Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan pernyataan bahwa timnas Indonesia tidak akan memanfaatkan agenda FIFA Matchday pada bulan November. Hal ini diungkapkan setelah menggelar jumpa pers terkait perkembangan timnas pasca kegagalan di Piala Dunia 2026.
Setelah memutus kerja sama dengan Patrick Kluivert, saat ini posisi pelatih kepala timnas masih kosong. Kondisi ini menjadi tantangan besar karena FIFA Matchday akan digelar mulai 10 November. Sebagai contoh, Thailand memilih Direktur Teknik untuk duduk di kursi pelatih setelah pemecatan Masatada Ishii.
Erick Thohir menjelaskan bahwa hingga saat ini dia masih menjadi kandidat untuk pelatih timnas Indonesia. Sebelumnya, ia juga menepis isu Shin Tae-yong yang akan kembali bertugas. Keputusan ini sekaligus menjadi kepastian bahwa skuad Garuda tidak akan tampil pada bulan November nanti.
PSSI memiliki fokus untuk memberikan ruang kepada timnas U-23 Indonesia dalam persiapan SEA Games 2025. Merencanakan agenda FIFA Matchday harus dilakukan secara matang dan ini yang harus dipikirkan.
“Jadi pelatih ini nanti ada tolak ukurnya, inginnya strata kepelatihan komplit nah ini yang kita bangun sama-sama,” ujar Erick. “FIFA Matchday kita prioritaskan untuk timnas U-23 Indonesia di bawah Indra Sjafri karena bulan Desember sudah SEA Games.”
Keputusan yang berani ini tentu akan memberikan efek besar untuk timnas Indonesia. Dari ranking FIFA, posisi Indonesia berpeluang besar kembali tertinggal dari Malaysia. Harimau Malaya yang tampil apik bulan September lalu naik ke posisi 118 dan Indonesia turun menjadi 122.
Masih terkait ranking, skuad Garuda tentu ingin mendapatkan pot yang lebih baik di Piala Asia 2027 mendatang. Absennya timnas akan membuat poin demi poin yang berharga tidak bisa mereka kumpulkan. Selanjutnya, chemistry pemain timnas tentu akan berdampak karena FIFA Matchday selanjutnya akan dilaksanakan pada bulan Maret.
Namun, ini jadi pilihan tepat karena suporter timnas masih kecewa setelah kegagalan untuk bisa merasakan Piala Dunia 2026. Selain itu, langkah ini juga jadi sarana untuk menghemat biaya karena mereka harus membayar kompensasi kontrak Patrick.
Tentu, PSSI akan terus mendapatkan sorotan dan desakan dari suporter timnas akan semakin kencang. Pemilihan terburu-buru untuk pelatih timnas tentu bisa jadi mendatangkan masalah seperti era kepelatihan asal Belanda.

















