Olahraga

Gaji Wasit Serie A: Sekali Pimpin, Dua Motor Premium Terbeli!

×

Gaji Wasit Serie A: Sekali Pimpin, Dua Motor Premium Terbeli!

Sebarkan artikel ini

Gaji Wasit Serie A: Mengungkap Angka di Balik Keputusan Kontroversial

Perdebatan mengenai profesionalisme wasit di sepak bola Italia kembali memanas. Isu ini mencuat setelah pelatih Juventus, Luciano Spalletti, melontarkan kritik tajam usai laga timnya melawan Lazio. Spalletti merasa kepemimpinan wasit Marco Guida dalam pertandingan tersebut merugikan Juventus, terutama terkait dugaan pelanggaran di kotak penalti yang luput dari perhatian wasit.

Spalletti menyatakan, “Wasit adalah satu-satunya di antara 23 orang di atas lapangan yang tidak menjalani pekerjaan sebagai seorang profesional.” Ia berpendapat bahwa status wasit harus diubah demi kemajuan olahraga ini. “Menurut pendapat saya, hal itu harus diubah karena mereka terlalu penting untuk olahraga ini. Ketika wasit pulang ke rumah di malam hari, dia harus berpikir apakah ingin terus melanjutkan ini atau tidak, berusaha menyeimbangkan dengan pekerjaan lainnya. Kondisi itu tidak benar jika Anda mempertimbangkan seberapa pentingnya wasit. Saya yakin soal ini, wasit harus menjadi seorang profesional.”

Komentar Spalletti menyoroti fakta bahwa di Italia, kebanyakan wasit memiliki pekerjaan sampingan di luar profesi pengadil lapangan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai fokus dan dedikasi penuh mereka terhadap tugas utama. Spalletti menekankan bahwa seorang wasit seharusnya bekerja secara eksklusif sebagai pengadil pertandingan, tanpa memiliki mata pencaharian lain yang dapat mengalihkan perhatian atau mempengaruhi independensi mereka.

Menanggapi seruan untuk meningkatkan profesionalisme dan transparansi, media Italia, La Gazzetta dello Sport, akhirnya mengungkap besaran bayaran yang diterima oleh para wasit di Serie A. Angka-angka yang terungkap menunjukkan bahwa para pengadil lapangan ini menerima kompensasi yang cukup menggiurkan, meskipun status mereka belum sepenuhnya profesional.

Baca Juga :  Setelah Lepas Penat, Persik Kediri Beri Libur 1 Minggu Sebelum Misi Salip Persebaya Surabaya

Rincian Bayaran Wasit Serie A:

  • Pertandingan Serie A: Seorang wasit utama memimpin satu pertandingan Serie A berhak mendapatkan bayaran sebesar 4.000 euro sebelum dipotong pajak. Jika dikonversikan ke dalam Rupiah, angka ini setara dengan sekitar Rp80 juta. Nominal ini bahkan cukup untuk membeli satu unit motor kelas premium di Indonesia, seperti Honda Forza yang dibanderol sekitar Rp76,5 juta, atau bahkan dua unit Yamaha NMax Turbo yang masing-masing seharga Rp38,6 juta, dengan sisa kembalian.

  • Pertandingan Serie B: Untuk pertandingan di kasta kedua, Serie B, bayaran yang diterima wasit adalah setengah dari yang mereka terima di Serie A, yaitu sekitar 2.000 euro.

  • Wasit VAR (Video Assistant Referee): Teknologi VAR telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola modern. Wasit yang bertugas di ruang VAR untuk pertandingan Serie A menerima bayaran sebesar 1.700 euro. Sementara itu, untuk pertandingan Serie B, bayaran wasit VAR adalah 800 euro.

  • Ofisial Keempat: Posisi ofisial keempat, yang bertugas di pinggir lapangan untuk membantu wasit utama, mendapatkan bayaran antara 200 hingga 500 euro per pertandingan.

  • Asisten Wasit: Para asisten wasit, yang memiliki peran krusial dalam mengambil keputusan di garis tepi lapangan, menerima bayaran yang lebih bervariasi, berkisar antara 600 hingga 1.400 euro per pertandingan.

  • Asisten Wasit VAR: Sama halnya dengan wasit VAR, asisten wasit yang membantu di ruang VAR juga mendapatkan kompensasi. Di Serie A, mereka dibayar 800 euro, sedangkan di Serie B, bayaran mereka adalah 400 euro.

Baca Juga :  Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

Jaminan Gaji Tahunan dari AIA

Selain bayaran per pertandingan, para wasit di Italia juga mendapatkan jaminan gaji tahunan yang signifikan dari AIA (Associazione Italiana Arbitri) atau Asosiasi Wasit Italia. Struktur gaji tahunan ini dirancang untuk memberikan stabilitas finansial kepada para pengadil lapangan, terlepas dari jumlah pertandingan yang mereka pimpin.

  • Wasit dengan Pengalaman Kurang dari 50 Pertandingan: Wasit yang memiliki pengalaman memimpin kurang dari 50 pertandingan dijamin menerima gaji tahunan sebesar 30.000 euro. Angka ini setara dengan sekitar Rp600 juta, memberikan dasar finansial yang kuat di awal karier mereka.

  • Wasit dengan Pengalaman 50 Pertandingan atau Lebih: Bagi wasit yang telah membuktikan pengalamannya dengan memimpin 50 pertandingan atau lebih, jaminan gaji tahunan mereka meningkat menjadi 60.000 euro, atau sekitar Rp1,2 miliar. Ini mencerminkan penghargaan atas dedikasi dan pengalaman yang telah mereka kumpulkan.

  • Wasit Internasional: Wasit yang telah mencapai status internasional mendapatkan jaminan gaji tahunan yang paling menggiurkan, yaitu sebesar 90.000 euro. Dalam Rupiah, angka ini mencapai sekitar Rp1,8 miliar, menempatkan mereka dalam kategori profesional dengan kompensasi yang sepadan dengan prestise dan tanggung jawab yang mereka emban di kancah global.

Dengan rincian bayaran ini, terungkap bahwa profesi wasit di Italia, meskipun belum sepenuhnya dianggap profesional oleh sebagian pihak, menawarkan potensi penghasilan yang tidak dapat diremehkan. Namun, perdebatan mengenai apakah bayaran ini sudah memadai untuk menuntut profesionalisme penuh dan independensi mutlak dari segala bentuk tekanan, masih akan terus berlanjut.