Ekonomi

Harga Pangan Hari Ini: Beras dan Cabai Kompak Turun

×

Harga Pangan Hari Ini: Beras dan Cabai Kompak Turun

Sebarkan artikel ini

Pergerakan Harga Pangan Nasional: Penurunan Beragam Komoditas Signifikan

JAKARTA – Pasar komoditas pangan nasional menunjukkan dinamika yang kompleks pada Senin, 12 Januari 2025, dengan sebagian besar harga rata-rata menunjukkan tren penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Data yang dihimpun dari panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada pukul 07.32 WIB, mengindikasikan adanya penyesuaian harga yang cukup signifikan pada beberapa jenis bahan pokok, mulai dari beras, jagung, hingga berbagai jenis cabai.

Situasi ini memberikan gambaran mengenai fluktuasi pasokan dan permintaan yang terus terjadi di tingkat nasional, yang secara langsung memengaruhi daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi rumah tangga.

Beras: Tren Penurunan di Semua Lini

Sektor beras, yang merupakan komoditas pangan pokok utama masyarakat Indonesia, menunjukkan tren penurunan yang merata di berbagai varietas.

  • Beras Premium: Harga rata-rata beras premium dilaporkan turun sebesar 1,94%, mencapai Rp15.235 per kilogram. Penurunan ini memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen yang mengandalkan kualitas beras premium.
  • Beras Medium: Komoditas beras medium juga mengikuti tren penurunan, dengan harga rata-rata terkoreksi 1,69% menjadi Rp13.521 per kilogram.
  • Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Bulog: Program SPHP dari Bulog terus menunjukkan perannya dalam menjaga keterjangkauan harga. Beras SPHP tercatat lebih murah 1,25%, dengan harga rata-rata Rp12.321 per kilogram.
  • Beras Medium Non-SPHP: Varian beras medium di luar program SPHP juga mengalami penurunan harga yang cukup berarti, yaitu sebesar 2,89%, menjadi Rp13.434 per kilogram.
  • Beras Khusus Lokal: Bahkan beras dengan kategori khusus lokal pun tidak luput dari tren penurunan ini, dengan harga rata-rata anjlok 7,77% ke angka Rp14.562 per kilogram.

Penurunan harga beras ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti panen raya yang sedang berlangsung di beberapa wilayah, peningkatan stok di gudang Bulog, atau kebijakan distribusi yang lebih efektif.

Baca Juga :  Negara Asia dan Eropa Dominasi PMA di Batam, Berikut Daftar 10 Negara dengan Nilai Investasi Terbesar

Komoditas Lainnya Ikut Terpengaruh

Selain beras, beberapa komoditas penting lainnya juga mengalami penyesuaian harga yang patut dicermati:

  • Jagung Peternak: Komoditas ini mengalami penurunan harga yang cukup tajam, yaitu 7,12%, menjadi Rp6.547 per kilogram. Penurunan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi para peternak yang membutuhkan jagung sebagai pakan ternak.
  • Kedelai Biji Kering Impor: Harga kedelai impor juga terpantau turun 3,62%, mencapai Rp10.488 per kilogram. Ketersediaan kedelai yang lebih terjangkau sangat krusial bagi industri tahu dan tempe.
  • Bawang Merah dan Bawang Putih:
    • Bawang merah menunjukkan penurunan harga yang signifikan, yaitu 6,86%, menjadi Rp40.897 per kilogram.
    • Sementara itu, bawang putih bonggol mengalami koreksi harga yang lebih kecil, yakni 0,11%, berada di angka Rp38.684 per kilogram.

Aneka Cabai Mengalami Penurunan Drastis

Sektor sayuran, khususnya aneka jenis cabai, mencatat penurunan harga yang paling dramatis pada hari tersebut. Fluktuasi harga cabai seringkali menjadi indikator inflasi yang cukup sensitif:

  • Cabai Merah Keriting: Mengalami penurunan harga terbesar, yaitu 13,76%, menjadi Rp35.306 per kilogram.
  • Cabai Merah Besar: Turun sebesar 19,15%, dengan harga rata-rata Rp31.556 per kilogram.
  • Cabai Rawit Merah: Meskipun turun, masih berada di harga yang relatif tinggi, yaitu Rp47.205 per kilogram setelah mengalami penurunan 12,53%.

Penurunan harga cabai ini bisa menjadi kabar baik bagi rumah tangga, mengingat cabai merupakan bumbu dapur yang sangat vital dalam masakan Indonesia.

Daging dan Telur: Penyesuaian Kecil

Untuk komoditas protein hewani, pergerakan harga cenderung lebih stabil dengan penyesuaian yang tidak terlalu besar:

  • Daging Sapi Murni: Mengalami penurunan tipis 0,85%, menjadi Rp134.606 per kilogram.
  • Daging Ayam Ras: Terpantau turun 3,62% ke angka Rp37.897 per kilogram.
  • Telur Ayam Ras: Menunjukkan sedikit penurunan sebesar 0,34%, dengan harga rata-rata Rp31.060 per kilogram.
Baca Juga :  Langkah Pemerintah Redam Domino Pasar Modal

Gula, Garam, dan Tepung Terigu: Tren Menurun

Produk olahan seperti gula, garam, dan tepung terigu juga menunjukkan tren harga yang menurun:

  • Gula Konsumsi: Turun 0,73% menjadi Rp17.927 per kilogram.
  • Garam Konsumsi: Mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu 9,13%, menjadi Rp10.472 per kilogram.
  • Tepung Terigu:
    • Tepung terigu curah turun 2,16% ke Rp9.524 per kilogram.
    • Tepung terigu kemasan juga ikut turun 5,45% menjadi Rp12.231 per kilogram.

Minyak Goreng: Campuran Tren

Sektor minyak goreng menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan beberapa jenis mengalami kenaikan dan yang lain mengalami penurunan:

  • Minyak Goreng Kemasan: Mengalami kenaikan tipis sebesar 0,61%, menjadi Rp21.086 per liter.
  • Minyak Goreng Curah: Terpantau turun 4,05% ke angka Rp16.908 per liter.
  • Minyakita: Varian minyak goreng bersubsidi ini juga mengalami penurunan harga sebesar 2,3%, menjadi Rp17.262 per liter.

Komoditas Ikan: Dinamika Beragam

Pergerakan harga pada komoditas ikan juga menunjukkan variasi, mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan di pasar ikan:

  • Ikan Kembung: Mengalami kenaikan harga sebesar 1,63%, menjadi Rp45.282 per kilogram.
  • Ikan Tongkol: Turun 5,2%, dengan harga rata-rata Rp34.947 per kilogram.
  • Ikan Bandeng: Mengalami penurunan harga sebesar 2%, menjadi Rp35.472 per kilogram.

Daging Kerbau Impor: Penurunan Signifikan

Terakhir, daging kerbau beku impor dari luar negeri juga tercatat mengalami penurunan harga yang cukup drastis, yaitu 6,42%, menjadi Rp102.000 per kilogram. Penurunan ini bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang mencari sumber protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau.

Secara keseluruhan, pergerakan harga pangan pada hari tersebut menunjukkan adanya penyesuaian yang positif pada sebagian besar komoditas, terutama pada beras, cabai, dan beberapa bahan pokok lainnya. Namun, dinamika pasar yang terus berubah memerlukan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga demi kesejahteraan masyarakat.