Human Interest

Bukan provokasi, Laras Faizati blak-blakan soal kematian driver ojol Affan jadi konten medsos

×

Bukan provokasi, Laras Faizati blak-blakan soal kematian driver ojol Affan jadi konten medsos

Sebarkan artikel ini

Ringkasan Berita:

  • Isi pembelaan Laras Faizati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
  • Terdakwa kasus penghasutan saat demo DPR RI akhir Agustus 2025 silam ini meminta hakim membebaskannya dari segala tuntutan.
  • Salah satu alasan yang diajukan Laras adalah karena dirinya tulang punggung keluarga.

 

Laras Faizati diberi kesempatan mengutarakan pembelaan pasca dituntut satu tahun penjara.

Laras sebelum jadi terdakwa dugaan kasus penghasutan atas postingannya di media sosial.

Gadis berambut panjang ini dianggap memperkeruh suasana di akhir Agustus 2025 yang kala itu ramai akan demo DPR di berbagai kota.

Kematian seorang driver ojek online bernama Affan juga dijadikan konten oleh Laras.

Jika tidak bermaksud memprovokasi ataupun menghasut banyak orang, lantas apa motif Laras sesungguhnya?

Di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (5/1/2026), Laras mengatakan dirinya adalah tulang punggung keluarga.

Sebab, ayahnya telah meninggal dunia.

Semenjak ia ditahan, kondisi keuangan keluarganya berubah drastis.

“Saya dan keluarga saya harus menanggung semua beban ini hanya karena saya merespon dan mengekspresikan kekecewaan, kemarahan, kesedihan, dan belasungkawa saya atas sebuah peristiwa yang memilukan dan atas ketidakadilan,” ucapnya.

Baca Juga :  Ekonomi Menghimpit: Ahmad Dhani Tunda Ngunduh Mantu Syifa-El

Ia menuturkan, rumah keluarganya direkam dan disebarluaskan tanpa izin, sementara data pribadinya tersebar akibat doxing. Situasi tersebut membuat keluarganya hidup dalam ketakutan dan kecemasan berkepanjangan.

“Sehingga saya dan keluarga saya harus menanggung beban psikis, merasa ketakutan dan kecemasan yang berlebihan karena merasa tidak aman dan privasi kami seakan tidak ada harganya,” ujarnya.

Terlebih, dikatakan Laras, ia mengaku tidak ada niat sedikit pun untuk memprovokasi atau menghasut.

“Saya hanya menggunakan hak bersuara saya sebagai rakyat Indonesia, mengekspresikan suara hati saya, kesedihan saya sebagai perempuan, dan menyuarakan keresahan, kegeraman, juga kekhawatiran saya sebagai pemuda dan rasa gotong royong saya sebagai rakyat Indonesia melihat ketidakadilan yang terjadi,” kata Laras.

Ia mengatakan apa yang ia posting di media sosialnya adalah bentuk penggunaan hak bersuara untuk merespon kematian Affan Kurniawan, seorang sopir ojek online (ojol) yang tewas terlindas rantis Brimob Polda Metro Jaya.

“Postingan tersebut merupakan suara hati saya sebagai manusia dan sebagai masyarakat melihat manusia dan masyarakat lainnya celaka di tangan instansi kepolisian yang seharusnya melindungi kami,” ucapnya.

“Dan tulisan saya, ‘I hope their bloodline burns in hell’ merupakan keresahan hati saya dan kegeraman hati saya melihat kejadian tersebut, juga keinginan saya agar adanya keadilan untuk almarhum Affan Kurniawan dan agar oknum-oknum pembunuh almarhum Affan Kurniawan mendapatkan hukuman yang setimpal,” sambungnya.

Baca Juga :  Participating Interest 10% Migas Blok NWN akan Segera Terwujud, Tinggal Dua Tahapan lagi

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Diperlakukan Persis Seorang Pembunuh

Pada sidang sebelumnya, Laras dituntut jaksa satu tahun penjara.

Menurut Laras, tuntutan itu tidak adil karena ia merasa tidak menghilangkan nyawa orang.

Laras juga membandingkan tuntutan terhadap dirinya dengan sanksi yang dijatuhkan kepada aparat kepolisian yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Ia menilai hukuman yang diterimanya justru lebih berat dibandingkan pelaku langsung di lapangan.

Diketahui, pengemudi rantis yang melindas Affan, Bripda Rohmat, hanya dijatuhi sanksi etik berupa demosi selama tujuh tahun.

Sementara atasannya, Kompol Cosmas, yang menjabat Komandan Batalyon A Resimen 4 Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri, dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

“Saya malah harus dituntut dan harus mendekam di penjara jauh lebih lama daripada oknum-oknum yang melindas dan membunuh. Saya tidak membunuh, saya tidak melakukan kejahatan,” tegas Laras.