Berita

Diduga 7 Tahun Urus Tanah di Gunung Kijang Tak Beres, Korban Akui Hilang Kepercayaan

×

Diduga 7 Tahun Urus Tanah di Gunung Kijang Tak Beres, Korban Akui Hilang Kepercayaan

Sebarkan artikel ini
Ket Foto : Tampak salah satu bagian lokasi lahan di Kecamatan Gunung Kijang yang disinyalir waktu diurus pelaku S tak beres serta tidak sesuai seperti yang diharapkan korban.

Alreinamedia.com – Bintan, Program Pemerintah memberikan kemudahan mendapatkan bukti kepemilikan atas lahan dalam beberapa tahun terakhir bikin lega masyarakat. Istilah sertifikat tanah merupakan sebuah surat yang bernilai sakral.

Terlepas dari hal diatas, Korban kepengurusan tanah kembali terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Kali ini, Menimpa seorang warga yang sudah Lanjut Usia (Lansia) berinisial SW (66). Diketahui awak media ketika datang ke kediamannya hari ini.

Menurutnya tepat pada pukul 12.55 Wib tadi siang hari di kawasan Kecamatan Bintan Timur, Ada sekitar tujuh tahun lamanya si pelaku S yang sempat mengurus surat tanahnya tidak kunjung selesai atau siap, Rabu (14/05/2025).

Bahkan, Kini salah satu anaknya yang mengurus surat lahan tersebut berada di daerah Desa Gunung Kijang setelah melalui berbagai macam problematika saat berhadapan dengan S. Demikian, Pengakuan secara singkat SW yang akhirnya tidak percaya lagi dengan bersangkutan S.

Baca Juga :  KKP Genjot Penanganan 38 Kasus Pidana Catur Wulan I 2020

Senada dengan apa yang terjadi, Satu orang anggota masyarakat asal Kelurahan Sungai Lekop bernama Lelo Polisa Lubis di tempat terpisah ikut membenarkan sembari angkat bicara bahwa dirinya pernah diajak ke Polres Bintan terkait persoalan dimaksud.

” Iya, Saya dulu diajak S pergi ke Bintan Buyu. Tentu, Awalnya berpikir positif dia benar-benar membantu mengurus surat tanah orang. Namun, Dengan adanya kabar diduga tak beres/tak selesai sebagai mana mestinya, Sangat tidak menyangka saja, ” Ujar Lelo dalam menjawab konfirmasi.

Masih sambungnya via komunikasi tatap muka seraya menutup percakapan, Ia kenal dengan pelaku dan hanya mengingatkan agar introspeksi diri ke belakang. Artinya, Berbenah supaya jangan mengulang lagi perbuatan serupa kedepannya (Bersambung).