Insiden Penusukan Massal di Kereta Api Inggris
Pada malam hari tanggal 1 November 2025, sebuah insiden penusukan massal terjadi di kereta api yang sedang berjalan dari Doncaster menuju London King’s Cross. Polisi Inggris telah mengidentifikasi dua pria yang ditangkap dalam kaitan dengan kejadian tersebut. Kedua tersangka ditahan atas dugaan melakukan percobaan pembunuhan setelah serangan yang menyebabkan dua orang dalam kondisi kritis dan sembilan lainnya luka-luka.
Inspektur John Loveless dari Kepolisian Transportasi Inggris menjelaskan bahwa petugas berhasil menangkap tersangka hanya delapan menit setelah menerima panggilan darurat 999. Petugas bersenjata segera dikerahkan ke Stasiun Huntingdon di Cambridgeshire pada pukul 19.42 waktu setempat untuk menaiki kereta dan mengamankan situasi.
“Dua pria telah ditahan di kantor polisi terpisah dan diinterogasi atas dugaan percobaan pembunuhan,” ujar Loveless. Menurutnya, tersangka pertama berusia 32 tahun, warga negara Inggris berkulit hitam, sementara tersangka kedua berusia 35 tahun, warga negara Inggris keturunan Karibia. “Keduanya lahir di Inggris,” tambah Loveless.
Polisi memastikan hingga saat ini tidak ada indikasi bahwa serangan tersebut terkait terorisme. “Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui motivasi di balik penyerangan ini. Pada tahap awal ini, tidaklah tepat berspekulasi,” ujarnya.
Sebanyak 11 orang dirawat di rumah sakit setelah insiden tersebut. Dari jumlah itu, sembilan korban dilaporkan mengalami luka yang mengancam jiwa. “Dua pasien masih dalam kondisi kritis hingga Minggu pagi. Empat orang telah dipulangkan setelah menjalani perawatan,” kata Loveless di Stasiun Huntingdon.
Salah satu saksi mata mengatakan kepada Sky News bahwa polisi menembakkan Taser untuk melumpuhkan pelaku yang mengacungkan pisau besar di dalam kereta berkecepatan tinggi. Menurut keterangan saksi lainnya, penusukan terjadi beberapa menit setelah kereta meninggalkan Stasiun Peterborough. Penumpang panik dan saling menginjak saat berusaha melarikan diri, bahkan sebagian bersembunyi di toilet.
Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menyebut peristiwa itu sebagai insiden mengerikan dan sangat memprihatinkan. “Pikiran saya bersama semua yang terdampak. Terima kasih kepada layanan darurat atas tanggapan cepat mereka,” tulis Starmer melalui akun X.
Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood juga mengungkapkan keprihatinannya. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai “serangan mengerikan” dan memuji keberanian para staf serta penumpang. Menteri Dalam Negeri Bayangan, Chris Philp, menulis di X: “Pemandangan mengerikan di Huntingdon, tampaknya merupakan serangan brutal oleh dua pelaku. Doa saya bersama semua korban dan petugas yang merespons.”
Sementara itu, Raja Charles III dan Ratu Camilla juga menyampaikan simpati mereka kepada para korban. “Kami benar-benar terkejut dan terguncang mendengar serangan pisau yang mengerikan ini. Belasungkawa terdalam kami kepada mereka yang terdampak,” tulis pernyataan resmi Istana.

















