Nasional

BMKG: Bakung & Bibit Siklon Picu Hujan Lebat, 5 Kota Waspada

×

BMKG: Bakung & Bibit Siklon Picu Hujan Lebat, 5 Kota Waspada

Sebarkan artikel ini

Ancaman Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat Disertai Petir Landa Lima Kota Besar di Awal Pekan

Awal pekan ini, Senin, 15 Desember 2025, menghadirkan potensi cuaca ekstrem yang patut diwaspadai di lima kota besar di Indonesia. Hujan lebat yang berpotensi disertai kilat dan petir diprediksi akan melanda wilayah-wilayah tersebut, menciptakan tantangan tersendiri bagi aktivitas masyarakat. Fenomena alam ini merupakan akibat dari dinamika atmosfer yang tidak stabil, dipicu oleh keberadaan siklon dan daerah tekanan rendah di berbagai perairan Nusantara.

Kota-kota yang mendapat peringatan khusus untuk mewaspadai potensi hujan lebat ini adalah Surabaya, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda. Analisis mendalam dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa kondisi ini sebagian besar dipengaruhi oleh keberadaan “Siklon Bakung”.

Dampak Siklon Bakung dan Bibit Siklon

Siklon Bakung, yang terdeteksi berada di perairan Samudera Hindia sebelah barat Lampung, diklasifikasikan sebagai siklon kategori dua. Kecepatan anginnya saat ini mencapai 25 knot dan diperkirakan akan terus meningkat dalam dua hari mendatang. Kekuatan siklon ini menciptakan daerah perlambatan angin yang signifikan, yang berkontribusi pada akumulasi kelembapan dan potensi curah hujan tinggi.

Baca Juga :  Ketua DPR RI: Jangan Ada Pungli Dalam Pengurusan Sertifikat Tanah

Situasi atmosfer semakin kompleks dengan terdeteksinya bibit siklon 93S di tiga lokasi berbeda secara bersamaan. Bibit-bibit siklon ini terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa Barat, Laut Natuna, dan Samudera Pasifik utara Papua. Kombinasi dari berbagai sistem cuaca ini menjadi faktor utama yang mempengaruhi kondisi cuaca yang ekstrem di sejumlah wilayah.

“Kombinasi dinamika atmosfer menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut,” ungkap BMKG melalui prakirawan cuaca, Selly Brilian, dalam siaran resminya di YouTube pada Minggu, 14 Desember. Pernyataan ini menegaskan bahwa fenomena yang terjadi bukanlah kejadian tunggal, melainkan hasil dari interaksi berbagai elemen atmosfer.

Selain siklon dan bibit siklon, BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik yang membentang dari perairan Kalimantan Timur hingga Laut Jawa. Ditambah lagi, terdapat area tekanan rendah (low pressure area) yang terpantau di Laut Arafuru barat Papua Selatan. Keberadaan sirkulasi siklonik dan area tekanan rendah ini semakin memperkuat potensi terbentuknya awan-awan hujan yang signifikan.

Kontras Cuaca: Wilayah Kering di Tengah Potensi Hujan

Menariknya, di tengah kepungan potensi hujan lebat di beberapa wilayah, terdapat pula sejumlah daerah padat penduduk yang justru diprediksi akan mengalami kondisi cuaca yang relatif kering. Langit di Jakarta, Bandung, Serang, Banda Aceh, dan Ternate diperkirakan hanya akan berawan tebal hingga berkabut sepanjang hari ini, tanpa adanya indikasi hujan yang signifikan. Fenomena ini menunjukkan variabilitas cuaca yang cukup tinggi di berbagai daerah di Indonesia dalam satu waktu.

Baca Juga :  DPR RI Sahkan Jendral Agus Subiyanto Jadi Panglima TNI

Rincian Prakiraan Cuaca di Berbagai Kota pada Senin, 15 Desember 2025:

Berikut adalah rincian prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG untuk berbagai wilayah di Indonesia pada hari Senin, 15 Desember 2025:

  • Hujan Lebat Disertai Petir:

    • Palembang
    • Surabaya
    • Pontianak
    • Banjarmasin
    • Samarinda
  • Hujan Sedang:

    • Medan
    • Semarang
    • Yogyakarta
    • Jayawijaya
  • Hujan Ringan:

    • Pekanbaru
    • Tanjung Pinang
    • Bengkulu
    • Pangkalpinang
    • Bandar Lampung
    • Padang
    • Jambi
    • Palangka Raya
    • Tanjung Selor
    • Denpasar
    • Mataram
    • Kupang
    • Makassar
    • Kendari
    • Manado
    • Sorong
    • Ambon
    • Manokwari
    • Nabire
    • Jayapura
    • Merauke
  • Berawan Tebal hingga Berkabut:

    • Banda Aceh
    • Serang
    • Jakarta
    • Bandung
    • Ternate

Masyarakat di wilayah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem dihimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi potensi hujan lebat, kilat, dan petir. Selalu perbarui informasi cuaca dari sumber resmi untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang mungkin terjadi.