Local

Guru di Kangae Sikka Meninggal Dunia Sebelum Pernikahan Bulan Depan

×

Guru di Kangae Sikka Meninggal Dunia Sebelum Pernikahan Bulan Depan

Sebarkan artikel ini

Kehidupan dan Kematian YA, Guru yang Akan Menikah Bulan Depan

YA (34), seorang guru laki-laki di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia karena diduga mengakhiri hidupnya. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa korban akan menikah bulan depan, tepatnya pada Juni 2026.

Persiapan Pernikahan yang Sudah Dimulai

Dari sumber keluarga korban, diketahui bahwa YA dan calon istrinya telah mempersiapkan pernikahan selama beberapa bulan terakhir ini. Mereka tampak antusias dalam merencanakan hari bahagia mereka. Namun, nasib berkata lain, dan kejadian tragis ini mengubah segalanya.

Kejadian Meninggalnya YA

Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno melalui Kasie Humas Polres Sikka, Ipda Leo Tunga menjelaskan bagaimana YA ditemukan pertama kali oleh kakak iparnya dan kakak kandungnya dalam keadaan tergantung di dalam kamar, pada Minggu (12/4/2026) sore. Korban ditemukan di rumahnya di desa Watuliwung.

Berdasarkan keterangan dari keluarga kepada polisi, YA baru saja pulang dari Kupang dan tiba di Bandara Frans Seda Maumere pada sore hari tersebut. Keluarga sudah berkomunikasi dengan YA bahwa mereka akan menjemputnya di bandara. Namun, ketika tiba di bandara, mereka tidak bertemu dengan YA.

Baca Juga :  Momen Bahagia! AHY Jadi Saksi Pernikahan Teuku Rassya dan Cleantha Islan

Setelah itu, korban sempat menelepon keluarga dan mengatakan bahwa ia sudah sampai di rumah. Dengan informasi tersebut, kakak ipar dan kakak kandung YA kembali menuju rumah korban di Watuliwung. Namun, saat tiba di rumah, mereka memanggil YA tetapi tidak ada jawaban.

Mereka kemudian masuk ke dalam rumah dan membuka pintu kamar korban. Saat pintu terbuka, mereka melihat YA sedang tergantung di dalam kamar menggunakan seutas tali. Keduanya langsung berusaha memegang dan mengangkat kaki korban serta mencari parang untuk memotong tali karena kaki dan badan korban masih terasa hangat. Dari dahi dan kepala korban juga mengeluarkan keringat.

Upaya Penyelamatan dan Kematian YA

Setelah melihat kondisi korban, keduanya berteriak meminta bantuan kepada tetangga. Mereka kemudian meraba denyut nadi di tangan korban dan masih terasa denyut nadinya bergerak. Selanjutnya, keluarga membawa korban keluar rumah dan mencari kendaraan pikap untuk membawa korban ke Rumah Sakit TC Hillers Maumere.

Baca Juga :  Dokter di Palembang Tahu Jadi Istri Kedua Setelah 4 Tahun Nikah, Aset Rp1 M Digadai Suami

Sesampai di ruangan IGD Rumah Sakit TC Hillers Maumere, dilakukan upaya pertolongan dan pemeriksaan oleh dokter jaga. Namun, disampaikan bahwa korban telah meninggal dunia.

Profil YA Sebagai Guru

YA adalah guru P3K di salah satu SMP di Kecamatan Kangae dan tinggal sendiri di rumahnya. Sedangkan ibu korban sering sakit-sakitan sehingga tinggal bersama kakak kandung korban.

Leo menyebut, keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi dan visum luar. Selanjutnya, keluarga YA membuat pernyataan penolakan pemeriksaan otopsi. Saat ini, korban YA disemayamkan di rumah duka di desa Watuliwung.