Bupati Aceh Selatan, Mirwan, menjadi pusat perhatian dan sasaran kritik tajam di tengah musibah banjir dan tanah longsor yang melanda wilayahnya. Bencana dahsyat yang turut menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini telah merenggut nyawa lebih dari 800 orang dan menyebabkan ratusan lainnya hilang tersapu banjir dan longsor.
Di tengah upaya penanganan bencana yang mendesak, Mirwan diduga kuat pergi umrah, meninggalkan warganya yang tengah berduka dan membutuhkan pertolongan. Kabar ini memicu gelombang kecaman di media sosial, yang ditujukan langsung kepada akun media sosial sang bupati.
Pembelaan Sang Istri
Di tengah badai kritik, istri Mirwan, Devina Fisah, tampil membela suaminya. Ia bersikeras menyatakan bahwa Mirwan telah berbuat banyak untuk membantu warga yang terdampak banjir. Pembelaan ini justru menambah kontroversi, mengingat banyak pihak yang menilai tindakan Mirwan tidak pantas dilakukan saat daerahnya dilanda bencana.
Penolakan Izin dari Gubernur Aceh
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, secara tegas menyatakan bahwa ia tidak memberikan izin kepada Mirwan untuk pergi umrah. “Tidak saya teken. Walaupun Mendagri yang teken, ya itu terserah sama dia. Tapi kami tidak teken,” ujarnya. Mualem mengungkapkan bahwa ia telah mengimbau Mirwan untuk fokus menangani dampak banjir dan longsor yang melanda sebagian besar wilayah Aceh. “Sementara waktu jangan pergi. Dia pergi juga, terserah,” imbuhnya.
Pernyataan Wakil Menteri Dalam Negeri
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, juga menegaskan bahwa Mirwan tidak meminta izin untuk pergi umrah. “Tidak ada izin,” kata Bima Arya, yang juga mantan Wali Kota Bogor. Menurutnya, Mirwan seharusnya menyesuaikan jadwal umrahnya dengan kondisi yang terjadi di wilayahnya. Bima Arya menekankan bahwa dalam situasi seperti ini, Bupati Aceh Selatan seharusnya fokus memperbaiki wilayah dan menangani warga yang membutuhkan bantuan. “Dalam kondisi seperti ini rencana umrah bisa disesuaikan. Harus fokus penanganan bencana,” tegasnya.
Surat Ketidakmampuan dan Alasan Umrah
Sebelum bertolak ke tanah suci, Mirwan sempat menerbitkan surat ketidakmampuan menghadapi dampak bencana. Ironisnya, setelah merasa tidak mampu menangani bencana, ia justru diketahui pergi umrah. Mirwan mengklaim bahwa sebelum pergi, ia telah mengecek kondisi wilayahnya. “Saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando,” katanya. Ia berdalih bahwa situasi di Aceh Selatan saat itu sudah terkendali sehingga ia dapat menunaikan nazarnya untuk melaksanakan ibadah umrah.
Mirwan juga mengaku baru mengetahui bahwa izinnya ditolak oleh Mualem ketika sudah berada di tanah suci. “Surat dari Gubernur Aceh saya ketahui setelah saya berada di Tanah Suci. Informasi dari daerah juga terlambat diterima karena jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Selatan sempat padam akibat gangguan listrik di Aceh. Inilah yang menyebabkan adanya miskomunikasi,” jelasnya.
Pembelaan Istri Melalui Media Sosial
Devina Fisah, istri Mirwan, aktif membela suaminya melalui akun Instagram pribadinya. Ia memposting ulang unggahan mengenai kegiatan penyaluran bantuan yang dilakukan oleh Mirwan. “Tak semua terlihat, tapi semua itu ada,” tulisnya. Ia juga memamerkan tangkapan layar soal tindakan Mirwan yang dituding kabur dari Aceh. “Jauh hari sebelum berangkat umrah sudah menyalurkan bantuan dan bahkan gaji selama menjabat,” tulisnya dalam status WhatsApp.
Devina menilai bahwa kegaduhan akibat Mirwan pergi umrah saat warga Aceh mengalami bencana merupakan hasil pelintiran. “Yang gak suka dan gak tau masalahnya emang suka goreng-goreng berita. Tapi Allah angkat derajatnya jika niat beliau tulus untuk amanah dan tanggung jawabnya,” kata Devina membalas pesan chat.
Rangkuman Kontroversi Bupati Aceh Selatan
Berikut adalah poin-poin utama dari kontroversi yang melibatkan Bupati Aceh Selatan:
- Keberangkatan Umrah di Tengah Bencana: Mirwan diduga pergi umrah saat wilayahnya dilanda banjir dan tanah longsor yang dahsyat.
- Kritik Publik: Tindakan Mirwan menuai kecaman luas dari masyarakat, terutama di media sosial.
- Pembelaan Istri: Devina Fisah, istri Mirwan, membela suaminya dengan mengklaim bahwa ia telah berbuat banyak untuk membantu korban bencana.
- Penolakan Izin Gubernur: Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyatakan tidak memberikan izin kepada Mirwan untuk pergi umrah.
- Pernyataan Wamendagri: Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, juga menegaskan bahwa Mirwan tidak meminta izin untuk pergi umrah dan seharusnya fokus pada penanganan bencana.
- Alasan Mirwan: Mirwan mengklaim bahwa situasi di Aceh Selatan sudah terkendali sebelum ia berangkat dan bahwa ia baru mengetahui penolakan izin setelah berada di tanah suci.
- Surat Ketidakmampuan: Penerbitan surat ketidakmampuan menangani bencana sebelum keberangkatan umrah menambah kontroversi.
Kontroversi ini menjadi sorotan tajam dan menimbulkan pertanyaan tentang prioritas seorang pemimpin daerah di tengah situasi krisis. Publik menanti penjelasan lebih lanjut dan tindakan nyata dari pihak terkait untuk menangani dampak bencana dan memenuhi kebutuhan warga Aceh Selatan yang terdampak.

















