Trending

Denada: ‘Always Love You’ Formalitas? Ressa: 24 Tahun Terlantar

×

Denada: ‘Always Love You’ Formalitas? Ressa: 24 Tahun Terlantar

Sebarkan artikel ini

Sengketa Warisan Kasih Sayang: Ressa Rizky Rossano Gugat Denada, Klaim Penelantaran Selama 23 Tahun

Hubungan yang seharusnya harmonis antara penyanyi Denada dan pemuda yang mengaku sebagai putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, kini tengah dilanda badai perseteruan. Pihak Denada berupaya meredakan tensi dengan mengirimkan pesan bernuansa kasih sayang, namun tanggapan dari pihak Ressa justru menilai upaya tersebut sebagai manuver pembelaan diri di tengah gugatan hukum yang telah dilayangkan.

Ressa Rizky Rossano, saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 31 Januari 2026, mengungkapkan bahwa Denada memang sempat mengirimkan pesan singkat kepadanya. Pesan tersebut berbunyi, “Apapun yang terjadi, Always Love You.” Namun, Ressa merasa pesan manis itu sangat kontras dengan kenyataan pahit yang ia alami selama dua dekade terakhir, sebuah rentang waktu yang diyakininya sebagai periode penelantaran.

Komunikasi yang Dianggap Terlambat dan Tidak Tulus

Menanggapi pesan cinta yang dilayangkan Denada, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, memberikan tanggapan yang tegas. Menurutnya, pesan singkat tersebut tidak dapat menghapus fakta bahwa selama 23 tahun terakhir, tidak pernah terjalin komunikasi yang intens layaknya hubungan ibu dan anak.

“Pihak Tergugat mendalilkan sudah terjalin komunikasi baik selama bertahun-tahun. Itu bohong! Dia baru berkomunikasi setelah ada gugatan ini. Kalau memang pernah ada komunikasi sebelumnya, tunjukkan buktinya!” seru Ronald Armada dengan nada meyakinkan.

Baca Juga :  Ressa: Satu Permintaan Mudah, Akui Aku Langsung dari Mulutmu

Ronald Armada berpandangan bahwa narasi “kasih sayang” yang coba dibangun oleh pihak Denada saat ini hanyalah sebuah mekanisme pertahanan diri atau defense mechanism. Tujuannya, kata Ronald, adalah untuk menciptakan citra yang baik di mata publik dan terkesan tidak bersalah dalam kasus ini.

Bukti Akta Kelahiran dan Panggilan ‘Mbak’ Menguatkan Dugaan Penelantaran

Tim hukum Ressa juga membeberkan serangkaian fakta mengejutkan yang semakin memperkuat dugaan adanya penelantaran. Andika Meigista, salah seorang rekan dalam tim hukum Ronald, menyoroti kebiasaan Ressa dalam memanggil Denada selama ini.

“Kalau memang ada kasih sayang sejak awal, mana mungkin Ressa memanggil ibunya sendiri dengan sebutan ‘Mbak’? Itu saja sudah menunjukkan jarak yang luar biasa,” ujar Andika, menekankan betapa tidak lazimnya seorang anak memanggil ibunya dengan sebutan tersebut jika hubungan mereka dekat.

Lebih lanjut, Ronald Armada mengungkapkan fakta yang lebih mencengangkan terkait identitas Ressa dalam dokumen negara. Ia membeberkan bahwa nama Denada sebagai ibu kandung tidak tercantum dalam akta kelahiran Ressa.

“Kenapa akta kelahiran Ressa itu atas nama kakeknya, Didurosa Noerhansah? Itu faktanya. Dia seolah ‘dibuang’ secara administratif demi kepentingan sekolah karena ibunya tidak mau muncul,” tegas Ronald, menyiratkan adanya upaya untuk menutupi keberadaan Denada demi kelancaran urusan administrasi Ressa.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak 1 Februari 2026: Leo Penuh Tantangan, Aries & Pisces Tenang

Klaim Nafkah Dibantah Keras, Kondisi Ressa Memprihatinkan

Pihak Ressa juga secara tegas membantah klaim yang dilontarkan oleh kuasa hukum Denada. Klaim tersebut menyebutkan bahwa kliennya masih memberikan biaya hidup kepada Ressa hingga Januari 2024. Ronald Armada justru menyatakan bahwa kondisi ekonomi Ressa sangat memprihatinkan akibat dari pengabaian yang ia alami.

“Kalau dia bilang membiayai, faktanya Ressa ini sekolahnya putus! Mobil yang diberikan untuk dia kerja tarik Grab pun tidak dicicil pembayarannya sampai akhirnya ditarik paksa oleh leasing. Itulah yang membuat Ressa terpuruk,” papar Ronald, menggambarkan kesulitan hidup yang dihadapi Ressa.

Gugatan Tetap Lanjut, Tantangan untuk Pertemuan Langsung

Menutup wawancara, pihak Ressa Rizky Rossano menegaskan bahwa mereka akan tetap melanjutkan gugatan hukum yang telah dilayangkan. Mereka juga secara terbuka menantang Denada untuk melakukan pertemuan langsung, “muka per muka,” guna menyelesaikan permasalahan ini secara jernih dan terbuka, bukan melalui pesan singkat yang terkesan defensif.

“Saya akan memenangkan gugatan ini. Saya mengejar ini karena dia telah melakukan penindasan terhadap kehormatan keluarga yang membesarkan Ressa!” pungkas Ronald Armada, menunjukkan tekad kuat timnya untuk memperjuangkan hak Ressa.