.CO
Delapan gol tercipta, ribuan suporter bersorak, namun tidak ada perayaan yang sesungguhnya di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (3/5/2026) sore.
PS Barito Putera memang mengakhiri Pegadaian Championship 2025-2026 dengan kemenangan telak 8-3 atas Persipal Palu. Tetapi hasil di lapangan lain memastikan tiket promosi ke BRI Super League musim depan bukan milik Laskar Antasari.
Kemenangan besar itu terasa pahit, ironis, dan menyisakan pertanyaan yang tidak mudah dijawab.
Permainan Awal yang Mengesankan
Barito Putera tampil lepas sejak menit pertama. Hanya butuh empat menit bagi Laskar Antasari untuk membuka keunggulan lewat gol Gerard yang merobek gawang Persipal Palu. Skor 1-0.
Gol kedua lahir pada menit ke-30. Memanfaatkan situasi bola mati, sundulan bek senior Fabiano Beltrame bersarang sempurna tanpa bisa dihalau kiper Persipal. Skor berubah 2-0.
Enam menit berselang, Alexsandro menambah keunggulan melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Bima Reksa, keunggulan Barito Putera bertambah jadi 3-0.
Dan, dua menit kemudian, Gerard kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat plessing kaki kiri yang memukau. Skor melebar menjadi 4-0.
Belum puas juga. Di penghujung babak pertama, Alexsandro kembali menerima umpan di depan gawang dan melepaskan tendangan keras yang membuat jaring bergetar hebat. Lima gol tanpa balas menutup babak pertama.
Babak Kedua yang Penuh Tantangan
Memasuki babak kedua, Barito Putera tetap tampil menyerang. Namun Persipal Palu tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-49, Muhammad Syahril memanfaatkan umpan silang Jordan Zamorano untuk menyontek bola masuk ke gawang Barito Putera. Skor berubah jadi 5-1.
Barito sempat mencetak gol melalui sundulan Alexsandro pada menit ke-54, namun dianulir wasit karena pelanggaran. Persipal kembali memperkecil ketertinggalan lewat tembakan keras Kenzo Nambu dari luar kotak penalti yang gagal ditangkap Muhammad Ridho. Persipal memperkecil ketinggalan jadi 5-2.
Gol ke-6 Barito lahir dari titik penalti pada menit ke-75. Riki Cawor yang dijatuhkan di kotak terlarang maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan tenang, sekaligus merubah skor menjadi 6-2.
Lima menit berselang, Persipal kembali memperkecil menjadi 6-3 lewat tendangan bebas Meru Kimura yang gagal diantisipasi kiper Barito Putera.
Drama gol terus berlanjut. Pada menit ke-90, Lassana Doucoure memanfaatkan blunder kiper Persipal yang gagal menangkap bola untuk menciptakan gol ketujuh. Dua menit berselang, Bagus Kahfi menutup pesta gol dengan sundulan sempurna memanfaatkan umpan silang Riki Cawor. Skor akhir 8-3 hingga peluit panjang ditiup wasit.
Kabar Pahit yang Datang Bersamaan
Namun, di saat yang sama, kabar pahit berdatangan. PSS Sleman menang telak 3-0 atas PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo. Sementara, di Stadion Lukas Enembe, Persipura Jayapura sukses mencukur gundul Persiku Kudus dengan skor 2-0.
Kedua pesaing terdekat Barito Putera itu meraih kemenangan penuh. Sekaligus membenamkan impian Laskar Antasari promosi ke Super League Musim depan, karena terkunci di posisi ketiga klasemen akhir Grup Timur.
Tanggapan Pelatih dan Suporter
Kemenangan 8-3 yang seharusnya menjadi pesta perpisahan yang manis, berubah menjadi momen penuh duka di tribun Stadion 17 Mei.
Pelatih Barito Putera, Stefano “Teco” Cugurra, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Namun, ia memilih untuk mengakhiri musim ini dengan kepala tegak dan pandangan ke depan.
“Terima kasih atas dukungan suporter yang luar biasa. Kami memang kecewa karena hasilnya tidak sesuai target mmanajemen Tapi saya melihat dalam tim banyak pemain yang tampil lebih bagus dibanding sebelumnya. Banyak pemain muda yang muncul, dan itu menjadi modal penting untuk ke depan,” ujar Teco.
Pernyataan Teco sekaligus menjadi catatan penutup yang menyimpan harapan di balik kekecewaan. Musim ini memang berakhir tanpa promosi, tetapi bibit-bibit muda yang muncul di Pegadaian Championship 2025-2026 bisa menjadi fondasi kebangkitan Barito Putera di musim yang akan datang.
Kritik dari Suporter
Di sisi lain, pentolan Barito Mania (Bartman), Zainu Abdillah alias Zezen kecewa dengan manajemen Barito Putera yang menjanjikan Laskar Antasari promosi ke Super League. Baginya, kegagalan promosi ini sudah bisa dibaca sejak awal. Sejak bursa transfer dibuka dan Barito gagal menambal titik-titik lemah yang sudah diketahui bersama.
“Yang jelas, janji cuma semusim di Liga 2 gagal dicapai. Kalau mencari siapa yang harus bertanggung jawab, kembali lagi kami sudah pernah menyampaikan kekecewaan ketika bursa transfer dibuka. Barito gagal merekrut dan menambal posisi yang selama ini jadi titik lemah. Pemain yang didatangkan terbukti sampai akhir musim sangat minim kontribusi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penurunan performa yang sangat terasa saat kompetisi memasuki putaran ketiga. “Secara permainan, terjadi penurunan performa jelang putaran ketiga. Persaingan ketat dengan PSS dan Persipura, tekanan harus promosi, mempengaruhi stabilitas mental pemain. Terbukti dengan banyaknya peluang yang dibuang saat main di kandang,” cecarnya.















