Misteri Kematian Prada Yansen: Dugaan Pembunuhan Menguat dengan Penemuan Gubuk Eksekusi
Kasus kematian Prada Yenjelmus Valeri Vatman, yang akrab disapa Prada Yansen, anggota TNI Yonif 744 SYB, pada 15 September 2024 di Baukoek, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, semakin mengarah pada dugaan pembunuhan. Kematian yang awalnya diduga akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kini diselimuti kejanggalan yang mendalam, diperkuat dengan penemuan sebuah gubuk yang diduga kuat sebagai lokasi eksekusi korban.
Penemuan krusial ini dilakukan oleh Ribka, kuasa hukum keluarga almarhum Prada Yansen. Investigasi yang dilakukannya terbilang cepat dan patut diapresiasi, memberikan secercah harapan bagi keluarga untuk menemukan kebenaran di balik tragedi ini. Ribka sendiri bukan nama baru dalam kasus-kasus yang melibatkan anggota TNI, ia juga merupakan pengacara keluarga Prada Lucky Namo, yang tewas akibat penganiayaan oleh seniornya, dan kasusnya kini tengah bergulir di Pengadilan Militer Kupang.
“Sukses untuk Ibu Ribka dan Tim yang telah menemukan gubuk yang diduga tempat Prada Yansen dibunuh. Sebuah investigasi super cepat yang patut diapresiasi. Semoga dengan penemuan gubuk ini, pelakunya bisa terungkap. Keluarga almarhum Prada Yansen mendapatkan harapan besar dari Ibu Ribka dan Tim atas terungkapnya kasus ini,” tulis seorang pegiat media sosial, Buang Sine, di akun Facebook-nya.
Kasus kematian Prada Yansen ini juga turut menyeret nama Y Letda Achmad Thariq Al Qindi Singajuru, S.Tr. (Han), yang akrab disapa Singajuru. Ia diketahui merupakan terdakwa dalam kasus pembunuhan Prada Lucky Namo. Nama Singajuru bahkan disebut secara terang-terangan oleh ibunda Prada Lucky usai persidangan kasus anaknya.
Media ini berhasil menghimpun setidaknya tujuh kejanggalan mencolok terkait kematian Prada Yansen, yang semakin memperkuat dugaan adanya unsur pidana:
Tujuh Kejanggalan dalam Kasus Kematian Prada Yansen
- Hambatan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP): Saat almarhum ditemukan, petugas Polantas yang tiba di lokasi kejadian tidak dapat melakukan olah TKP. Mereka menghadapi massa dari batalyon yang diduga menghalangi proses penyelidikan awal.
- Penyitaan Ponsel Almarhum oleh Intel: Ponsel milik almarhum diamankan oleh anggota intel, bukan diserahkan kepada pihak berwenang atau keluarga. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai upaya penyembunyian bukti atau informasi penting.
- Evakuasi Jenazah Tanpa Olah TKP: Evakuasi jenazah dilakukan tanpa didahului olah TKP. Padahal, olah TKP merupakan langkah fundamental dan krusial dalam setiap proses penyelidikan kasus kematian yang mencurigakan.
- Penangkapan dan Penganiayaan Saksi Potensial: Anak-anak muda yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian dijemput paksa, bahkan dipukuli, dan dituduh sebagai pelaku. Padahal, mereka tidak bersalah. Polisi pada akhirnya menolak menerima mereka sebagai saksi karena tindakan tersebut jelas ilegal dan melanggar hukum.
- Permintaan Maaf Adat untuk Saksi yang Disiksa: Orang-orang yang tidak bersalah dan telah mengalami penyiksaan tersebut kemudian dikembalikan kepada keluarga masing-masing dengan permintaan maaf secara adat. Hal ini menunjukkan adanya pengakuan atas kesalahan penanganan awal kasus.
- Kasus Tenggelam Tanpa Kejelasan: Kasus ini seolah ‘tenggelam’ begitu saja tanpa adanya saksi yang jelas dan pelaku yang teridentifikasi secara pasti. Hilangnya jejak investigasi awal menjadi sorotan.
- Luka yang Tidak Sesuai Luka Kecelakaan: Luka yang ditemukan di tubuh almarhum tidak menyerupai luka akibat kecelakaan lalu lintas biasa. Terdapat bekas pukulan dan memar yang signifikan di area kepala dan tubuh, mengindikasikan adanya kekerasan fisik.
Menanggapi upaya hukum yang ditempuh oleh keluarga Prada Yansen, Pasi Intel Yonif 744 yang dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada Danyonnya. Saat ini, personel dari Yonif 744 dilaporkan sedang berada di luar markas dan menjalani latihan untuk penugasan ke Papua. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri mengenai kelancaran investigasi lebih lanjut terkait kasus yang semakin kompleks ini. Penemuan gubuk eksekusi menjadi titik balik penting yang diharapkan dapat mengungkap tabir misteri di balik kematian Prada Yansen.















