Ekonomi

Krakatau Steel Ajukan Pinjaman Rp8,3 Triliun ke Danantara

×

Krakatau Steel Ajukan Pinjaman Rp8,3 Triliun ke Danantara

Sebarkan artikel ini

Pengajuan Modal Kerja Sebesar US$ 500 Juta untuk Krakatau Steel

Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengajukan modal kerja sebesar US$ 500 juta atau setara dengan Rp 8,3 triliun (kurs Rp 16.602 per dolar AS) kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Dalam jangka pendek, Danantara memberikan pinjaman dalam bentuk Pinjaman Pemegang Saham sebesar US$ 250 juta.

Corporate Secretary Fedaus menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengusulkan permohonan dukungan dana dari Danantara. Dalam keterbukaan informasi yang diunggah ke Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 8 Oktober 2025, ia menjelaskan bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan operasional utama, seperti pembelian bahan baku berupa slab baja untuk pabrik HSM, hot rolled coil (HRC), dan cold rolled coil full hard (CRC F/H) pabrik CRM PT KBI. Selain itu, dana juga digunakan untuk HRC pabrik pipa baja PT KPI serta produk baja turunan.

Penggunaan dana ini disesuaikan dengan kebutuhan modal kerja sesuai cash conversion cycle masing-masing fasilitas. Fedaus menambahkan bahwa tambahan modal hingga Rp 8,3 triliun dari Danantara bertujuan untuk penyelesaian restrukturisasi perseroan setelah mendapatkan kesepakatan dengan pihak perbankan.

Baca Juga :  UMK Banten 2026 Naik Serentak: Cilegon Tertinggi, Pandeglang Terendah, Rincian Lengkap

Pendanaan Bahan Baku dan Biaya Pembiayaan

Untuk pemenuhan bahan baku, pendanaannya berasal dari pihak ketiga dengan rate yang lebih tinggi dibandingkan fasilitas perbankan serta adanya batasan-batasan yang diberlakukan oleh masing-masing financier. “Financing cost tersebut langsung menjadi tambahan biaya perolehan bahan baku,” ujarnya.

Dukungan modal dari Danantara ini diharapkan dapat membuat Krakatau Steel beroperasi secara optimal dan mengurangi beban biaya bahan baku yang sebelumnya menggunakan pembiayaan dari pihak ketiga. Berdasarkan hasil analisis perseroan, setelah adanya dukungan pembiayaan dari Danantara, Krakatau Steel diproyeksikan dapat meningkatkan EBITDA hingga US$ 31,9 juta.

Fedaus menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan dukungan Danantara menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh entitas. “Dengan terjaminnya modal kerja untuk fasilitas HSM, PTKS dapat memenuhi utang restrukturisasi Tranche A dengan kas operasional perusahaan melalui operasi bisnis fasilitas HSM,” katanya.

Penurunan Utang dan Beban Bunga

Krakatau Steel sebelumnya mengumumkan keringanan atas utang terhadap empat bank swasta. Nilai total kewajiban Krakatau Steel yang mendapat keringanan dan dipercepat sebesar Rp 248 miliar atau US$ 159 juta. Dalam keringanan ini, Fedaus mengatakan Krakatau Steel hanya membayar Rp 49,6 miliar atau US$ 31,8 juta. Dari jumlah itu, Krakatau Steel mendapat keringanan pokok sebesar 80 persen dari total kewajiban.

Baca Juga :  UMK Pelalawan Molor: Nasib Buruh Terkatung, Serikat Usul Naik 10,5%

Di samping itu, Fedaus menambahkan bahwa Krakatau Steel mendapat penghapusan utang atas bunga dan denda bunga sekaligus pokok sebesar Rp 112 miliar terhadap empat bank swasta. Dari penyelesaian ini, Krakatau Steel memiliki sisa utang restrukturisasi meliputi tranche A Rp 561 miliar, tranche B Rp 2,8 triliun, dan tranche C sebesar Rp 3,7 triliun.

Setelah transaksi ini, efektif Krakatau Steel bakal menurunkan utang restrukturisasi hingga US$ 174 juta dari total utang US$ 1,3 miliar. “Turun hingga 12,5 persen,” katanya.

Dampak pada Cashflow dan Prospek Bisnis

Penurunan outstanding utang restrukturisasi ini otomatis menurunkan beban bunga perseroan serta meringankan tekanan cashflow Krakatau Steel di masa depan. Fedaus menjelaskan bahwa transaksi ini merupakan bagian dari transformasi menyeluruh perseroan. “Sekaligus mencerminkan dukungan perbankan terhadap keberlanjutan dan prospek bisnis baja nasional,” ujarnya.