Lonjakan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan: Cabai Rawit Pimpin Kenaikan di Pasar Sigi
Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, geliat kenaikan harga bahan pangan mulai terasa di berbagai pasar tradisional. Salah satu wilayah yang terpantau mengalami lonjakan signifikan adalah Pasar Ranggulalo, yang terletak di Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kenaikan harga yang paling mencolok terlihat pada komoditas cabai rawit, yang harganya merangkak naik drastis dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para ibu rumah tangga dan masyarakat umum yang mulai bersiap untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa. Kenaikan harga bahan pokok, terutama yang berkaitan dengan bumbu dapur, seringkali menjadi indikator awal ketidakstabilan pasokan dan permintaan menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan.
Kenaikan Harga Cabai Rawit yang Mencolok
Beberapa pekan sebelum Ramadan 1447 H diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari 2026, harga cabai rawit di Pasar Ranggulalo telah menunjukkan tren kenaikan yang cukup berarti. Jika pada pekan sebelumnya komoditas pedas ini masih dapat dibeli dengan kisaran harga Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, kini harga tersebut melonjak menjadi Rp40.000 per kilogram. Kenaikan sebesar ini tentu cukup memberatkan bagi sebagian besar konsumen.
Salah seorang pedagang di Pasar Ranggulalo, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai rawit ini mulai terasa sejak awal pekan ini. “Minggu lalu itu harganya masih di angka 30 sampai 35 ribu rupiah per kilonya. Baru minggu ini naik jadi 40 ribu,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Minggu (1/2/2026). Fenomena ini seringkali dikaitkan dengan meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa, di mana konsumsi masyarakat terhadap berbagai jenis masakan, termasuk yang menggunakan cabai, cenderung meningkat.
Bumbu Dapur Lainnya Ikut Terpengaruh
Tidak hanya cabai rawit, kenaikan harga juga merambah ke beberapa bumbu dapur penting lainnya. Kenaikan ini menambah daftar kekhawatiran masyarakat dalam menghadapi bulan Ramadan. Berdasarkan pantauan di Pasar Ranggulalo, beberapa komoditas bumbu dapur yang mengalami kenaikan harga antara lain:
- Bawang Merah: Komoditas esensial ini kini dihargai Rp40.000 per kilogram. Kenaikan harga bawang merah seringkali berdampak luas pada harga masakan, karena penggunaannya yang sangat umum dalam berbagai hidangan.
- Bawang Putih: Serupa dengan bawang merah, bawang putih juga mengalami lonjakan harga yang signifikan, mencapai Rp40.000 per kilogram. Ketersediaan dan harga bawang putih sangat krusial untuk cita rasa masakan Indonesia.
- Cabai Keriting: Meskipun tidak setinggi cabai rawit, cabai keriting juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp25.000 per kilogram. Cabai jenis ini banyak digunakan untuk sambal dan berbagai olahan masakan lainnya.
- Tomat: Sayuran yang juga sering digunakan sebagai bumbu penyedap ini terpantau stabil di harga Rp8.000 per kilogram. Meskipun begitu, fluktuasi harga tomat juga perlu diwaspadai karena penggunaannya yang cukup tinggi.
Para pedagang di Pasar Ranggulalo memprediksi bahwa tren kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya bumbu dapur, masih berpotensi untuk terus berfluktuasi menjelang dan selama bulan Ramadan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pasokan dari petani, biaya transportasi, serta dinamika permintaan dan penawaran yang selalu berubah.
Antisipasi dan Harapan Masyarakat
Menyikapi kenaikan harga ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan perencanaan belanja yang lebih matang. Memanfaatkan momen sebelum harga melonjak lebih tinggi atau mencari alternatif bahan pangan bisa menjadi salah satu strategi. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan dapat melakukan pemantauan pasar secara berkala dan mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga, misalnya dengan memastikan kelancaran pasokan dari daerah produsen ke pasar-pasar tradisional.
Harapan terbesar masyarakat adalah agar kenaikan harga ini tidak berlangsung terlalu lama dan segera kembali stabil, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih tenang tanpa dibebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok yang memberatkan. Stabilitas harga bahan pangan merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama di bulan-bulan yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kepedulian.

















