PERISTIWA

Flores Timur Kelimpungan: E-KTP Mandek Akibat Tinta Habis

×

Flores Timur Kelimpungan: E-KTP Mandek Akibat Tinta Habis

Sebarkan artikel ini

Warga Flores Timur Terkendala Cetak KTP Akibat Kekurangan Tinta

LARANTUKA – Selama beberapa pekan terakhir, aktivitas pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami hambatan serius. Keluhan datang dari berbagai penjuru masyarakat yang membutuhkan identitas resmi ini untuk berbagai keperluan administrasi, mulai dari mengakses layanan publik hingga urusan perbankan. Penyebab utama keluhan ini adalah habisnya persediaan tinta di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat.

Kondisi ini tentu saja menimbulkan kekecewaan dan kesulitan bagi warga, terutama bagi mereka yang telah menempuh perjalanan jauh dari kampung halaman dengan biaya transportasi yang tidak sedikit, hanya untuk mendapati mesin pencetak KTP tidak dapat beroperasi. Ketiadaan KTP yang sah dapat menghambat berbagai hak dan kewajiban warga negara.

Kronologi Kekurangan Tinta

Kepala Dinas Dukcapil Flores Timur, Sucipto Keraf, menjelaskan bahwa kendala teknis ini terjadi ketika dirinya sedang mengambil cuti. Sebelum mengajukan cuti, ia mengaku telah memberikan instruksi kepada stafnya untuk segera melakukan pemesanan tinta dari perusahaan pemasok di Surabaya. Namun, instruksi penting tersebut tampaknya tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya.

“Sebenarnya pagu anggaran untuk pengadaan tinta masih tersedia. Saya sudah berpesan kepada staf untuk segera melakukan pemesanan, dan saya pikir sudah diproses. Namun, ternyata ada laporan bahwa tinta habis dan belum dipesan,” ujar Sucipto Keraf pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Baca Juga :  Selangkah Didepan, Program Rutin Gertak Bersih-bersih Kampung di Bintan Timur

Kesalahpahaman atau kelalaian dalam proses administrasi inilah yang berujung pada terhentinya layanan pencetakan KTP. Keterlambatan ini berdampak langsung pada ratusan warga yang antre menunggu giliran.

Solusi Cepat dan Perkiraan Normalisasi Layanan

Menyadari urgensi situasi dan dampaknya terhadap masyarakat, Sucipto Keraf segera bertindak setelah mengetahui masalah tersebut. Ia langsung mengambil langkah proaktif dengan menghubungi langsung perusahaan pemasok tinta di Surabaya untuk memproses pengadaan.

“Saya langsung menghubungi pihak pabrik tinta di Surabaya. Saat ini kami sedang menunggu pengiriman melalui jasa ekspedisi Lion Parcel. Kami perkirakan, pasokan tinta akan tiba dan pelayanan pencetakan KTP akan kembali normal pada pekan depan,” jelasnya.

Sucipto juga mengonfirmasi bahwa ketersediaan blangko e-KTP yang merupakan hibah dari Pemerintah Pusat masih mencukupi hingga akhir Desember 2025. “Per hari ini, kami masih memiliki stok blangko e-KTP sekitar 6.000 keping. Namun, tanpa tinta, sebanyak apapun blangko yang ada, tetap tidak akan bisa dicetak menjadi KTP,” tegasnya.

Baca Juga :  Laka lantas Terjadi Di Jalan Gajah Mada Dekat Southlink Sekupang

Dampak Kekurangan Tinta pada Layanan Publik

Keterbatasan tinta printer ini bukan sekadar masalah teknis kecil. Bagi warga, KTP adalah dokumen fundamental yang membuka akses terhadap berbagai layanan penting. Tanpa KTP, warga akan kesulitan untuk:

  • Mendaftar sekolah atau melanjutkan pendidikan: Syarat pendaftaran di banyak institusi pendidikan membutuhkan KTP sebagai identitas resmi.
  • Mengakses layanan kesehatan: Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan pendaftaran di fasilitas kesehatan seringkali memerlukan nomor identitas yang tertera pada KTP.
  • Membuka rekening bank atau mengajukan pinjaman: Lembaga keuangan memerlukan KTP sebagai verifikasi identitas nasabah.
  • Mengurus dokumen penting lainnya: Mulai dari akta kelahiran, surat nikah, hingga urusan perpajakan, semuanya merujuk pada KTP.
  • Memanfaatkan program bantuan sosial: Bantuan dari pemerintah seringkali disalurkan berdasarkan data kependudukan yang terverifikasi melalui KTP.

Oleh karena itu, penundaan pencetakan KTP ini secara tidak langsung dapat menghambat mobilitas sosial dan ekonomi warga Flores Timur. Harapannya, pasokan tinta segera tiba sehingga pelayanan dapat berjalan normal kembali dan masyarakat tidak lagi terhimpit oleh kendala administrasi ini.