Perjalanan Tak Terduga Bellvania Shaquila: Dari Sekadar Coba-coba Menjadi Kiper Andal

Kisah Bellvania Shaquila, atau yang akrab disapa Belva, adalah bukti nyata bahwa keberanian mencoba hal baru, sekecil apapun itu, dapat membuka pintu menuju pencapaian yang luar biasa. Siapa sangka, langkah sederhana yang berawal dari rasa iseng justru mengantarkannya pada peran yang tak terduga: menjadi kiper andalan di tingkat sekolah bahkan kota. Padahal, jauh sebelum ini, dunia sepak bola sama sekali tidak menarik baginya.
Perkenalan pertama Belva dengan si kulit bundar terjadi ketika sekolahnya, SDN Rejosari 01, memutuskan untuk berpartisipasi dalam ajang MilkLife Soccer Challenge Semarang 2024. Dalam momen itulah, Belva memutuskan untuk mencoba peruntungannya, tanpa ekspektasi apapun. Namun, dari percobaan sederhana inilah, sebuah perjalanan baru yang penuh warna justru dimulai.
Belva kemudian memperkuat tim sekolahnya di gelaran MLSC Semarang 2024. Di turnamen perdananya ini, Belva dan rekan-rekannya berhasil meraih pencapaian membanggakan, yaitu naik ke podium sebagai runner-up. Prestasi ini menjadi salah satu titik balik terpenting dalam permulaan karier sepak bolanya, memicu semangat dan rasa ingin tahu yang lebih besar.
Merasa bahwa latihan di lingkungan sekolah saja belum cukup untuk mengembangkan potensinya, Belva mengambil keputusan berani untuk bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Weringin Jago. Pemain kelahiran Balikpapan pada 15 Agustus 2013 ini bertekad untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi dengan mengikuti pelatihan yang lebih terstruktur di SSB.
Keputusan Belva untuk bergabung dengan SSB dan kegigihannya dalam berlatih akhirnya membuahkan hasil manis yang tak terduga. Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, Belva terpilih sebagai salah satu pemain yang berhak mewakili Kota Semarang dalam ajang MLSC All Stars 2025. Dalam tim impian ini, Belva dipercaya mengemban tugas sebagai kiper utama, mengenakan nomor punggung keramat, 1.
“Awalnya memang belum punya minat untuk ikut sepak bola. Lalu, ketika ada seleksi MilkLife Soccer, saya coba-coba saja untuk ikut. Di seri pertama, saya belum pernah masuk SSB. Setelah tim kami juara di seri pertama, barulah saya memutuskan untuk bergabung dengan SSB. Latihan, latihan terus sampai sekarang,” ungkap Belva dengan antusias saat ditemui di Stadion Sidodadi, Semarang, pada Sabtu (17/1).
Belva menambahkan, pengalamannya mengikuti MilkLife Soccer sangatlah seru. “Ikutan MilkLife Soccer itu seru karena bisa main tim dan ketemu banyak teman baru,” tuturnya, menunjukkan sisi sosial dari olahraga yang kini digelutinya.

Kini, Belva kembali menunjukkan kontribusinya yang signifikan. Ia berhasil mengantar timnya melaju ke babak semifinal dalam gelaran MLSC Semarang Seri 2 2025/26. Belva merasa ada peningkatan yang jelas, baik dalam performa tim maupun individu, jika dibandingkan dengan partisipasinya di gelaran pertama.
Yang lebih menarik lagi, Belva, yang notabene berposisi sebagai penjaga gawang, ternyata memiliki andil besar dalam meloloskan timnya ke babak semifinal. Ia berhasil mencetak salah satu gol kemenangan untuk SDN Rejosari 01 dalam pertandingan melawan SDN Lamper Kidul 02 yang berakhir dengan skor 2-0.
Sebagai seorang kiper, catatan gol yang dibukukannya di MLSC Semarang Seri 2 kali ini sungguh mencolok. Total, empat gol berhasil ia cetak sepanjang pekan pertandingan tersebut. Sebuah pencapaian yang jarang terjadi untuk seorang pemain yang bertugas menjaga gawang.
“Ya, sejujurnya saya tidak menyangka bisa mencetak gol sebanyak ini, tapi ternyata bisa. Di seri sebelumnya juga saya pernah mencetak gol, dan di seri ini bisa bikin empat gol. Alhamdulillah,” tutup Belva dengan senyum bahagia, merefleksikan perjalanan luar biasa yang telah ia lalui.

















