Dekranasda Klaten Lantik Pengurus Baru: Misi Tingkatkan Kelas UMKM Melalui Kolaborasi Strategis
Pelantikan resmi pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Klaten periode 2025–2030 pada Kamis (11/12/2025) bukan sekadar sebuah seremoni formalitas. Momen ini justru menjadi penanda dimulainya sebuah era baru yang lebih dinamis dan progresif dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Klaten. Dengan komposisi kepengurusan yang kali ini secara signifikan melibatkan para pelaku industri, harapan besar menyelimuti potensi UMKM lokal untuk benar-benar “naik kelas” dan bersaing di kancah yang lebih luas.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran paradigma, di mana Dekranasda tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga pendamping semata, melainkan bertransformasi menjadi motor penggerak utama yang adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan masa bakti yang terentang selama lima tahun ke depan, fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas produk, penguatan daya saing, dan yang terpenting, membuka akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Dekranasda Pimpin Langsung Inovasi Kepengurusan
Sosok yang memimpin langsung pengukuhan dan pelantikan jajaran pengurus baru adalah Ketua Dekranasda Kabupaten Klaten, Fahrani Eka Wahyu Diana, yang akrab disapa Mbak Rani. Ia secara tegas menyatakan komitmennya untuk menerapkan pendekatan yang berbeda dari pola kepengurusan sebelumnya yang cenderung bersifat administratif.
“Kepengurusan kali ini dirancang lebih kolaboratif dan terbuka,” ujar Mbak Rani. Ia berharap Dekranasda dapat menjadi wadah pembelajaran sekaligus jejaring yang kuat bagi para pelaku UMKM. Tujuannya jelas: membantu usaha kecil berkembang secara nyata, bukan sekadar di atas kertas atau dalam wacana. Pendekatan ini diharapkan mampu mewujudkan pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan dan berdampak langsung.
Pengusaha Lokal Terintegrasi dalam Struktur Dekranasda
Salah satu terobosan paling mencolok dari kepengurusan Dekranasda Klaten periode ini adalah keterlibatan langsung para pelaku industri yang telah mapan. Dekranasda secara proaktif menggandeng pengusaha dari berbagai sektor kunci, seperti perwakilan dari Futake Indonesia yang bergerak di bidang manufaktur, serta Lurik Prasojo yang merupakan pemain utama di sektor tekstil.
Kolaborasi ini dinilai sangat strategis karena mempertemukan pengalaman industri yang kaya dengan potensi besar yang dimiliki UMKM lokal. Mbak Rani menjelaskan, “Ada yang berbeda dari susunan pengurus Dekranasda kali ini. Yaitu terlibatnya pengusaha-pengusaha yang saya yakin sudah sukses di bidang masing-masing. Dan cukup membantu usaha-usaha yang masih baru.”
Kehadiran para pengusaha dalam struktur kepengurusan ini diharapkan dapat berperan ganda: sebagai mentor yang memberikan bimbingan teknis dan manajerial, sekaligus sebagai jembatan yang membuka akses pasar bagi UMKM. Dengan demikian, para pelaku usaha kecil tidak lagi merasa berjalan sendirian dalam menghadapi tantangan bisnis.
Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Utama UMKM Naik Kelas
Mbak Rani menekankan bahwa upaya memajukan UMKM tidak dapat lagi dilakukan secara individual. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, para pengusaha, dan tentu saja, para pelaku UMKM itu sendiri, menjadi sebuah kebutuhan mutlak.
“Saat ini kita tidak bisa berjalan sendiri dalam memajukan UMKM, harus ada langkah kolaborasi agar UMKM Klaten dapat naik kelas,” tegasnya. Melalui kolaborasi ini, UMKM akan mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar berbagai aspek krusial dalam bisnis, mulai dari standar produksi yang sesuai, teknik manajemen yang efektif, hingga strategi pemasaran yang inovatif.
Lebih jauh lagi, kolaborasi akan membuka pintu akses terhadap pasar yang lebih luas dan membangun jejaring bisnis yang solid. Hal-hal inilah yang diharapkan mampu mendorong UMKM Klaten untuk tidak hanya bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki potensi untuk menembus pasar internasional.
Bupati Klaten Penuh Optimisme: Klaten Siap Kembali Bersinar
Pelantikan pengurus Dekranasda Klaten ini juga mendapatkan apresiasi penuh dari Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Beliau menilai keterlibatan para pengusaha dalam kepengurusan baru ini sebagai langkah yang sangat strategis dalam memperkuat hilirisasi produk-produk kerajinan unggulan Klaten.
Menurut Bupati Hamenang, kolaborasi lintas sektor ini akan menjadi katalisator bagi munculnya inovasi-inovasi baru dan perluasan jejaring pemasaran yang efektif. “Saya mengapresiasi pengurus Dekranasda yang baru. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk para pengusaha, akan membuka peluang baru dalam inovasi, jejaring pemasaran, serta penguatan ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Di akhir sambutannya, Mas Hamenang menyampaikan optimisme yang membuncah terhadap masa depan Kabupaten Klaten. “Dengan kerja bersama, ada saatnya Klaten akan kembali bersinar dan semakin bersinar, maju dan sejahtera untuk seluruh masyarakat,” tegasnya, menyemangati seluruh elemen yang hadir.
Pelantikan Dekranasda Klaten 2025–2030 ini sesungguhnya membawa angin segar yang signifikan bagi UMKM lokal. Formasi kepengurusan yang secara cerdas melibatkan para pengusaha menunjukkan keseriusan dan komitmen yang mendalam untuk mendorong UMKM naik kelas. Kolaborasi, sinergi, dan inovasi menjadi kata kunci yang akan menentukan arah perjalanan Dekranasda dalam lima tahun ke depan. Jika sinergi ini dapat dijaga dan dijalankan secara konsisten, bukan tidak mungkin UMKM Klaten akan benar-benar menjelma menjadi pemain kuat yang diperhitungkan di kancah nasional, bahkan global. Harapannya, dampak positif dari kemajuan ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Klaten.















