Kebakaran Hebat Landa Pasar Batu Merah Ambon, Delapan Ruko Ludes Terbakar
Ambon – Kawasan Pasar Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dilanda musibah kebakaran hebat pada Jumat, 12 Desember 2025. Sebanyak delapan unit rumah toko (ruko) ludes dilalap api yang diperkirakan berasal dari korsleting listrik. Peristiwa ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 3 hingga Rp 4 miliar.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, api pertama kali terlihat dari satu unit ruko dan dengan cepat merambat ke bangunan-bangunan di sekitarnya yang mayoritas berfungsi sebagai gudang penyimpanan barang dan tempat usaha.
“Api bermula dari Ruko Blok G milik Bapak Muhammad Saleh Ain (54 tahun), yang disewakan sebagai gudang. Api dengan sangat cepat menjalar ke tujuh unit ruko lainnya, sehingga total delapan unit ruko mengalami kerusakan parah,” ujar Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya.
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil yang ditimbulkan cukup signifikan. Berikut adalah rincian delapan unit ruko yang terdampak:
Ruko Blok G milik Bapak Muhammad Saleh Ain (54 tahun): Bangunan ini dikontrak oleh Bapak La Piudin dan digunakan sebagai gudang barang pecah belah serta plastik. Seluruh bangunan hangus terbakar.
Ruko Blok G milik Ibu Hj. Kamla (52 tahun): Ruko ini juga difungsikan sebagai gudang dan mengalami kerusakan total akibat amukan api.
Dua Unit Ruko milik Bapak Ibrahim (49 tahun): Meskipun dimiliki oleh satu orang, kedua unit ruko miliknya hangus terbakar, menjadikannya salah satu pemilik dengan kerugian terbesar.
Toko Hasil Bumi milik Sdr. Kevin (46 tahun): Kerusakan pada toko ini meliputi plafon lantai 2 yang hangus terbakar.
RM. Minang Raya milik Bapak Naharudin: Bangunan rumah makan ini mengalami kerusakan pada plafon lantai 2 dan dinding bagian belakang.
Toko Percetakan dan Printing milik Bapak Hasan Umagap (41 tahun): Kerusakan terjadi pada bagian lantai 2 toko percetakan ini.
Toko Kentang dan Wortel milik Bapak Irwan (45 tahun): Plafon dan atap di lantai 2 toko ini mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Ruko Blok G yang dikontrak oleh Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pasar Mardika: Kerusakan pada unit ruko yang disewa oleh BNI ini terjadi pada bagian lantai 3.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pemadaman
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.30 WIT. Saksi mata, Ristin (41) dan Herlina (46), yang merupakan pedagang kaki lima di sekitar lokasi, menjadi orang pertama yang melihat kepulan asap tebal keluar dari Ruko Blok G yang dalam keadaan terkunci.
Melihat kobaran api yang membesar, warga sekitar dengan sigap berupaya melakukan pemadaman awal dengan mendobrak pintu ruko yang terkunci. Sementara itu, Herlina segera menghubungi Call Center 112 Pemadam Kebakaran dan memberitahukan perwakilan pemilik ruko.
Respons cepat dari dinas pemadam kebakaran terlihat dari kedatangan mobil Damkar di lokasi pada pukul 12.40 WIT. Upaya pemadaman api berlangsung alot dan baru berhasil dikendalikan serta dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 14.50 WIT.
Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Ambon dikerahkan, dibantu oleh satu unit water cannon dari Brimob Polda Maluku. Kolaborasi ini sangat krusial dalam menghentikan penyebaran api yang berpotensi meluas ke area pasar yang lebih padat.
Dugaan Penyebab dan Korban Akibat Kerja
Berdasarkan investigasi awal, kepolisian menduga kuat bahwa penyebab utama kebakaran adalah korsleting listrik pada kabel di salah satu ruko yang terbakar. Dugaan ini masih terus didalami oleh pihak berwenang.
Dalam proses pemadaman yang penuh risiko, dua petugas pemadam kebakaran dilaporkan mengalami kecelakaan kerja. Firno Luhukay terjatuh dari tangga saat sedang berupaya memadamkan api, sementara Frang Klin Litai mengalami luka pada telapak kaki kanannya akibat tertimpa paku. Keduanya dilaporkan dalam kondisi stabil dan tengah dalam pemulihan.
Hingga pukul 17.30 WIT, situasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dinyatakan aman dan terkendali. Arus lalu lintas di sekitar Pasar Batu Merah terpantau lancar setelah dilakukan pengaturan oleh petugas kepolisian. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di area yang padat aktivitas komersial.

















