Lokal

KRL Tergenang: Rel Angke-Kampung Bandan Lumpuh Akibat Banjir

×

KRL Tergenang: Rel Angke-Kampung Bandan Lumpuh Akibat Banjir

Sebarkan artikel ini

Dampak Banjir di Jakarta: Gangguan Perjalanan KRL dan Akses Jalan

Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Senin pagi (12/1/2026) telah menimbulkan genangan air yang signifikan, menyebabkan gangguan serius pada sistem transportasi publik, khususnya layanan Kereta Rel Listrik (KRL). Salah satu rute yang paling terdampak adalah perjalanan KRL antara Stasiun Angke dan Kampung Bandan.

Akibat genangan air yang meluas di sepanjang jalur tersebut, KAI Commuter mengumumkan bahwa Commuter Line Cikarang tidak dapat melanjutkan perjalanannya melewati Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Angke. Penumpang yang menuju Bekasi atau Cikarang harus berganti kereta di stasiun-stasiun tersebut dan melanjutkan perjalanan melalui Pasar Senen atau Manggarai. Pernyataan resmi dari KAI di platform X mengonfirmasi situasi ini, “Perjalanan Commuter Line Cikarang hanya sampai Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Angke untuk kembali ke Bekasi/Cikarang via Pasar Senen atau Manggarai.”

Selain gangguan pada rute Angke-Kampung Bandan, genangan air juga dilaporkan terjadi di emplasemen Stasiun Jakarta Kota. Hal ini berdampak pada keterlambatan perjalanan KRL yang menghubungkan Bogor dengan Jakarta Kota. Para penumpang perlu bersiap menghadapi penundaan keberangkatan dan kedatangan kereta di jalur ini.

Situasi diperparah dengan adanya pohon tumbang di beberapa titik. Insiden ini secara langsung memengaruhi operasional KRL dengan nomor relasi 2214 hingga 2017 yang melayani rute Jakarta Kota-Tanjung Priok dan sebaliknya. KAI mengumumkan bahwa perjalanan kereta pada relasi tersebut dibatalkan sementara waktu. “Saat ini dalam proses evakuasi. Perjalanan Commuter Line di lokasi menunggu aman untuk melintas,” jelas KAI, mengindikasikan bahwa petugas sedang bekerja keras untuk mengatasi hambatan tersebut dan memastikan keamanan bagi para penumpang.

Baca Juga :  Salat Gaib Topoyo untuk Alm Salim S Mengga: Aksi Warga Sebelum Imbauan Pemprov

Dampak Luas Banjir di Ibu Kota

Banjir yang melanda Jakarta kali ini tidak hanya mengganggu transportasi kereta. Berdasarkan laporan terkini, beberapa ruas jalan utama di ibu kota juga tergenang air dengan intensitas tinggi. Kondisi ini tentu saja menghambat mobilitas warga yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum lainnya seperti bus dan angkutan kota.

  • Ruas Jalan yang Tergenang:
    • Beberapa titik di Jalan Gatot Subroto dilaporkan mengalami genangan air yang cukup dalam, menyebabkan kemacetan parah.
    • Akses menuju kawasan perkantoran di Sudirman juga tidak luput dari genangan, memaksa pengendara mencari rute alternatif.
    • Jalan-jalan protokol di sekitar pusat kota seperti MH Thamrin juga mengalami perlambatan lalu lintas akibat genangan.
    • Beberapa jalan arteri di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat juga melaporkan adanya genangan air yang mengganggu arus lalu lintas.

  • Kondisi di Wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN):
    • Menariknya, laporan juga menyebutkan bahwa sebagian wilayah di Ibu Kota Nusantara (IKN) turut terendam banjir. Hal ini menjadi perhatian mengingat IKN merupakan proyek strategis nasional yang diharapkan dapat menjadi pusat pemerintahan yang modern dan tahan bencana.
Baca Juga :  Jembatan Sodongkopo: Gerbang Indah Wisata Pangandaran

Upaya Penanganan dan Imbauan

Pihak berwenang, termasuk KAI Commuter dan tim penanggulangan bencana, dilaporkan sedang berupaya keras untuk mengatasi dampak banjir. Evakuasi pohon tumbang dan penanganan genangan air di jalur kereta merupakan prioritas utama untuk segera memulihkan operasional layanan.

Bagi masyarakat, dihimbau untuk selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan transportasi publik. Sebaiknya hindari bepergian ke daerah yang teridentifikasi rawan banjir atau mengalami genangan yang parah. Jika terpaksa harus melakukan perjalanan, pastikan untuk mencari rute yang aman dan memiliki informasi yang cukup mengenai kondisi jalan di depan.

Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras yang berkepanjangan menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, terutama di wilayah perkotaan yang padat seperti Jakarta. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen terkait sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak negatif dari fenomena alam ini.

Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan upaya mitigasi dan pencegahan banjir, termasuk pemeliharaan sistem drainase, normalisasi sungai, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sementara itu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan berpartisipasi aktif dalam program-program penanggulangan bencana.