Perubahan Harga BBM di SPBU Swasta: Penurunan Signifikan Mulai Februari 2026
Memasuki awal tahun 2026, konsumen bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mendapatkan kabar baik. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta secara serentak mengumumkan penurunan harga BBM yang mulai berlaku efektif pada 1 Februari 2026. Perubahan harga ini terjadi di SPBU yang dikelola oleh Shell, Vivo, dan BP AKR, memberikan sedikit kelegaan bagi kantong masyarakat, terutama di tengah fluktuasi ekonomi.
Penyesuaian harga ini, seperti yang diungkapkan oleh pihak BP AKR, merupakan respons terhadap dinamika pasar global, khususnya harga minyak mentah dunia yang mengalami koreksi. “Harga bahan bakar BP dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan fluktuasi harga minyak mentah dunia,” demikian tercantum dalam pernyataan resmi BP AKR. Perubahan harga ini menunjukkan bahwa pasar BBM di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh tren harga energi internasional.
Rincian Penurunan Harga per Merek SPBU
1. BP AKR
BP AKR menjadi salah satu operator SPBU yang melakukan penyesuaian harga. Per 1 Februari 2026, beberapa jenis BBM mereka mengalami penurunan:
- BP Ultimate: Harga turun dari Rp13.190 per liter menjadi Rp12.500 per liter.
- BP 92: Harga kini menjadi Rp12.500 per liter, turun dari sebelumnya Rp12.050 per liter.
- BP Ultimate Diesel: Mengalami penurunan menjadi Rp13.860 per liter dari harga sebelumnya Rp13.600 per liter.
2. Shell
Operator SPBU ternama lainnya, Shell, juga tidak ketinggalan dalam memberikan penyesuaian harga yang menguntungkan konsumen. Beberapa produk unggulan mereka kini ditawarkan dengan harga yang lebih rendah:
- Shell Super (RON 92): Harga terpantau turun menjadi Rp12.050 per liter, sebelumnya dibanderol Rp12.700 per liter.
- Shell V-Power (RON 95): Mengalami penurunan menjadi Rp12.500 per liter, dari harga sebelumnya Rp13.190 per liter.
- Shell V-Power Diesel (CN 51): Harga turun dari Rp13.860 menjadi Rp13.600 per liter.
- Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Kini ditawarkan dengan harga Rp12.720 per liter, turun dari Rp13.480 per liter.
3. Vivo
SPBU Vivo juga turut serta dalam gelombang penurunan harga BBM ini, memberikan pilihan alternatif yang lebih terjangkau bagi para pengendara.
- Revvo 92: Mengalami penurunan harga sebesar Rp650, menjadi Rp12.700 per liter dari harga sebelumnya Rp12.050 per liter.
- Revvo 95: Kini ditawarkan dengan harga Rp12.500 per liter.
- Diesel Primus Plus: Harga menjadi Rp13.600 per liter.
Daftar Lengkap Harga BBM per 1 Februari 2026
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah tabel ringkasan harga BBM di SPBU Shell, BP AKR, dan Vivo yang berlaku mulai 1 Februari 2026:
| Merek SPBU | Jenis BBM | Oktan/Cetane | Harga Baru (per liter) | Harga Lama (per liter) |
|---|---|---|---|---|
| Shell | Shell Super | RON 92 | Rp 12.050 | Rp 12.700 |
| Shell V-Power | RON 95 | Rp 12.500 | Rp 13.190 | |
| Shell V-Power Diesel | CN 51 | Rp 13.600 | Rp 13.860 | |
| Shell V-Power Nitro+ | RON 98 | Rp 12.720 | Rp 13.480 | |
| BP AKR | BP 92 | RON 92 | Rp 12.050 | Rp 12.050 |
| BP Ultimate | RON 95 | Rp 12.500 | Rp 13.190 | |
| BP Ultimate Diesel | CN 51 | Rp 13.600 | Rp 13.600 | |
| Vivo | Revvo 92 | RON 92 | Rp 12.700 | Rp 12.050 |
| Revvo 95 | RON 95 | Rp 12.500 | – | |
| Diesel Primus Plus | CN 51 | Rp 13.600 | – |
Catatan: Data harga lama untuk beberapa jenis BBM Vivo tidak tersedia dalam sumber asli.
Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga
Penurunan harga BBM di SPBU swasta ini merupakan cerminan dari berbagai faktor ekonomi global. Salah satu yang paling signifikan adalah pergerakan harga minyak mentah dunia. Ketika harga minyak mentah di pasar internasional mengalami tren penurunan, hal ini secara langsung berdampak pada biaya produksi dan distribusi BBM bagi perusahaan.
Selain itu, faktor lain yang dapat memengaruhi adalah:
- Nilai Tukar Mata Uang: Fluktuasi nilai tukar mata uang domestik terhadap dolar Amerika Serikat (USD), mata uang utama dalam perdagangan minyak mentah, juga memainkan peran. Penguatan mata uang domestik dapat membuat harga BBM impor menjadi lebih murah.
- Kebijakan Energi Global: Keputusan negara-negara produsen minyak besar mengenai kuota produksi, serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi pasokan, turut membentuk harga minyak mentah global.
- Persaingan Pasar: Tingkat persaingan antar operator SPBU swasta juga bisa mendorong mereka untuk melakukan penyesuaian harga guna mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar.
Penyesuaian harga BBM oleh SPBU swasta ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam bentuk pengurangan biaya operasional kendaraan. Konsumen pun memiliki lebih banyak pilihan dalam membeli bahan bakar sesuai dengan preferensi harga dan kualitas yang ditawarkan.

















