Lokal

Ikut Kejurda Jabar, 2 atlet terjun payung jatuh ke laut Pangandaran, 1 meninggal usia 64 tahun

×

Ikut Kejurda Jabar, 2 atlet terjun payung jatuh ke laut Pangandaran, 1 meninggal usia 64 tahun

Sebarkan artikel ini

Ringkasan Berita:

  • Mengikuti kejuaraan daerah Jawa Barat, dua atlet terjun payung jatuh ke laut Pangandaran. 
  • Satu atlet selamat, sementara satu lainnya yang berusia 64 tahun meninggal dunia. 
  • Insiden ini terjadi saat keduanya tengah melakukan pendaratan.

 – Mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat, dua atlet terjun payung mengalami kecelakaan saat melakukan pendaratan dan jatuh ke perairan Pantai Pangandaran.

Satu atlet berhasil selamat, sementara satu lainnya yang berusia 64 tahun dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal diketahui bernama Rusli (64), atlet terjun payung asal Jawa Barat, yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di laut pada Selasa (30/12/2025).

Selain Rusli, seorang atlet perempuan bernama Widiasih (58) yang juga berasal dari Kabupaten Bandung, hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Insiden nahas tersebut terjadi ketika keduanya mengikuti Kejurda/BK Porprov Jawa Barat yang berlangsung di sekitar Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Pangandaran.

Dugaan awal, kecelakaan terjadi saat proses pendaratan berlangsung.

Baca Juga :  Tarif Toilet Alun-Alun Malang: Resmi atau Bodong?

Berikut beberapa fakta terkait jatuhnya dua atlet terjun payung di Laut Pangandaran.

1. Dipicu Angin Kencang

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat sesi free fall berlangsung.

Sebanyak lima atlet terjun payung lepas landas menggunakan pesawat latih milik Fly School Ganesha dari Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang.

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan menjelaskan bahwa saat para atlet mulai melompat, terjadi kendala teknis akibat faktor alam di titik penerjunan.

“Terjadi perubahan arah dan kecepatan angin secara mendadak, terutama di ketinggian sekitar 10.000 feet,” ujar Andri kepada wartawan di pesisir pantai Nusawiru, Selasa (30/12/2025).

Akibatnya dua penerjun jatuh di Laut Pangandaran, satu meninggal dunia dan satu dalam pencarian.

Sementara tiga penerjun lainnya selamat setelah berhasil melakukan pendaratan darurat di kawasan Pantai Bojongsalawe.

2. Hilang Kendali

Akibat hembusan angin kencang para penerjun kehilangan kendali atas parasut mereka.

Para atlet terbawa angin dan keluar dari area pendaratan yang telah ditentukan atau Drop Zone.

Baca Juga :  Hujan di Solo Minggu Ini: Siapkan Payung & Mantel

“Kondisi tersebut menyebabkan para penerjun keluar dari Drop Zone. Sebagian besar mendarat di luar area yang direncanakan,” ujar Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan.

3. Dievakuasi Pakai Perahu

Seorang nelayan setempat, Dadan Hidayat (51) mengungkap bagaimna dua penerjun jatuh di Laut Pangandaran.

Dua penerjun tersebut jatuh dalam kondisi parasut mengembang.

“Penerjun yang pertama itu paling cepat turunnya ke bawah, kemudian disusul oleh satu penerjun lagi.”

“Turunnya agak cepat, berbeda dari penerjun yang lain,” ujar Dadan.

Melihat kecepatan turun yang mengkhawatirkan, Dadan bersama nelayan lainnya berusaha mendekati lokasi jatuhnya korban.

Sayangnya, satu korban tenggelam sebelum bantuan sempat menjangkau posisinya.

“Mau dikejar tapi keburu tenggelam. Kalau yang satu lagi terlihat ada perahu yang datang untuk mengevakuasi,” ucapnya.

(/Tribunnews.com)

Jangan lewatkan berita-berita tak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook