Berita

Cara Angga Malik D’Essentials Bimbing Anak Generasi Alpha di Era Digital

×

Cara Angga Malik D’Essentials Bimbing Anak Generasi Alpha di Era Digital

Sebarkan artikel ini

Pandangan Angga Puradiredja tentang Mendidik Anak di Era Digital

Angga Puradiredja, vokalis dari Malik & D’Essentials, memiliki pandangan yang menarik mengenai cara mendidik anak di era digital. Menurutnya, Generasi Alfa tidak bisa lagi diarahkan seperti dulu. Mereka memiliki referensi sendiri, cara berpikir yang berbeda, dan ruang berekspresi yang jauh lebih luas.

Sebagai orang tua, Angga mengaku banyak belajar dari anaknya, Sheemar Rahman Puradiredja, yang kini aktif bermusik di media sosial dan sering tampil di sekolah. Ia menyebut bahwa sejak anaknya masuk Sekolah Dasar, kelas dua atau tiga, Sheemar sudah memiliki cara sendiri dalam mengeksekusi sesuatu.

Belajar Menjadi Pendamping, Bukan Pengendali

Alih-alih menuntun setiap langkah, Angga memilih untuk menjadi pendamping. Ia membiarkan Sheemar menentukan langkah dan keputusan dalam bermusik, mulai dari membuat konten, tampil di acara sekolah, hingga berkarya sendiri. Meski terkadang ia memberi arahan, Angga lebih memilih agar konten yang dibuat oleh Sheemar berasal dari hasratnya sendiri.

Baca Juga :  Coba Melarikan Diri, Tim Jahtanras Polres Asahan Berhasil Amankan Pelaku Pencurian

Bagi Angga, membiarkan anak menentukan arah bukan berarti lepas tangan. Sebaliknya, itu adalah bentuk penghormatan pada potensi alami anak. Ia hanya menjadi tempat bertanya dan berdiskusi, bukan pemberi keputusan.

Menumbuhkan Nilai, Bukan Sekadar Popularitas

Di era media sosial, anak-anak kini mudah dikenal luas. Namun, Angga menegaskan pentingnya keseimbangan antara eksposur dan nilai. Ia tidak ingin anaknya tumbuh dengan tekanan untuk tampil sempurna, melainkan memiliki dasar yang kuat, integritas, rasa ingin tahu, dan keberanian menilai diri sendiri.

Yang ia harapkan adalah perjalanan bermusik Sheemar bisa berkembang secara alami tanpa dukungan yang terlalu artifisial. Baginya, perjalanan bermusik bukan tentang seberapa cepat terkenal, tapi seberapa dalam ia bisa mengenali dirinya sendiri melalui musik.

Belajar dari Pengalaman Sendiri

Menariknya, Angga baru menyadari minatnya menjadi musisi profesional saat berusia 20 tahun. Itu pun terjadi secara tidak direncanakan, sebuah “kecelakaan indah”. Ia mengatakan bahwa keputusan untuk menjadi penyanyi profesional muncul di usia tersebut, dan kejadian itu tidak diprediksi sebelumnya.

Baca Juga :  Her body transforms through the cycle: the images tell the story.

Dari pengalaman itu, ia ingin memberi ruang pada anaknya untuk menemukan passion tanpa terburu-buru. Menurutnya, anak yang tumbuh dengan kebebasan dan dukungan emosional akan jauh lebih kuat menghadapi tantangan hidup.

Peran Orang Tua di Era Digital

Di tengah derasnya arus digital, Angga percaya bahwa kehadiran orang tua tetap tidak tergantikan. Anak boleh lebih canggih, tapi mereka tetap butuh figur yang bisa menjadi cermin dan tempat pulang.

Bagi Angga, menjadi orang tua di era sekarang bukan soal mendikte masa depan anak, melainkan menjaga api semangatnya agar tidak padam. Ia percaya bahwa pada akhirnya, semua balik ke anak itu sendiri. Terserah dia mau jadi penyanyi profesional atau tidak, yang penting dia berkembang dengan bahagia.