Pisa Pecat Alberto Gilardino Usai Kekalahan Dramatis dari Sassuolo
Kekalahan dari Sassuolo pada lanjutan Serie A musim 2025-2026 menjadi titik akhir perjalanan Alberto Gilardino sebagai pelatih Pisa. Keputusan pemecatan ini diambil tidak lama setelah timnya menyerah di hadapan klub yang diperkuat oleh bek Timnas Indonesia, Jay Idzes. Pertandingan yang dilangsungkan di Cetilar Arena pada Sabtu, 31 Januari 2026, dalam pekan ke-23 liga, sejatinya sudah diwarnai rumor kuat mengenai masa depan sang pelatih.
Gilardino, yang ditunjuk untuk menukangi I Torri—julukan Pisa—sejak musim panas lalu dengan kontrak dua tahun, gagal memenuhi ekspektasi. Sebelum menghadapi Sassuolo, rekornya bersama Pisa sangat memprihatinkan. Dalam 22 pertandingan yang telah dilakoni, tim asuhannya hanya mampu meraih satu kemenangan, sembari menelan sepuluh kekalahan.
Pertandingan melawan Sassuolo sendiri berjalan sulit bagi Pisa. Tim tamu, I Neroverdi, berhasil membangun keunggulan dua gol tanpa balas di babak pertama. Domenico Berardi membuka keunggulan pada menit ke-25, disusul oleh gol bunuh diri Antonio Caracciolo pada menit ke-45+1′, yang membuat Pisa tertinggal 0-2 saat turun minum.
Harapan sempat kembali menyala bagi publik Pisa di awal babak kedua. Michel Aebischer berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2, memberikan suntikan moral bagi tim tuan rumah. Momen krusial terjadi tak lama setelah gol tersebut, ketika Pisa mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Mehdi Leris berhasil melepaskan tembakan dari sisi kanan yang melewati jangkauan kiper Sassuolo, Arijanet Muric, yang terlalu jauh meninggalkan sarangnya.
Namun, penyelamatan gemilang dari Jay Idzes menggagalkan upaya Pisa untuk bangkit. Bek andalan Sassuolo tersebut menunjukkan kecepatan dan determinasi luar biasa. Dengan bola yang tampaknya akan bergulir masuk ke gawang kosong, Idzes berlari sekuat tenaga, menjatuhkan diri, dan berhasil melakukan sapuan krusial tepat sebelum bola melewati garis gawang. Momen penyelamatan heroik ini tidak hanya menggagalkan gol penyeimbang, tetapi juga memupus momentum Pisa dan memberikan pukulan telak bagi kepercayaan diri tim.
Jay Idzes melakukan penyelamatan krusial yang mencegah Pisa menyamakan kedudukan.
Kehilangan momentum berharga ini dimanfaatkan dengan baik oleh Sassuolo. Pada menit ke-58, Ismael Kone berhasil mencetak gol ketiga untuk tim tamu, kembali menjauhkan skor dan memadamkan sisa-sisa harapan Pisa.
Sesuai dengan prediksi yang telah beredar, hasil pertandingan ini berujung pada pemecatan Alberto Gilardino. Dengan kekalahan ini, Pisa semakin terpuruk di dasar klasemen. Mereka menduduki peringkat ke-19 dengan hanya mengumpulkan 14 poin dari 23 pertandingan. Manajemen Pisa memutuskan untuk segera mencari figur pelatih baru demi menyelamatkan musim mereka.
Masa Depan Pisa dan Kandidat Pengganti Gilardino
Pisa dikabarkan tengah mengincar mantan pelatih AC Milan, Marco Giampaolo, untuk menggantikan posisi Gilardino. Giampaolo, yang memiliki pengalaman melatih beberapa klub Serie A, diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi tim yang sedang terpuruk ini.
Pemecatan Gilardino ini menandai kelanjutan tren buruk para pelatih di Liga Italia musim ini. Gilardino, yang pernah menjadi bagian dari skuad Timnas Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006, ternyata belum mampu mentransfer kesuksesannya sebagai pemain ke dunia kepelatihan.
Rekam Jejak Alberto Gilardino sebagai Pemain dan Pelatih
Karier Alberto Gilardino sebagai pemain profesional sangat gemilang. Ia dikenal sebagai penyerang tajam yang pernah membela sejumlah klub top Italia seperti Piacenza, Hellas Verona, Parma, AC Milan, Fiorentina, Genoa, dan Bologna. Selama berkarier sebagai pemain, Gilardino tercatat mampu mencetak 232 gol dalam 643 penampilan di berbagai kompetisi. Salah satu puncak kariernya adalah saat ia meraih gelar Liga Champions bersama AC Milan pada musim 2006-2007. Di level internasional, ia juga menjadi bagian dari timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 2006, di mana ia mencetak satu gol dalam fase grup.
Namun, berbeda dengan karier gemilangnya sebagai pemain, perjalanan Gilardino sebagai pelatih belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Sebelum membesut Pisa, ia juga sempat melatih Rezzato, Pro Vercelli, Siena, dan Genoa. Selama menangani tim-tim tersebut, persentase kemenangan Gilardino secara keseluruhan hanya berkisar 35,68%. Dari total 185 pertandingan yang ia pimpin, ia hanya mampu meraih 66 kemenangan, berbanding dengan 61 kekalahan.
Tren Pemecatan Pelatih di Serie A Musim Ini
Alberto Gilardino menjadi pelatih keenam di Serie A musim 2025-2026 yang harus kehilangan jabatannya di tengah jalan. Fenomena ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan dan tingginya tekanan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Sebelum Gilardino, beberapa nama pelatih tenar lainnya juga telah diberhentikan oleh klub masing-masing.
- Igor Tudor (Juventus)
- Patrick Vieira (Genoa)
- Stefano Pioli (Fiorentina)
- Ivan Juric (Atalanta)
Daftar panjang pemecatan ini menjadi cerminan dari tuntutan performa yang sangat tinggi dari para pemilik klub dan para penggemar, yang menuntut hasil instan demi menjaga ambisi di kompetisi domestik maupun Eropa. Bagi Pisa, kini tantangan besar ada di pundak manajemen untuk menemukan sosok pelatih yang tepat guna mengangkat performa tim dari jurang degradasi.

















