BatamPemko Batam

Ketemu Tokoh Agama, Amsakar Tegaskan Komitmen Atasi Persoalan Air hingga Sampah

×

Ketemu Tokoh Agama, Amsakar Tegaskan Komitmen Atasi Persoalan Air hingga Sampah

Sebarkan artikel ini

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama tokoh agama Bengkong, Batu Ampar, dan Lubuk Baja saat silaturahmi di Masjid Baitul Makmur, Batu Ampar, Kamis (8/10/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI

Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memperkuat komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menangani sejumlah persoalan prioritas, khususnya air baku, sampah, dan banjir. Hal itu disampaikannya saat bersilaturahmi bersama Persatuan Mubaligh Batam (PMB), Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), dan Badan Musyawarah Guru Al-Qur’an (BMGQ) Kecamatan Batu Ampar, Bengkong, dan Lubuk Baja.

Kegiatan berlangsung di Masjid Baitul Makmur, Bukit Senyum, Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kamis (8/10/2026). Silaturahmi tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat.

Ratusan perwakilan PMB, IPIM, dan BMGQ dari tiga kecamatan hadir dalam kegiatan tersebut. Dari Kecamatan Batu Ampar, hadir 31 anggota PMB, 262 anggota BMGQ, dan 55 anggota IPIM. Sementara dari Kecamatan Bengkong hadir 65 anggota PMB, 398 anggota BMGQ, dan 137 anggota IPIM.

Adapun dari Kecamatan Lubuk Baja, tercatat 41 anggota PMB, 159 anggota BMGQ, dan 63 anggota IPIM.

Dalam arahannya, Amsakar menyampaikan kondisi ketersediaan air baku di Batam yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Ia menjelaskan, penurunan debit air di sejumlah waduk operasional turut dipengaruhi kondisi cuaca dan fenomena El Niño.

Baca Juga :  Kapolresta Barelang Pimpin Sertijab Kapolsek Batu Aji dan Kapolsek Batu Ampar

Menurutnya, Pemko Batam bersama tim teknis terus menyusun langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air baku bagi kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan Batam.

“Nama bencananya itu bagus pula, El Niño. Kering. Waduk kita delapan, tujuh yang operasional. Rata-rata di setiap waduk mengalami penurunan debit air. Sekarang saya rapat dua-tiga kali dengan tim lengkap supaya membuat roadmap bagaimana cara mendatangkan air baku masuk Batam,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Selain penanganan jangka pendek, penyusunan peta jalan dan rencana kerja menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan air Batam dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Amsakar juga meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait kondisi air baku yang dikaitkan dengan masuknya investasi atau perusahaan baru di Batam.

Ia menjelaskan, perusahaan yang baru berinvestasi masih berada pada tahap pembangunan instalasi maupun gedung sehingga belum menggunakan air dalam jumlah sebagaimana yang selama ini dipersepsikan.

“Jadi cerita di masyarakat bahwa karena masuk perusahaan A, perusahaan B, perusahaan C, maka air kering, enggak ada kaitannya. Perusahaan yang baru masuk dan baru berinvestasi itu baru membangun instalasi, baru membangun gedung, belum ada memakai air,” katanya.

Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama dan insan media, untuk bersama-sama menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat.

Baca Juga :  Amsakar Gesa Pembangunan Masjid Agung Raja Hamidah

Ia berharap narasi yang berkembang dapat diarahkan pada upaya membangun optimisme dan memperkuat kerja bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan Batam.

“Ayolah kita kecilkan cerita-cerita yang kontraproduktif itu karena Batam membutuhkan energi bersama yang sifatnya saling memperkuat di antara satu sama lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga mengingatkan jajarannya untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan sesuai rencana. Salah satunya program penyediaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik.

Ia meminta jajaran perangkat daerah terus menjaga konsistensi pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Catatannya soal pakaian seragam gratis. Pak Sekda tolong diingatkan, Pak Kabag tolong diingatkan kembali. Sebab saya takut nanti setelah minggu depan, memori kita tak bisa menyimpan terlalu lama karena besok sudah ada agenda baru lagi. Maka yang hadir bersama kita inilah bantu mengingatkan,” katanya.

Menutup arahannya, Amsakar memohon dukungan dan doa dari para mubaligh, imam masjid, guru Al-Qur’an, serta seluruh masyarakat Batam agar Pemko Batam senantiasa diberikan kelancaran dan perlindungan dalam menjalankan amanah pemerintahan.

Ia secara khusus meminta doa agar 15 program prioritas Pemko Batam dapat dilaksanakan dengan baik. Menurutnya, terdapat tiga persoalan besar yang menjadi perhatian utama pemerintah saat ini, yakni sampah, air, dan banjir.

“Saya mohon tiga hal itu karena gampang membuat orang tergelincir, tapi kalau sudah didoakan, mudah-mudahan kami dijaga oleh Allah SWT,” tutup Amsakar. (Humas Diskominfo Batam / Ahmad Nusur)