UMKM

Modal Usaha Viral: Dagang Es Kue Diduga Gelapkan Dana Hajatan

×

Modal Usaha Viral: Dagang Es Kue Diduga Gelapkan Dana Hajatan

Sebarkan artikel ini

Dedi Mulyadi Kecewa Bantuan Modal Usaha Dialihkan untuk Pesta Pernikahan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan kekecewaannya mendalam terkait penggunaan bantuan modal usaha yang telah disalurkannya. Bantuan senilai Rp 5 juta yang seharusnya digunakan untuk membangun usaha baru oleh Suderajat, yang akrab disapa Jajat, justru berencana dialihkan untuk keperluan lain, yaitu menikahkan anaknya.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa niat awalnya memberikan bantuan dana tersebut adalah untuk membantu keberlangsungan hidup Jajat melalui usaha yang lebih produktif. Ia berharap Jajat dapat beralih dari berjualan es kue yang dianggapnya tidak memerlukan modal awal yang besar, menjadi membuka usaha lain yang lebih mapan.

“Jadi duit babeh utuh? Sudah mantep gimana,” ujar KDM (sapaan akrab Dedi Mulyadi) saat menanyakan status dana tersebut, menunjukkan harapan agar uangnya benar-benar utuh untuk modal usaha.

Namun, harapan Dedi Mulyadi pupus ketika Jajat mengungkapkan rencananya untuk menggunakan dana Rp 5 juta tersebut untuk pesta pernikahan anaknya yang bernama Andi. “Gini pak buat anak saya mau kawin pak, si Andi,” ujar Jajat.

Situasi ini semakin diperjelas dengan adanya keterangan dari Ketua RW setempat yang menyebutkan bahwa anak Jajat, Andi, sebenarnya sempat disarankan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Namun, ia dilaporkan telah putus sekolah sejak Sekolah Dasar dan menolak tawaran untuk kembali bersekolah dari dinas sosial.

Dedi Mulyadi menyayangkan kondisi tersebut. Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan ditujukan untuk Jajat agar memiliki bekal hidup yang lebih baik. “Iya dibenerin aja semua. Ini babeh kalau mau dimanfaatin sekarang tuh udah bagus lho. Punya rumah baru, duit simpenan. Dengan RW lebih kaya babeh lho. Punya motor baru, tinggal manfaatin. Tapi ini kalau management gak bener, tiga bulan udah ilang semua,” tegas Dedi Mulyadi, menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengonfirmasi bahwa sistem berjualan es kue yang dijalani Jajat ternyata tidak memerlukan modal. “Mau dagang dulu besok dagang es kue,” kata Jajat. Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi menegaskan, “Berarti es kue gak pakai modal dong. Uang Rp 5 juta itu utuh,”. Sistem yang dijalankan Jajat adalah sistem setoran, di mana ia tidak perlu mengeluarkan modal di muka.

Baca Juga :  Waralaba Lokal: Potensi Eksis, Peluang Mengembang

Mendengar niat Jajat menggunakan uang bantuan untuk pesta pernikahan, Dedi Mulyadi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menggelengkan kepala dan kembali menegaskan, “Beh, saya ngasih tuh buak bekal babeh bukan buat anak. Orang kan simpati sama babeh, bukan sama anak. Buat kehidupan babeh,”. Ia menyarankan agar dana tersebut digunakan untuk membuka usaha baru yang lebih menjanjikan, seperti membuka warung, atau bahkan mempertimbangkan opsi lain seperti anaknya yang bisa menjadi mitra ojek daring. “Kita nyaranin nih sama babeh, misal jualan es kue kan harus jalan jauh, kalau buka warung laku gak. Atau anaknya bisa jadi gojek?” usul Dedi Mulyadi.

