Berita

Masyarakat Taman Fajar Gelar FGD Interaktif Dengan Sekolah Alam Indonesia untuk Lindungi Ekosistem

×

Masyarakat Taman Fajar Gelar FGD Interaktif Dengan Sekolah Alam Indonesia untuk Lindungi Ekosistem

Sebarkan artikel ini

FGD di Desa Taman Fajar: Membangun Kesadaran Lingkungan dan Kesejahteraan Bersama

Di tengah suasana yang penuh antusiasme, Balai Desa Taman Fajar, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, menjadi tempat pertemuan penting bagi warga desa. Pada tanggal 13-14 September 2025, puluhan warga dari berbagai kelompok usia berkumpul dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Sekolah Alam Indonesia bersama Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT), Pemerintah Desa Taman Fajar, dan Taman Nasional Way Kambas.

Kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi, masing-masing menghadirkan peserta dengan latar belakang usia dan perspektif yang berbeda. Sesi pertama diisi oleh peserta berusia 15–25 tahun yang penuh semangat dan ide segar. Sesi kedua melibatkan warga berusia 25–35 tahun dengan perspektif produktif dan solutif. Sedangkan sesi ketiga diisi oleh peserta berusia 35 tahun ke atas yang membawa pengalaman serta pandangan matang mengenai kondisi desa.

Diskusi ini menyentuh berbagai permasalahan desa dan program-program yang sedang berjalan maupun yang akan direncanakan. Salah satu isu utama yang dibahas adalah upaya menjaga ekosistem hutan di sekitar Taman Nasional Way Kambas. Wilayah ini menjadi rumah bagi berbagai satwa liar, termasuk gajah sumatera. Permasalahan lain seperti jalanan yang rusak juga menjadi topik yang menarik perhatian peserta.

Salah satu peserta yang sangat antusias adalah Tina. Ia menyampaikan bahwa acara ini cukup mengedukasi dan memberinya wawasan serta pola pikir baru dari narasumber. “Di desa Taman Fajar sudah terlihat gersang. Karena sekarang banyak lahan yang dijadikan gedung-gedung dan perumahan, jadi ekosistemnya sudah menurun,” tambah Tina.

Baca Juga :  Peringati Hari Lahan Basah Se-dunia, PM Haze dan Eka Mengadakan Lomba Mewarnai

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Peserta tidak hanya berdiskusi, tetapi juga menuangkan keinginan serta harapan mereka di secarik kertas kecil yang kemudian ditempelkan di papan aspirasi. Papan ini menjadi simbol kebersamaan dan tekad masyarakat Taman Fajar untuk membangun desa yang lebih baik sekaligus menjaga kelestarian hutan.

“FGD ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga sarana edukasi. Kami ingin mengajak masyarakat lokal memahami betapa pentingnya menjaga ekosistem hutan demi keberlanjutan kehidupan,” ujar Ludfiono, Direktur Pendidikan Sekolah Alam Indonesia di sela-sela kegiatan. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Dani Darmawan, Kepala Seksi 2 Balai Taman Nasional Way Kambas (Balai TNWK) dan Ibu Kurnia Khairani, Direktur Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT).

Dengan berbagai ide dan insight yang terlontar dari peserta, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari langkah-langkah nyata untuk menjawab persoalan desa, terutama dalam upaya pelestarian lingkungan di kawasan Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas.

Ibu Sri Utami, salah satu peserta, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif untuk menambah pengetahuan dan cara berpikir. “Perlu adanya bimbingan SDM (Sumber Daya Manusia), karena kami yang ada di desa ini secara SDM masih kurang dan perlu dibentuk pola pikirnya serta ditingkatkan agar dapat mengubah pola pikir yang tidak melulu tentang uang,” ujar Ibu Sri Utami dengan antusias.

Baca Juga :  Mendagri Ajak Pemda Kolaborasi dengan Kadin Tingkatkan Ekosistem Usaha Daerah

Beriring dengan perhatian pada pelestarian lingkungan, FGD ini juga menegaskan pentingnya pembangunan manusia dan penguatan ekonomi desa. Harapan masyarakat Taman Fajar adalah hadirnya program-program yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mengasah kemampuan, membuka ruang inovasi, serta mengedukasi warga agar mampu mengembangkan ide-ide kreatif yang pro-lingkungan. Dengan demikian, desa dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan hutan yang lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang mengedepankan keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini mendapat sambutan yang baik dari kepala desa setempat yakni Bapak Elfan Ferisasmita, S.Pd., M.M. Beliau mengatakan bahwa perlu ada masukan dari pihak luar untuk membangun Desa Taman Fajar. “Terima kasih atas kegiatan yang sudah diinisiasi oleh Sekolah Alam Indonesia. Kegiatan ini sangat penting untuk membantu memecahkan masalah desa serta membantu program kerja Pemerintah Desa Taman Fajar,” sambung Kepala Desa.

Kegiatan ini tidak akan berhenti, masih ada kegiatan-kegiatan lanjutan sebagai rangkaian utuh misi Sekolah Alam Indonesia yang tercermin dalam kegiatan untuk membangun peradaban.