Ekonomi

Mandiri Investasi Pelopor Reksa Dana Emas Syariah Indonesia

×

Mandiri Investasi Pelopor Reksa Dana Emas Syariah Indonesia

Sebarkan artikel ini

PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) terus mematangkan rencana ambisius mereka untuk meluncurkan Reksa Dana Bursa Syariah berbasis emas, yang lebih dikenal sebagai ETF Emas. Peluncuran produk investasi yang inovatif ini ditargetkan pada awal tahun depan.

Langkah strategis ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Mandiri Investasi, PT Pegadaian, dan Deutsche Bank. Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan produk investasi emas syariah yang aman dan mudah diakses.

Sebelumnya, Mandiri Investasi telah menjalin kerja sama strategis dengan Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan pertama untuk Reksa Dana Bursa (RDB) Emas Syariah. Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga turut bergabung sebagai mitra Bullion Bank, menandai awal kolaborasi dalam mengeksplorasi potensi pengembangan, pembentukan, peluncuran, hingga pengelolaan produk investasi berbasis emas yang inovatif.

Persiapan Intensif dan Finalisasi Regulasi

Dalam beberapa bulan terakhir, tim dari Mandiri Investasi, Mandiri Sekuritas, BSI, Pegadaian, dan Deutsche Bank telah bekerja keras melakukan persiapan teknis secara intensif. Fokus utama persiapan ini meliputi:

  • Finalisasi mekanisme penyediaan dan penyimpanan emas fisik yang akan menjadi underlying asset RDB Emas Syariah.
  • Penyusunan tata kelola kustodian yang sesuai dengan standar internasional dan prinsip syariah.
  • Pembangunan infrastruktur perdagangan RDB yang efisien dan transparan.
  • Memastikan kesesuaian struktur produk dengan prinsip syariah yang berlaku.

Seluruh proses persiapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk RDB Emas Syariah siap diluncurkan segera setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek dengan aset yang mendasari berupa emas. Saat ini, POJK tersebut sedang memasuki tahap finalisasi. Mandiri Investasi menargetkan peluncuran RDB Emas Syariah dapat dilakukan segera setelah regulasi tersebut resmi dirilis oleh OJK.

Baca Juga :  Harga Pangan Solok Selatan: Ayam Naik, Cabai Turun Akhir Januari 2026

Pengalaman dan Keahlian Mandiri Investasi

Langkah peluncuran RDB Emas Syariah ini juga diperkuat oleh rekam jejak Mandiri Investasi dalam mengelola 14 Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan underlying berupa Reksa Dana Bursa / ETF emas global. Pengalaman yang luas ini memberikan fondasi teknis yang kuat bagi Mandiri Investasi untuk menghadirkan produk RDB Emas domestik yang memenuhi standar internasional sekaligus selaras dengan prinsip syariah.

Peran Strategis Pegadaian dan Deutsche Bank

Sesuai dengan MoU yang telah ditandatangani, Pegadaian akan berperan sebagai Bullion Bank, sementara Deutsche Bank akan berperan sebagai Bank Kustodian.

Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menjelaskan bahwa Pegadaian akan menyediakan dan menyimpan emas fisik yang menjadi underlying RDB Emas Syariah Mandiri Investasi. Dengan posisi sebagai Bullion Bank pertama di Indonesia dan rekam jejak panjang dalam ekosistem emas nasional, Pegadaian siap mendukung kehadiran produk RDB Emas Syariah yang lebih aman, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri emas nasional serta memperluas layanan emas bagi masyarakat,” ujar Selfie.

Kerja sama dengan Deutsche Bank sebagai Bank Kustodian diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor melalui tata kelola yang kuat dan transparan. Bank investasi global ini memiliki pengalaman panjang dalam mengadministrasikan transaksi ETF berbasis efek dan berbasis emas di berbagai pasar internasional.

“Dengan pengalaman global dan infrastruktur yang kuat, kami memastikan pengadministrasian Reksa Dana dilakukan sesuai standar tertinggi demi menjaga kepercayaan investor serta mendukung perkembangan industri pasar modal di Indonesia,” jelas Samir Shivaji Dhamankar, Head of Corporate Bank Indonesia and Head of Trust & Securities Services ASEAN Deutsche Bank.

Keunggulan dan Manfaat RDB Emas Syariah

Direktur Mandiri Investasi, Ernawan Rahmat Salimsyah, CFA, menegaskan bahwa kolaborasi strategis ini bertujuan untuk menghadirkan ekosistem RDB Emas Syariah yang likuid, terjangkau, dan mudah diperdagangkan layaknya saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Produk ini dirancang memiliki underlying emas fisik murni yang tersimpan aman di Bullion Bank dan memenuhi prinsip syariah sesuai dengan Fatwa DSN MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

Baca Juga :  Trade Indonesia: Atta Ul Karim Optimis Inklusi Keuangan Syariah RI Naik

Selain efisiensi dan transparansi yang menjadi keunggulan utama RDB, Ernawan menekankan bahwa produk ini juga dirancang untuk mengikuti dinamika harga emas domestik maupun global dengan biaya per unit penyertaan yang kompetitif.

“RDB Emas Syariah yang akan kami luncurkan dapat menjadi solusi investasi modern dibandingkan dengan menyimpan emas fisik secara tradisional. Produk ini mudah ditransaksikan, transparan, dan sangat relevan bagi investor yang mencari instrumen safe haven atau diversifikasi portofolio,” ujarnya.

Optimisme dan Target Pertumbuhan

Mandiri Investasi optimistis bahwa produk RDB Emas Syariah ini akan mendapatkan sambutan yang kuat dari investor institusi maupun ritel. Mereka juga meyakini bahwa produk ini akan menjadi katalis pertumbuhan Asset Under Management (AUM) perusahaan pada tahun 2026. Hingga 4 Desember 2025, dana kelolaan konsolidasi Mandiri Investasi telah melampaui Rp 80 triliun dan diproyeksikan akan terus meningkat hingga akhir tahun.

Sebagai manajer investasi nasional yang menyediakan beragam produk investasi—mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, alternatif, hingga produk dengan strategi pasif, yaitu ETF Mandiri ETF LQ45, dan Mandiri ETF SRI-KEHATI serta Reksa Dana Indeks yaitu Mandiri Indeks FTSE Indonesia ESG dan Mandiri Investa Indeks Obligasi Negara, kehadiran RDB Emas Syariah akan melengkapi portofolio RDB Mandiri Investasi secara komprehensif. Seluruh produk tersebut telah dipasarkan melalui 43 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), termasuk mitra distribusi di Singapura, menjangkau investor yang lebih luas di pasar regional.