Suderajat Ungkap Kekecewaan Tak Mendapat Mobil dari Kapolres Metro Depok

Di sisi lain, Suderajat (49), yang dikenal sebagai penjual es gabus, sempat mengungkapkan kekecewaannya atas bantuan yang diterimanya pascakejadian kontroversial. Ia mengaku kecewa hanya menerima sebuah sepeda motor dari Kapolres Metro Depok, padahal ia berharap mendapatkan sebuah mobil. Pengakuannya ini bahkan sempat mengejutkan Dewi Perssik dan para host dalam sebuah acara televisi.

Saat menjadi bintang tamu di acara “Pagi Pagi Ambyar”, Suderajat menceritakan bahwa ia telah berjualan es kue selama puluhan tahun. “Sudah 30 tahun jualan, yang bikin bos saya di Depok. Berangkat jam 5 subuh, sampe sekolah di Kemayoran jam 7,” ujarnya.

Ia kemudian merinci kronologi kejadian yang membuatnya menjadi sorotan. Saat itu, seorang anak perempuan membeli dagangannya. Menurut Suderajat, anak tersebut baru pertama kali membeli es kue darinya. “Anaknya polisi cewek beli, terus dibejek-bejek, kata dia dari spons bedak,” tutur Suderajat, menceritakan tuduhan bahwa dagangannya palsu. Padahal, Suderajat sudah berusaha meyakinkan anak tersebut bahwa es kuenya asli.

Baca Juga :  Dekranasda Klaten 2025-2030: Momentum Baru UMKM Bangkit

Setelah kejadian tersebut, Suderajat mengaku didatangi oleh beberapa oknum aparat yang langsung menginterogasinya. “Datang 10 orang, saya ditonjok, ‘ngaku gak lu, ngaku gak lu’. Saya udah ngomong, tapi budek dia,” katanya dengan nada kesal. Ia merasa tidak adil karena sudah berjualan di lokasi yang sama selama 10 tahun tanpa ada keluhan sebelumnya. “Sudah jualan di tempat itu 10 tahun, anaknya itu baru pertama kali beli,” tambahnya.

Suderajat kemudian dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan es kuenya pun turut diuji. “Dibawa ke kantor polisi, baru dipulangin jam 3 subuh. Es nya dites, ternyata asli. Terus pada minta maaf ke saya, sampe sujud di kaki,” ungkapnya.

Dalam kesehariannya, Suderajat mengklaim bisa membawa pulang keuntungan sekitar Rp 200 ribu. “Harga es Rp 2.000 dari sananya (modal) Rp 500, habis 150 buah. Setor Rp 75 ribu, bisa bawa pulang Rp 300 ribu sehari,” jelasnya. Namun, pascakejadian tersebut, Suderajat mengaku masih belum berani berjualan lagi karena merasa takut dibuntuti atau bahkan dibunuh.

Ketika ditanya mengenai banyaknya bantuan yang diterima, Suderajat hanya menjawab, “Alhamdulillah.”

Ryan Ibram kemudian menyinggung soal motor pemberian Kapolres. “Kemarin Pak Kapolres Metro sudah datang ke rumah Pak Suderajat, dapet motor katanya Pak, ya?,” tanya Ryan. Di sinilah Suderajat mengungkapkan kekecewaannya. “Saya tadinya mau minta mobil, tapi dapetnya motor,” jawabnya, yang sontak membuat para host terkejut.

“Kenapa jadi minta mobil?,” tanya Ryan Ibram lagi. Suderajat beralasan, “Mobil kan buat jalan-jalan sama keluarga. Maunya mobil, taunya dapetnya motor.” Ketika ditanya siapa yang akan menyetir, Suderajat menjawab bahwa ia akan menyetir bersama anaknya.

Menanggapi hal tersebut, Dewi Perssik mengingatkan Suderajat untuk tetap bersyukur atas rezeki yang telah diterimanya. “Alhamdulillah, kalau bersyukur nanti rezeki lain datang lagi,” ucap Dewi Perssik dengan senyuman.