Lokal

DKI Kalang Kabut: Rano Karno Usul 1.200 PJLP Atasi Jalan Rusak

×

DKI Kalang Kabut: Rano Karno Usul 1.200 PJLP Atasi Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini

Tantangan Berat Perbaikan Jalan Jakarta: Kekurangan Personel dan Ancaman Musim Hujan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menghadapi tantangan serius dalam menangani kerusakan jalan di ibu kota. Minimnya jumlah petugas lapangan di Dinas Bina Marga menjadi salah satu kendala utama, diperparah oleh gelombang pensiun yang dialami oleh ratusan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dalam waktu bersamaan. Situasi ini semakin krusial mengingat musim hujan yang kerap memperparah kondisi infrastruktur jalan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengakui bahwa kebutuhan akan personel tambahan sangat mendesak. Ia mengungkapkan bahwa Dinas Bina Marga idealnya membutuhkan tambahan hingga 1.200 PJLP untuk dapat mengejar target perbaikan infrastruktur jalan secara optimal.

Kekurangan Personel: Beban Ganda bagi Dinas Bina Marga

Saat ini, jumlah PJLP yang bertugas di Dinas Bina Marga hanya berkisar seribu orang. Angka ini dinilai sangat tidak sebanding dengan luasnya wilayah Jakarta dan banyaknya ruas jalan yang membutuhkan penanganan, terutama akibat dampak curah hujan yang tinggi.

“Sekarang ini memang kita juga baru saja mengumumkan ternyata PJLP yang ada di Bina Marga terasa kurang jumlahnya, karena sekarang ini sudah hampir mungkin 125 orang masuk masa pensiun,” ujar Rano Karno saat ditemui di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Petugas Diminta Cek Retribusi & Izin Penimbunan Lahan di Kalang Tua Sei Enam

Ia menambahkan, dengan hanya seribu personel yang tersebar di seluruh penjuru Jakarta, tugas perbaikan jalan menjadi pekerjaan yang sangat berat dan tidak mudah. “Bisa bayangkan, 1.000 orang memencar di semua Jakarta, ini bukan pekerjaan mudah,” tegasnya.

Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa ratusan PJLP akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat, yang semakin memperburuk defisit tenaga kerja di lapangan.

Usulan Penambahan 1.200 PJLP: Upaya Optimalisasi Perbaikan Jalan

Menyadari urgensi situasi ini, Kepala Dinas Bina Marga telah mengajukan permohonan resmi kepada Pemprov DKI Jakarta untuk penambahan personel. Usulan ini dinilai sangat beralasan dan mendesak untuk dilakukan.

“Kemarin, Kadis Bina Marga juga memohon kepada kita untuk ditingkatkan jumlah PJLP-nya. Sangat layak, sangat layak sekali,” kata Rano Karno.

Menurutnya, penambahan sekitar 1.200 PJLP merupakan jumlah minimal yang dibutuhkan agar proses perbaikan jalan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Dengan tambahan personel tersebut, diharapkan Dinas Bina Marga dapat lebih sigap dalam merespons laporan kerusakan jalan dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Kalau kita bisa 1.200 orang saja untuk Bina Marga, mungkin itu sebetulnya minimal. Salah satu tujuannya untuk bisa mengejar itu, perbaikan jalan,” tuturnya.

Baca Juga :  Dua Bulan Pasca-Banjir, Kutablang Lumpuh Pengungsi

Faktor Cuaca: Kendala Signifikan dalam Perbaikan Jalan Permanen

Selain isu kekurangan personel, faktor cuaca menjadi sorotan utama sebagai kendala signifikan dalam upaya perbaikan jalan di Jakarta. Rano Karno menjelaskan bahwa pengaspalan permanen belum dapat dilakukan selama hujan masih sering turun.

“Yang sekarang ini memang pengaspalannya sementara. Sifatnya sementara. Karakter aspal yang kita punya, kalau kena air tidak ada yang merekat kuat,” jelasnya.

Hal ini berarti bahwa perbaikan yang dilakukan selama musim hujan cenderung bersifat sementara dan rentan rusak kembali ketika hujan kembali mengguyur. Oleh karena itu, perbaikan permanen baru dapat dioptimalkan setelah musim hujan berakhir.

“Yang paling ideal adalah setelah nanti masa selesai hujan, itu harus dilapis semua supaya tidak terjadi kerusakan,” pungkasnya.

Upaya perbaikan jalan yang optimal memerlukan kombinasi antara ketersediaan personel yang memadai dan kondisi cuaca yang mendukung. Dengan adanya rencana penambahan personel dan strategi penanganan yang tepat pasca-musim hujan, diharapkan kondisi infrastruktur jalan di Jakarta dapat terus ditingkatkan demi kenyamanan dan keselamatan warga ibu kota.