Mantan presiden Barcelona, Joan Gaspart, menegaskan tidak akan menarik ucapannya meski mendapat kritik keras dari pendukung Lionel Messi. Dalam wawancara di podcast Solo Para Cules, Gaspart menyoroti rencana perpisahan Messi dengan Timnas Argentina pada 7 Oktober 2026 di Buenos Aires dan menilai sang bintang juga semestinya memberi salam terakhir kepada publik Barcelona.
Gaspart berpendapat, hubungan Messi dengan klub tidak seharusnya berakhir tanpa pertemuan dengan para suporter Blaugrana. Ia menyebut masih bersabar, tetapi mengaku akan merasa terganggu bila Messi sama sekali tidak berupaya datang ke Barcelona untuk berpamitan. Menurutnya, siapa pun yang menjabat presiden klub saat itu tidak penting; yang utama adalah Messi menyampaikan ucapan perpisahan langsung kepada fans.
Pernyataan itu memicu reaksi negatif dari sebagian suporter karena dianggap terlalu keras kepada sosok yang selama bertahun-tahun menjadi ikon klub. Namun Gaspart menampik anggapan bahwa dirinya perlu meminta maaf. Ia bahkan membandingkan sikapnya dengan cara ia menegur anak-anaknya demi kebaikan mereka, seraya menegaskan bahwa kritiknya lahir dari rasa sayang, bukan kebencian.
“Apakah saya akan meminta maaf kepada Messi? Saya bahkan tidak pernah meminta maaf kepada anak-anak saya saat saya mengkritik mereka demi kebaikan mereka sendiri,” kata Gaspart, dikutip dari Marca melalui BolaSport.com. Ia juga menambahkan bahwa tak ada orang yang bisa mengaku mencintai Messi melebihi dirinya. Dalam penjelasan lain, Gaspart menyebut dirinya sudah mengirim pesan kepada Messi dan mengakui ucapannya mungkin sudah melampaui batas, tetapi tetap merasa pesannya benar.
Gaspart bukan sosok asing dalam perjalanan karier Messi di Barcelona. Ia memimpin klub ketika Messi bergabung dengan akademi La Masia pada tahun 2000. Saat itu, Messi masih bocah asal Rosario yang baru berusia 13 tahun. Dari sana, ia berkembang menjadi pemain paling berpengaruh dalam sejarah klub dan kemudian menembus tim utama pada 2004.
Selama memperkuat Barcelona, Messi mencatat 778 laga resmi dan mencetak 672 gol. Ia juga membantu klub meraih 35 trofi. Hubungan panjang itu berakhir pada 2021, ketika Barcelona tak mampu memperpanjang kontraknya karena aturan gaji LaLiga. Setelah meninggalkan Camp Nou, Messi melanjutkan karier ke Paris Saint-Germain sebelum akhirnya bergabung dengan Inter Miami hingga sekarang.
















