Tunggal putri Indonesia, Fitriani, berhasil melaju ke babak kedua dalam BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 setelah mengalahkan pebulutangkis Hong Kong, Cheung Ngan Yi. Fitriani lolos usai menundukkan Cheung 21-16, 16-21, dan 21-15.Pada gim pertama, Firiani berhasil tampil mulus dengan melesat jauh meninggalkan sang lawan dengan skor 12-7. Ia tak terbendung dan terus melaju hingga akhirnya meraih kemenangan dengan skor 21-16.
Pada gim kedua, pertandingan malah berbalik dan dikuasai penuh oleh Cheung, yang sempat unggul jauh dengan skor 13-8. Kendati mendapat perlawanan ketat dari Fitriani, pebulutangkis asal Hong Kong tersebut berhasil menutup gim kedua dengan kemenangan dengan skor 21-16.
Pada gim ketiga, Fitriani kembali bangkit dan menemukan celah untuk mengungguli sang lawan. Pada saat interval, dirinya berhasil unggul jauh dengan skor 11-4. Meski berada di atas angin, Fitriani sempat lengah sehingga Cheun menipiskan skor menjadi 16-14. Meski demikian, Fitriani berhasil menutup laga dengan skor 21-15.
“Saya main di tengah dulu karena ada angin kencang di lapangan tengah, jadi tidak bisa pukul ke pinggir. Jadi, saya lebih bisa dorong bola, nggak ragu-ragu karena kalah angin. Pada gim kedua, saya menang angin jadi bingung. Saya dorong, bola gampang out. Lawan juga mulai percaya diri karena menekan saya. Pada gim ketiga saya main lebih sabar, jadi lebih fokus dulu,” ujar Fitriani kepada pewarta di Media Centre Plenary Hall, Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).
“Tadi pada gim kedua saya lebih banyak mati sendiri, bola sering out, saya juga buru-buru. Lawan jadi lebih berani menyerang. Kalau stamina jadi lumayan capek, tapi saya berusaha kuat dan berjuang semaksimal mungkin pada game ketiga,” sambungnya.
Kemenangan ini mengantar Fitriani ke babak kedua dan akan bertemu dengan jagoan Korea Selatan, Sun Ji-Hyun, yang merupakan unggulan kelima. Ia mengikuti jejak tunggal putri lainnya, Gregoria Mariska, yang lebih dulu lolos setelah mengalahkan Chen Yufei asal China. Mereka berdua menjadi andalan Indonesia di sektor tunggal putri.
Di sisi lain, dua tunggal putri Indonesia lainnya, yakni Hanna Ramadini dan Dinar Dyah Ayustine, gagal melangkah ke babak selanjutnya. Dinar kalah dari Sun Ji-Hyun, sedangkan Hanna takluk dari wakil Malaysia, Beiwen Zhang.
Sementara itu, pebulutangkis asal Spanyol, yang merupakan unggulan kedua di tunggal putri, Carolina Marin tersingkir.
Marin, yang bertanding melawan pebulutangkis China, Chen Xiaoxin, kalah tiga gim 12-21, 21-10, dan 20-22. Ia takluk setelah bertarung sekitar satu jam.
Bagi Marin sendiri, kekalahan ini terbilang mengecewakan. Beberapa hari lalu, ia mengatakan bahwa targetnya di Indonesia Open kali ini adalah menjadi juara.
















