Penggunaan Etanol dalam Bahan Bakar Minyak (BBM)
Bahan bakar minyak (BBM) yang biasa tersedia di Pertamina akan dicampur dengan bahan etanol. Etanol adalah alkohol yang berasal dari bahan nabati seperti tebu atau singkong. Tujuan penggunaan etanol ini adalah untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor BBM. Namun, kebijakan ini menuai berbagai kritikan karena tidak semua masyarakat dapat menggunakan bahan ini dalam kendaraannya.
Etanol memiliki sifat yang dapat menyerap CO2 saat tumbuh, lalu menghasilkan CO2 kembali saat digunakan sebagai bahan bakar. Siklus ini disebut sebagai carbon neutral, karena tidak menambahkan CO2 di udara. Meskipun demikian, pencampuran etanol dalam BBM juga memiliki dampak negatif. Salah satunya adalah kemungkinan kerusakan pada kendaraan yang dibuat sebelum tahun 2000.
Kendaraan yang Rentan Rusak Akibat Etanol
Kendaraan di atas tahun 2000 umumnya memiliki toleransi etanol hingga 20 persen. Namun, kendaraan yang lebih tua cenderung tidak kompatibel dengan etanol. Contohnya:
MOBIL
– MPV/Minibus:
– Toyota Kijang Kapsul (1997–2004)
– Mitsubishi Kuda (1999–2005)
– Daihatsu Taruna (1999–2006)
– Daihatsu Espass (1999–2000-an)
– Sedan:
– Honda Accord (2000)
– Peugeot 306 STMT (2000)
– Hyundai Accent (1999)
– Timor S515 (1997–2000)
– Toyota Corolla Twin Cam (1992)
– Toyota Cressida (1987)
– Mobil Kecil:
– Mazda Interplay (1991)
– Suzuki Esteem (2000)
MOTOR
– Motor 2 Tak Populer:
– Yamaha RX-King
– Honda NSR SP 150
– Suzuki RGR 150
– Suzuki Satria 120 (Satria 2-Tak)
– Yamaha F1ZR
– Motor Bebek Jadul:
– Honda Astrea
– Suzuki Shogun
– Honda Supra
– Yamaha Crypton
– Motor Klasik Lainnya:
– Vespa
– Suzuki TS125
Selain itu, kondisi iklim Indonesia yang lembab memengaruhi kualitas etanol. Etanol bersifat hidroskopis, artinya menarik uap air. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan kadar air dalam bahan bakar, sehingga mengurangi nilai RON (Research Octane Number). Jika kadar air melebihi 1 persen, air bebas bisa mengendap di dasar tangki, dan etanol akan bereaksi dengan air, menyebabkan penurunan kualitas bahan bakar.
Penggunaan Etanol di Negara Lain
Penerapan pencampuran etanol dalam BBM bukanlah hal baru. Brasil sudah lama mewajibkan campuran etanol dalam bensin hingga 27 persen, bahkan ada yang mencapai 100 persen. Amerika Serikat dan India juga telah menerapkan campuran etanol sebesar 20 persen. Di Indonesia sendiri, produk bensin beretanol telah diperkenalkan melalui Green Pertamax dengan campuran 5% (E5). Di beberapa wilayah seperti Jawa Timur, BBM E10 bahkan sudah dijual secara terbatas.

















