Inovasi Transportasi di Tengah Tantangan Geografis Indonesia
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berupaya memperkuat inovasi di sektor transportasi untuk menghadapi tantangan geografis yang dimiliki oleh Indonesia sebagai negara kepulauan. Dalam rangka mempercepat pengembangan teknologi transportasi, BRIN melalui Pusat Riset Teknologi Transportasi (PRTT) menggelar kegiatan “Last Lecture” di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah transfer pengetahuan dari para periset senior kepada generasi penerus.
Pengembangan Pesawat Amfibi untuk Meningkatkan Konektivitas
Dalam forum tersebut, Peneliti Ahli Utama Sayuti Syamsuar menjelaskan pengembangan pesawat amfibi yang dinilai strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah terpencil. Teknologi ini dianggap lebih efisien karena tidak memerlukan infrastruktur bandara konvensional. Selain itu, ia juga membahas konsep Wing in Surface Effect (WISE), yaitu teknologi kendaraan yang memanfaatkan efek permukaan saat melaju rendah di atas air. Inovasi ini menawarkan kecepatan tinggi seperti pesawat, tetapi tetap stabil di perairan.
Pengujian teknologi tersebut telah dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Selat Sunda dan Waduk Jatiluhur, untuk memastikan aspek keselamatan dan performa. Sayuti juga menekankan pentingnya penggunaan material komposit untuk menciptakan struktur pesawat yang ringan dan kuat.
Pengembangan Kapal Maruta Jaya dan Solusi Transportasi Batubara
Di sektor maritim, Perekayasa Ahli Utama Abdul Muis memaparkan pengembangan kapal Maruta Jaya berkapasitas 900 DWT. Kapal ini menggabungkan desain tradisional phinisi dengan teknologi modern seperti motor listrik dan sistem layar untuk meningkatkan efisiensi energi. Ia juga memperkenalkan konsep tongkang dorong sebagai solusi transportasi batubara di sungai Kalimantan yang dinilai lebih stabil dan efisien dibandingkan sistem tarik.
Selain itu, inovasi kapal nelayan berbahan fiberglass turut dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti kayu. Hal ini tidak hanya memberikan solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Peran Transportasi dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Kepala PRTT BRIN, Aam Muharam, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya riset dan inovasi. Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM), Taufik Hidayat, menekankan pentingnya inovasi di tengah dinamika global. Menurutnya, sektor transportasi—baik darat, laut, maupun udara—memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui berbagai pengembangan tersebut, BRIN berupaya membangun sistem transportasi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global. Selain itu, inovasi-inovasi ini juga bertujuan untuk menjawab kebutuhan konektivitas antarwilayah di Indonesia. Dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif, BRIN terus berkomitmen untuk menciptakan solusi transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi geografis Indonesia.

















