Olahraga

Legenda Liga Indonesia: Cetak Gol, Gagalkan Pelupessy, Bawa Lommel SK Juara!

×

Legenda Liga Indonesia: Cetak Gol, Gagalkan Pelupessy, Bawa Lommel SK Juara!

Sebarkan artikel ini

Radja Nainggolan Kembali Mengukir Prestasi di Belgia, Gagalkan Kemenangan Rekan Sesama Pemain Liga Indonesia

Dunia sepak bola Belgia kembali menyaksikan kiprah gemilang mantan pemain Liga Indonesia, Radja Nainggolan. Kali ini, ia berperan krusial dalam mencegah kemenangan Joey Pelupessy bersama klubnya, Lommel SK, di kasta kedua Liga Belgia, yang dikenal sebagai Challenger Pro League musim 2025/2026. Pertandingan yang mempertemukan kedua pemain yang pernah berkiprah di Tanah Air ini berakhir imbang, menunjukkan bahwa semangat kompetitif Nainggolan masih membara meski usianya telah menginjak 37 tahun.

Sejak bergabung dengan klub Belgia, Patro Eisden, pada 16 Januari 2026, Radja Nainggolan telah menunjukkan performa yang konsisten. Sebelumnya, ia juga sempat memperkuat klub kasta kedua Belgia lainnya, Lokeren-Temse, sebelum akhirnya berlabuh di Patro Eisden. Kehadirannya di klub baru ini langsung memberikan dampak positif, terbukti dengan penampilannya yang telah mencakup empat pertandingan sejak ia resmi berseragam Patro Eisden.

Pertandingan terbaru yang menjadi sorotan adalah bentrokan antara Patro Eisden melawan Lommel SK yang berlangsung di Soeverein Stadium pada Minggu (1/2/2026) dini hari WIB. Dalam laga pekan ke-23 tersebut, Nainggolan dipercaya tampil sebagai starter di posisi penyerang, menunjukkan kepercayaan penuh dari tim pelatih Patro Eisden. Di kubu lawan, Joey Pelupessy, yang merupakan gelandang Timnas Indonesia, juga turun sebagai starter, mengisi lini tengah Lommel SK. Pelupessy sendiri bermain penuh hingga peluit akhir dibunyikan, menunjukkan stamina dan dedikasinya dalam pertandingan tersebut.

Jalannya Pertandingan yang Sengit dan Gol Penyeimbang

Lommel SK berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-19 melalui gol yang dicetak oleh Rafl Seuntjnes, yang memanfaatkan umpan matang dari Tom Reyners. Keunggulan ini sempat membuat tim tamu berada di atas angin. Namun, Patro Eisden tidak tinggal diam. Melalui sentuhan magis Radja Nainggolan, tim tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-58. Gol penyeimbang ini menjadi bukti ketajaman dan pengalaman Nainggolan di lapangan hijau.

Baca Juga :  Torino vs Roma: Prediksi Skor, Statistik & H2H Serie A

Pemain berusia 37 tahun tersebut menunjukkan bahwa usianya bukanlah halangan untuk tetap bersinar. Meskipun telah berhasil mencetak gol penting, Nainggolan akhirnya ditarik keluar pada menit ke-87, digantikan oleh Nicolas Orye. Keputusan ini mungkin diambil untuk menjaga kebugaran sang pemain menjelang pertandingan berikutnya. Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 1-1, sebuah hasil yang cukup memuaskan bagi kedua tim yang berambisi promosi.

Dampak Hasil Pertandingan Terhadap Klasemen

Hasil imbang ini memberikan dampak yang signifikan terhadap posisi kedua tim di klasemen Challenger Pro League. Dengan tambahan satu poin, Patro Eisden berhasil naik ke peringkat keempat klasemen sementara dengan total 39 poin. Sementara itu, Lommel SK tetap bertahan di peringkat ketiga dengan perolehan poin yang sama, yaitu 39 poin.

Yang menarik adalah, kedua tim kini sama-sama berada dalam zona play-off promosi. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di papan atas kasta kedua Liga Belgia sangat ketat, dan setiap poin sangat berharga. Pertandingan antara Patro Eisden dan Lommel SK menjadi salah satu bukti betapa pentingnya konsistensi dan performa individu dalam perebutan tiket promosi ke kasta tertinggi.

Baca Juga :  Indonesia, Britain Agree to Boost Cooperation in New Renewable Energy

Statistik Radja Nainggolan di Patro Eisden

Bagi Radja Nainggolan, gol yang ia cetak ke gawang Lommel SK merupakan torehan kedua sejak ia bergabung dengan Patro Eisden. Selain gol, ia juga telah menunjukkan kontribusi positif lainnya dengan mencatatkan dua assist untuk klub barunya. Statistik ini menunjukkan bahwa Nainggolan tidak hanya mampu mencetak gol, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Kiprah Nainggolan di Patro Eisden menjadi bukti bahwa ia masih memiliki determinasi tinggi untuk bermain di level kompetitif. Keputusannya untuk kembali ke Belgia dan bermain di kasta kedua menunjukkan kecintaannya pada sepak bola dan keinginannya untuk terus berkontribusi.

Jejak Radja Nainggolan di Liga Indonesia

Sebelum kembali ke Belgia, Radja Nainggolan sempat merasakan atmosfer Liga 1 Indonesia. Ia pernah memperkuat klub Bhayangkara FC pada periode November 2023 hingga Juli 2024. Meskipun demikian, masa baktinya di Indonesia tidak mendapatkan banyak menit bermain. Ia tercatat hanya tampil dalam 10 pertandingan dengan total 757 menit bermain untuk klub berjulukan The Guardian tersebut.

Namun, meski menit bermainnya terbatas, Nainggolan mampu menunjukkan performa yang cukup baik. Dalam 10 laga tersebut, ia berhasil mencetak satu gol dan memberikan tiga assist. Kontribusinya, meskipun tidak masif, tetap memberikan nilai tambah bagi Bhayangkara FC. Pengalaman bermain di Indonesia, meskipun singkat, menjadi salah satu babak unik dalam karier panjangnya sebagai pesepak bola profesional. Kini, ia kembali membuktikan kualitasnya di tanah kelahirannya, Belgia, dan terus menjadi sorotan publik sepak bola.