Alreinamedia.com – Napoli pulang dari markas FC Porto dengan kekalahan 4-1 di Liga Champions pada Rabu, sekaligus membawa pulang sorotan atas ketegangan di antara para pemainnya. Menjelang laga berakhir, Kevin De Bruyne dan Lorenzo Lucca terlibat adu mulut setelah sebuah serangan Napoli gagal. Situasi itu menambah tekanan bagi tim yang sedang menjalani musim sulit.
Napoli kini berada di urutan kedelapan Serie A dan baru meraih tiga poin dari empat pertandingan Liga Champions. Di kandang Porto, frustrasi terlihat di antara sejumlah pemain ketika permainan berjalan buruk. Perselisihan De Bruyne dengan Lucca menjadi insiden paling mencolok dalam pertandingan tersebut.
De Bruyne meluapkan kekesalan kepada Lucca, yang kemudian membalas dengan keras. “Kenapa kamu bicara? Enyah!” kata penyerang itu kepada pemain Belgia tersebut. La Gazzetta dello Sport menilai cekcok itu mencerminkan situasi internal Napoli yang rentan, dengan hubungan antarpemain ikut tertekan saat hasil pertandingan tidak berpihak kepada mereka.
Surat kabar itu juga menyoroti adanya kelompok pemain Italia dan pemain asing di ruang ganti Napoli. Di Lorenzo, Matteo Politano, dan Spinazzola disebut dekat serta sering menghabiskan waktu bersama di luar lapangan. Kedekatan tersebut dapat menjadi dukungan saat tim menghadapi masalah, tetapi menurut analisis La Gazzetta dello Sport, keseimbangan internal bisa terganggu ketika perpecahan menguat.
Politano turut menyuarakan kekecewaannya seusai pertandingan dan meminta para pemain bertanggung jawab atas hasil tersebut. “Saya marah besar. Kami meminta maaf kepada para suporter. Kami harus membuktikannya lewat tindakan, diam, dan bekerja. Setelah skor menjadi 2-1, kami ambruk. Semua orang harus mengintrospeksi diri. Saya berani angkat bicara: saya ingin orang lain juga melakukannya. Bukan hanya kami, para pemain Italia,” ujarnya.
Jurnalis Fabrizio Romano memperkirakan manajemen Napoli akan mengambil langkah pada bursa transfer Januari. Ia menyebut ketegangan antara Lucca dan De Bruyne bukan kali pertama terjadi, meski insiden terbaru berlangsung ketika tim berada dalam situasi sulit. Romano mengatakan klub telah memutuskan melakukan perubahan, dan konflik di lapangan dapat memengaruhi strategi tersebut. Keputusan besar, termasuk kemungkinan melepas sejumlah pemain paling cepat pada Januari, dinilai tidak bisa dikesampingkan.

















