Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas, Mashudi, melakukan inspeksi ke sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di wilayah Aceh yang terdampak banjir selama dua hari terakhir. Lapas Kuala Simpang menjadi salah satu yang mengalami kerusakan paling signifikan.
Tujuan dari inspeksi ini, menurut Mashudi, adalah untuk memastikan keselamatan seluruh petugas dan warga binaan, mengkoordinasikan kelancaran operasional, dan memastikan penanganan darurat berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. “Kita ingin memastikan operasional seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, termasuk Lapas, Rutan, Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), tetap berjalan optimal dan mencegah risiko yang lebih lanjut,” ungkapnya saat berada di Lapas Kuala Simpang.
Secara keseluruhan, terdapat tujuh Lapas dan Rutan di Aceh yang terdampak banjir. Berikut adalah daftar lengkapnya:
- Lapas Perempuan Sigli
- Lapas Lhokseumawe
- Lapas Lhoksukon
- Lapas Langsa
- Lapas Narkotika Langsa
- Lapas Kuala Simpang
- Lapas Singkil
Selain itu, terdapat beberapa Lapas yang aksesnya terputus akibat jembatan dan jalan yang rusak akibat banjir. Lapas-lapas tersebut adalah:
- Lapas Idi
- Lapas Bener Meriah
- Lapas Takengon
- Lapas Blangkejeren
- Lapas Kutacane (akses melalui Medan)
Dampak kerusakan yang dialami oleh masing-masing Lapas bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat.
Mashudi menyoroti kondisi Lapas Kuala Simpang sebagai yang terparah. “Lapas Kuala Simpang terlihat paling parah. Banjir air dan lumpur masih menggenangi area tersebut, menyebabkan kegiatan perkantoran menjadi lumpuh total,” jelasnya.
Dalam inspeksinya, Mashudi mencatat beberapa kebutuhan mendesak terkait sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengatasi dampak banjir, antara lain:
- Genset (generator set)
- Lampu emergency
- Perlengkapan makan dan minum
- Pompa air
- Senter
- Steamer
Selain fasilitas Lapas yang rusak, banjir juga berdampak signifikan pada para petugas Lapas. Banyak dari mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Sebagai bentuk dukungan, Mashudi memberikan bantuan kepada para petugas yang terdampak musibah ini. Salah satu contohnya adalah bantuan yang diberikan kepada seorang pegawai Lapas Langsa yang memiliki tiga anak dan kondisi rumahnya rusak parah.
“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada, sesuai dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk merespons dengan cepat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Mashudi.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas donasi dan dukungan yang diberikan oleh seluruh jajaran Kementerian Imipas. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh petugas Pemasyarakatan yang tetap tegar dan terus bekerja di tengah kondisi bencana yang sulit ini.
Penanganan pasca-banjir di Lapas dan Rutan yang terdampak menjadi prioritas utama. Langkah-langkah yang diambil meliputi:
- Evakuasi dan Penyelamatan: Memastikan seluruh warga binaan dan petugas berada di tempat yang aman dan terhindar dari bahaya banjir.
- Penyediaan Logistik: Mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan kebutuhan dasar lainnya kepada warga binaan dan petugas yang terdampak.
- Pemulihan Infrastruktur: Melakukan perbaikan dan pemulihan infrastruktur Lapas dan Rutan yang rusak akibat banjir, termasuk perbaikan bangunan, saluran air, dan fasilitas lainnya.
- Koordinasi dengan Pihak Terkait: Bekerja sama dengan instansi pemerintah terkait, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat setempat untuk mendapatkan bantuan dan dukungan dalam penanganan banjir.
- Peningkatan Kewaspadaan: Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dan mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
Kementerian Imipas berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kepada Lapas dan Rutan yang terdampak banjir, serta memastikan operasional lembaga pemasyarakatan tetap berjalan dengan baik dan aman. Diharapkan dengan upaya yang dilakukan, dampak banjir dapat segera diatasi dan kondisi Lapas dan Rutan dapat kembali normal.

















