sorotan karena kehadiran mantan pejabat publik, tetapi juga karena skala penyelenggaraannya yang masif. Dengan total 576 peserta, ajang ini tercatat sebagai salah satu turnamen domino terbesar yang digelar dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Sinjai tahun ini.

Yudis, selaku Ketua Panitia Turnamen, menyampaikan bahwa tujuan utama digelarnya kompetisi ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi di antara para pecinta domino, baik yang berasal dari Sinjai sendiri maupun dari daerah lain.

“Turnamen AFG Cup ini kami hadirkan untuk memeriahkan Hari Jadi Sinjai sekaligus menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat,” ungkap Yudis.

Antusiasme peserta yang tinggi, ditambah dengan total hadiah yang menggiurkan, menjadi faktor penarik utama dalam turnamen ini. Bendahara KONI Sinjai ini mengaku bersyukur dengan tingginya partisipasi yang menunjukkan minat besar masyarakat terhadap olahraga domino.

“Alhamdulillah peserta cukup tinggi,” ujarnya, menandakan kesuksesan acara dalam menarik minat para penggemar domino.

Turnamen seperti AFG Cup ini membuktikan bahwa kegiatan olahraga sederhana sekalipun dapat menjadi platform yang kuat untuk membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan bahkan memberikan ruang bagi tokoh publik untuk tetap terhubung dengan masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan akrab. Kisah Basli Ali menjadi inspirasi bahwa masa purna tugas dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, menyenangkan, dan tetap relevan dengan dinamika sosial.