Persebaya Surabaya Tampil Dominan, Bonek Puji Racikan Taktik Bernardo Tavares dan Trio MBG
Persebaya Surabaya kembali menghadirkan euforia bagi para pendukung setianya, Bonek, setelah menunjukkan performa gemilang dalam laga tandang melawan PSIM Yogyakarta. Kemenangan telak yang diraih di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (25/1/2026) sore, tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga memicu berbagai komentar kocak dari suporter. Salah satu guyonan yang paling mencuri perhatian adalah permintaan agar petugas “Makan Bergizi Gratis” (MBG) diliburkan sementara, dan menyerahkan sepenuhnya urusan dapur tim kepada pelatih Bernardo Tavares bersama dengan “Trio MBG” yang dianggap telah meracik strategi jitu.
Kemenangan dengan skor meyakinkan 3-0 atas PSIM Yogyakarta menjadi bukti nyata kebangkitan Persebaya di putaran kedua Super League 2025/2026. Di mata Bonek, sentuhan taktik Bernardo Tavares bersama para pemain kunci yang dijuluki Trio MBG terasa semakin nikmat dan efektif. Sejak awal pertandingan, Persebaya Surabaya tampil dominan dan mampu mengontrol jalannya laga dengan permainan yang rapi dan terstruktur.
Tiga gol kemenangan Green Force dicetak oleh Gali Freitas, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto, tanpa mampu dibalas oleh tim tuan rumah hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil positif ini membuat Persebaya Surabaya kokoh bertahan di posisi keenam klasemen sementara Super League dengan raihan 31 poin dari 18 pertandingan yang telah dilakoni.
Trio MBG: Motor Serangan yang Menghidupkan Persebaya
Fokus utama sorotan Bonek tertuju pada penampilan impresif Trio MBG, yang kembali membuktikan pengaruh besar mereka di lapangan. Malik Risaldi, Bruno Moreira, dan Gali Freitas dinilai menjadi motor serangan utama yang sukses membuat lini pertahanan PSIM Yogyakarta kewalahan sepanjang pertandingan.
Euforia kepuasan suporter terlihat jelas di berbagai platform media sosial. Salah satu komentar yang beredar luas berbunyi, “Petugas MBG kongkong cuti sek ae, ben dimasak Tavares dewe,” yang mencerminkan apresiasi tinggi terhadap performa tim.
Mari kita bedah kontribusi masing-masing pemain dalam Trio MBG:
Malik Risaldi: Meskipun belum mencatatkan namanya di papan skor, Malik Risaldi menunjukkan kontribusi aktif yang signifikan. Ia bermain penuh selama 90 menit, mencatatkan nilai expected goals (xG) sebesar 0,43, melepaskan tiga tembakan, dan memiliki akurasi umpan yang mengesankan, mencapai 75 persen. Malik juga berperan dalam distribusi bola dengan 12 umpan yang dilepaskan, di mana 9 di antaranya berhasil diterima rekan setim. Ia juga menambah variasi serangan dengan satu umpan silang, satu umpan terobosan, serta memenangkan dua duel udara melalui sundulan.
Bruno Moreira: Peran Bruno Moreira sangat krusial sebagai kreator serangan bagi Persebaya Surabaya. Bermain selama 90 menit, ia berhasil mencatatkan satu assist, menciptakan dua keypass (umpan kunci yang berpotensi menjadi gol), dan memberikan tiga umpan terobosan yang sangat merepotkan barisan pertahanan PSIM. Akurasi umpannya mencapai 64 persen dari total 19 umpan yang dilepaskan, dengan 12 di antaranya tepat sasaran. Selain berkontribusi dalam serangan, Bruno juga aktif dalam membantu pertahanan dengan satu tekel sukses, empat intersep, dan satu kali pemulihan bola.
Gali Freitas: Gali Freitas kembali membuktikan dirinya sebagai ancaman nyata di lini depan. Dalam waktu bermain 71 menit, ia berhasil mencetak satu gol dengan nilai xG tertinggi di antara Trio MBG, yaitu 0,65. Gali melepaskan tiga percobaan tembakan, di mana satu di antaranya mengarah tepat ke gawang. Akurasi umpannya mencapai 77 persen dari 17 percobaan, menunjukkan efektivitasnya baik dalam penyelesaian akhir maupun dalam membangun serangan.
Pernyataan Bernardo Tavares: Peningkatan Performa dan Kebutuhan Merendah
Performa kolektif yang solid dari Trio MBG inilah yang membuat Bonek semakin yakin bahwa racikan taktik Bernardo Tavares semakin matang. Persebaya Surabaya terlihat bermain lebih cair, agresif, dan menunjukkan keberanian dalam menekan lawan, terutama di babak kedua.
Bernardo Tavares sendiri mengakui adanya peningkatan signifikan dalam permainan timnya setelah jeda pertandingan. Pelatih asal Portugal ini menilai anak asuhnya mampu menciptakan banyak peluang dan layak mendapatkan kemenangan.
“Saya rasa tim kami di babak kedua banyak berkembang, begitu juga para pemain yang bisa masuk ke dalam permainan,” ujar Tavares usai pertandingan. Ia menekankan bahwa peningkatan performa tersebut terlihat jelas dari intensitas serangan dan keberanian para pemain.
“Dan saya rasa di babak kedua, kami pantas menang karena kami menciptakan banyak peluang,” tegas mantan pelatih PSM Makassar tersebut. Menurutnya, Persebaya Surabaya mampu mengendalikan jalannya laga dengan lebih baik pada paruh kedua.
Meskipun kemenangan 3-0 terbilang meyakinkan, Tavares menilai bahwa skor tersebut belum sepenuhnya menggambarkan jumlah peluang yang sebenarnya tercipta. Ia berpendapat bahwa Green Force seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol jika saja penyelesaian akhir para pemain lebih maksimal.
“Kami memiliki lebih banyak peluang besar untuk mencetak lebih banyak gol, jadi saya sangat senang untuk para pemain,” jelas Tavares, seraya menambahkan bahwa kerja keras para pemain layak mendapatkan apresiasi lebih.
Namun, di tengah rasa puas atas kemenangan tersebut, Tavares tidak lupa untuk mengingatkan pentingnya menjaga sikap rendah hati. Pelatih berusia 45 tahun itu menegaskan bahwa sebuah kemenangan tidak boleh membuat tim merasa telah mencapai kesempurnaan.
“Tetapi kita harus rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti semuanya baik, ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk,” tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat krusial bagi Persebaya Surabaya agar tetap fokus dan tidak berpuas diri dalam menatap laga-laga selanjutnya.
Bagi Bonek, kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa “dapur” Persebaya Surabaya sedang mengepul panas. Racikan strategi Bernardo Tavares bersama Trio MBG dianggap sangat pas untuk membawa Green Force bersaing di papan atas klasemen Super League. Dengan konsistensi yang terjaga di putaran kedua Super League 2025/2026, bukan tidak mungkin teriakan Bonek soal “memasak” akan terus menggema hingga akhir musim.

















