Di tengah hiruk pikuk Kota Kembang, Bandung, sebuah bengkel kerja memancarkan aroma khas kulit samak yang berpadu dengan deru mesin amplas dan ketukan palu. Di sinilah Tegep Boots, sebuah merek sepatu legendaris yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1996, mengukir jejaknya. Bagi Etnawati Melani, sang pemilik, Tegep Boots lebih dari sekadar alas kaki; ia adalah sebuah karya seni yang hidup, memiliki “nyawa” tersendiri.
Kisah Tegep Boots berawal dari tangan dingin almarhum Tegep Oktaviansyah. Bisnis ini lahir saat sang pendiri masih berstatus mahasiswa di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB). Berawal dari sebuah tugas akhir yang mengharuskannya membuat tas golf berbahan kulit, kecintaan Tegep pada dunia otomotif, khususnya motor Inggris, mendorongnya untuk menciptakan perlengkapan berkendara yang tak hanya fungsional, tetapi juga artistik.
“Dulu almarhum sangat hobi bermotor dan mengoleksi sepatu bot dari luar negeri. Kemudian muncul pemikiran, mengapa tidak mencoba membuatnya sendiri? Awalnya, kami menggunakan label ‘Clubman’, hingga akhirnya seorang dosen pembimbing menyarankan untuk menggunakan namanya sendiri, Tegep,” kenang Etnawati dengan penuh haru saat berbincang pada sebuah program di Kementerian UMKM beberapa waktu lalu.
Tegep Boots memilih jalur artisan yang sunyi namun penuh makna. Mereka secara sadar mengincar pasar yang spesifik, namun memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Kekuatan utama Tegep Boots terletak pada sentuhan tangan yang presisi. Setiap helai kulit dipotong, diamplas, hingga diwarnai dengan proses yang sepenuhnya manual.
Lebih dari sekadar proses manual, kulit-kulit tersebut seringkali mendapatkan perlakuan khusus yang menjadikannya unik. Mulai dari teknik tato, lukis, hingga embos, semua diaplikasikan untuk memberikan “nyawa” pada setiap produk yang dihasilkan. Inilah yang membedakan Tegep Boots dari produk alas kaki lainnya.
Evolusi dan Diversifikasi Produk
Tegep Boots tidak hanya setia pada desain-desain abadi yang terinspirasi dari gaya punk atau riding yang tahan lama. Merek ini juga secara konsisten melakukan diversifikasi produk. Dari awalnya hanya fokus pada sepatu, bisnis ini kemudian merambah ke pembuatan jaket kulit, rompi, hingga jok motor custom.
Bahkan, Tegep Boots pernah menjelajahi ranah modifikasi sasis dan tangki motor melalui lini sub-brand bernama Kamraj. Lini ini kini kembali dihidupkan oleh anak kedua Tegep, menunjukkan semangat regenerasi yang kuat dalam bisnis keluarga ini.
Inovasi Bahan Baku: Dari Kulit Premium hingga Material Vegan
Kunci ketahanan dan relevansi Tegep Boots dalam persaingan pasar juga terletak pada inovasi bahan baku. Selain menggunakan kulit sapi premium yang berkualitas tinggi, Tegep Boots mulai merambah penggunaan kulit eksotis yang semakin menambah nilai eksklusivitas produk mereka. Kulit-kulit eksotis ini meliputi kulit ular, buaya, ikan pari, hingga ikan arapaima.
Menyadari tren global yang semakin mengarah pada produk ramah lingkungan, Etnawati kini juga tengah giat mengeksplorasi penggunaan material vegan. Inisiatif ini mencakup pemanfaatan kulit kayu dan limbah denim sebagai alternatif bahan baku. “Saat ini di Eropa, mereka lebih menyukai produk yang berasal dari material vegan,” ungkap Etnawati.
Menembus Pasar Global dan Visi Masa Depan
Dedikasi pada kualitas, seni, dan inovasi telah membawa Tegep Boots menembus pasar internasional. Etnawati dengan bangga menyatakan bahwa produk-produk mereka telah berhasil diekspor ke berbagai negara, termasuk Prancis, Inggris, Rusia, dan Amerika Serikat.
Setelah berhasil menancapkan kukunya di pasar Eropa dan Amerika, Etnawati kini memiliki target baru: pasar Timur Tengah. Negara-negara seperti Qatar dan Riyadh di Arab Saudi menjadi incaran utama. Potensi pasar di kawasan ini dinilai sangat menjanjikan, mengingat hasil riset pasar mendalam menunjukkan bahwa konsumen di sana menyukai produk-produk yang memiliki sentuhan mewah atau “bling-bling”.
Selain menjangkau pasar internasional, Tegep Boots juga kerap mendapatkan pesanan khusus dari institusi kepolisian. Pesanan ini meliputi pembuatan sepatu untuk polisi lalu lintas dan unit Sabhara, menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap kualitas dan daya tahan produk mereka.
Ke depannya, Etnawati memiliki visi yang jelas untuk kelangsungan Tegep Boots. Ia berencana untuk mewariskan bisnis legendaris ini kepada kedua anaknya, memastikan bahwa semangat seni, keahlian artisan, dan inovasi akan terus hidup dan berkembang di generasi mendatang.
















