Alex Pastoor, pelatih asal Belanda, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait pemecatannya dari jabatan sebagai bagian dari tim pelatih Timnas Indonesia setelah gagal melangkah ke babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, ia menjabat sebagai asisten Patrick Kluivert yang baru diangkat menjadi pelatih kepala pada awal tahun 2025.
Setelah mengalami dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak, harapan Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 pun pupus. PSSI memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Kluivert dan seluruh staf pelatihnya. “Ya, memang tidak berhasil dan itu segera terlihat,” kata Pastoor saat berbicara dalam acara Rondo, seperti dikutip dari vi.nl.
“Sebenarnya, baik di lapangan maupun di ruang ganti, kami sudah berusaha menjelaskan kepada para pemain apa yang diharapkan dari mereka. Saya pikir kami telah melakukan itu sebaik mungkin. Tetapi itu tidak cukup untuk mengalahkan negara-negara selevel ini,” ujarnya tentang kekalahan dari Irak dan Arab Saudi.
Pastoor hanya tersenyum tipis ketika mendapatkan pertanyaan apakah ia terkejut dengan pemecatan tersebut. “Anda sudah terlalu lama berkecimpung di dunia sepak bola untuk terkejut dengan hal ini. Tapi, saya pikir mereka (PSSI) sedang mengerjakan proyek yang akan berjalan lebih panjang daripada hanya mengejar tiket Piala Dunia. Jika sentimen berubah menjadi sangat negatif, Anda juga bisa membayangkan atmosfer seperti apa yang akan Anda hadapi. Kami tidak tahu itu,” ucap dia.
Setelah tim kembali dari Jeddah, PSSI segera mengevaluasi penampilan tim nasional dan tim kepelatihan. Hasil evaluasi langsung muncul dan PSSI memutuskan untuk mengakhiri kerja sama melalui kesepakatan bersama.
Tiga Kesepakatan Pelatih dan PSSI
Menurut Pastoor, ada tiga kesepakatan awal yang menjadi dasar rencana kerja tim pelatih asal Belanda itu dan PSSI. Pertama, mencoba menembus Piala Dunia 2026. “Mencapai Piala Dunia memang luar biasa, tetapi sebagai tim peringkat 119 dunia, itu tidak mudah atau tidak logis,” ujarnya.
Kedua, Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen mendapat tugas membina dan merekrut pemain lokal dengan cepat ke tim nasional U-23 dan tim nasional U-20. Ketiga, dalam jangka panjang, mendapatkan pemain yang lebih kompetitif di negara berpenduduk 280 juta jiwa. “Jordi Cruyff telah ditunjuk sebagai penasihat dan Alexander Zwiers sebagai direktur teknik. Sekarang semua orang telah disingkirkan,” ucap dia.
Meski begitu, Pastoor mengatakan bahwa Indonesia meninggalkan kesan mendalam dalam karier kepelatihannya. “Ada begitu banyak antusiasme di sana tentang sepak bola, termasuk di awal kehadiran kami sehingga praktis Anda harus memastikan ini akan berhasil. Tapi itu tidak pernah dibahas,” ucap mantan pelatih Almere City tersebut.
Kendati demikian, Pastoor tetap membuka kembali peluang bekerja sama dengan Patrick Kluivert di masa mendatang. “Saya berbicara dengan agen Patrick sore ini. Mereka pasti sedang memikirkan beberapa hal. Selalu ada kemungkinan kami akan tetap bersama,” ucap dia.

















