Scrool Untuk Baca Berita
Internasional

Kekalahan Republik di Kongres AS Picu Ketidakpastian bagi Sekutu dan Rival Washington

×

Kekalahan Republik di Kongres AS Picu Ketidakpastian bagi Sekutu dan Rival Washington

Sebarkan artikel ini
Kekalahan Republik di Kongres AS Picu Ketidakpastian bagi Sekutu dan Rival Washington
Kekalahan Republik di Kongres AS Picu Ketidakpastian bagi Sekutu dan Rival Washington

Alreinamedia.com – Perubahan kekuatan di Kongres Amerika Serikat setelah Partai Republik kehilangan kendali atas kedua kamar memunculkan reaksi beragam di luar negeri. Lawan politik Donald Trump menyambut hasil itu, sementara sekutu Washington dan negara yang berkepentingan dengan kebijakan AS menimbang dampaknya terhadap perang, energi, perdagangan, dan keamanan.

Sejumlah pemimpin yang hubungannya dengan Trump memburuk menyampaikan kepuasan. Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Ronald Lamola menyebut hasil pemilu sebagai kemenangan bagi demokrasi dan supremasi hukum, di tengah perselisihan Pretoria-Washington terkait tuduhan Trump tentang perlakuan terhadap warga kulit putih dan perampasan tanah.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menilai hasil tersebut menunjukkan surutnya gelombang sayap kanan ekstrem. Sejumlah pejabat liberal Uni Eropa juga menggambarkannya sebagai pukulan bagi Trump dan kemenangan demokrasi Amerika. Sebaliknya, tokoh sayap kanan Eropa, termasuk Ketua National Rally Prancis Jordan Bardella, memilih menekankan penghormatan terhadap pilihan pemilih; para pemimpin Prancis, Inggris, Jerman, dan Italia tidak memberi tanggapan terbuka.

Baca Juga :  President Jokowi Called on Indonesian Scout to be Role Model in Enforcing Health Protocols

Di Asia, negara-negara yang bergantung pada energi Timur Tengah berharap perubahan politik itu mendorong Trump meninjau kebijakannya terhadap Iran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan pemilih Amerika menolak perang. Namun, para analis memperingatkan Trump masih berpeluang meningkatkan tekanan militer, termasuk melalui koordinasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dapat mengganggu pasokan minyak dan gas dunia.

Perubahan kendali Kongres juga membuka ruang lebih besar bagi Partai Demokrat untuk mengawasi keputusan perdagangan pemerintah, meski kewenangan Trump menetapkan tarif tetap luas. Jepang dan China khawatir ia justru akan memperketat bea masuk, terutama terhadap Beijing, ketika tekanan elektoral berkurang. Analis tidak melihat Demokrat akan lebih lunak kepada China karena kedua partai sama-sama memandang persaingan ekonomi dengan negara itu sebagai kepentingan penting.

Baca Juga :  KONI Ready to Fully Support This Year’s National Sports Week

Di Beijing, sejumlah akademisi menilai kekalahan Republik berpotensi melemahkan kesepahaman Trump dan Presiden Xi Jinping mengenai stabilitas hubungan kedua negara. Kremlin, sebaliknya, berharap inisiatif perdamaian Trump berlanjut. Analis Eropa mengingatkan Ukraina dan negara-negara pendukungnya agar tidak mengharapkan perubahan besar dalam kebijakan Washington, seraya mendorong Eropa memikul tanggung jawab lebih besar atas keamanan kawasan.

Dampak terhadap perang Ukraina sendiri belum jelas, di tengah perbedaan pandangan yang meningkat antara Kyiv dan pihak lain. Hasil pemilu itu mengubah peta politik di Washington, tetapi belum memberi kepastian mengenai arah kebijakan luar negeri AS, terutama karena Trump tetap memiliki pengaruh besar dalam penentuannya.