Alreinamedia.com-NTT, Pagi itu, Kamis 4 September 2025, halaman depan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kupang terasa berbeda. Alih-alih suasana formal dan sibuk sebagaimana biasanya, pintu masuk bank justru berubah menjadi ruang penyambutan penuh senyum.
Satu per satu nasabah yang datang disapa hangat. Dari satpam hingga manajer cabang, seluruh karyawan berdiri rapi menyambut, menyalami, dan menyerahkan bingkisan kecil, sebatang cokelat mungil atau setangkai bunga sebagai tanda terima kasih.
“Ini adalah cara kami merayakan Hari Pelanggan Nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa nasabah bukan hanya pengguna jasa, tetapi juga bagian dari keluarga besar BRI,” ujar Werdhy Dantje Ndoenboey, Manajer Bisnis Konsumer BRI Cabang Kupang.
Di ruang pelayanan, meja-meja dihiasi kue manis sederhana. Tak mewah, tapi cukup untuk menebarkan nuansa hangat yang jarang ditemui pada hari-hari biasa. Atmosfer itu membuat banyak nasabah tersenyum, ada yang terkejut, ada pula yang terharu dengan sambutan berbeda tersebut.
Sebenarnya, pihak BRI sempat berencana menggelar kegiatan sosial dalam momentum ini. Namun, karena bertepatan dengan gelombang aksi solidaritas di Kota Kupang, rencana itu ditunda. “Esensinya bukan pada bentuk acaranya, melainkan bagaimana kami bisa menyampaikan apresiasi tulus kepada para nasabah,” jelas Werdhy.
Apresiasi BRI kepada nasabah sejatinya tidak berhenti pada momen seremonial. Lewat program Panen Hadiah Simpedes, nasabah tabungan Simpedes memiliki peluang memenangkan undian berhadiah dua kali setahun di tingkat regional. Sedangkan pemilik tabungan BRITAMA dapat berharap hadiah dalam skala nasional yang diundi langsung dari Jakarta.
Lebih jauh, BRI Kupang juga menegaskan komitmen memperbaiki layanan. Mulai dari penanganan mesin ATM yang rusak, hingga relokasi kantor unit ke tempat yang lebih representatif demi kenyamanan nasabah. “Setiap masukan akan kami dengarkan, karena tanpa kepercayaan nasabah, BRI tidak mungkin bisa tumbuh sebesar sekarang,” kata Werdhy.
Hari itu, banyak nasabah pulang dengan tangan membawa cokelat atau bunga kecil. Namun, mungkin bukan itu yang paling berkesan. Yang lebih membekas adalah perasaan dihargai, bahwa menjadi pelanggan bukan sekadar angka di layar rekening, melainkan bagian dari sebuah keluarga besar yang terus berusaha memberi pelayanan terbaik. (Marco)

















