Penemuan Mayat di Banjarbaru: Kronologi dan Dugaan Penyebab Kematian
Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Kompleks Griya Nalar Asri, RT 27 RW 06, Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru pada Sabtu, 31 Januari 2026. Jasad seorang pria ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya. Pihak kepolisian setempat segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta kronologi penemuan yang menggegerkan warga.
Menurut Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, korban diketahui bernama Muhammad Sahid, seorang pria berusia 54 tahun yang merupakan warga pendatang dari Kelurahan Telaga Biru, Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin. Sahid ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, tergeletak di dalam kamar mandi rumahnya.
Kronologi Penemuan Jasad yang Mencurigakan
Penemuan jasad Muhammad Sahid bermula ketika seorang saksi, yang berprofesi sebagai perental mobil, mendatangi rumah korban. Kedatangan saksi didasari oleh mobil rental yang disewakan kepada korban tak kunjung dikembalikan. Saksi mencoba mengetuk pintu depan rumah, namun tidak mendapatkan respons sama sekali karena pintu dalam keadaan terkunci.
Merasa ada yang tidak beres, saksi kemudian beralih ke pintu belakang rumah. Di sanalah, saksi mulai mencium aroma tidak sedap yang semakin menguatkan dugaan adanya sesuatu yang tidak beres.
Aroma menyengat tersebut membuat saksi segera menghubungi warga lain dan Ketua RT setempat untuk bersama-sama mengecek kondisi rumah korban. Bersama dengan Bhabinkamtibmas dan relawan dari Regas, mereka berupaya memastikan sumber bau tak sedap tersebut.
Setelah dilakukan upaya pendobrakan, pintu rumah berhasil dibuka. Di dalam, tim penolong dihadapkan pada pemandangan yang mengerikan. Korban, Muhammad Sahid, ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi tertelungkup tanpa mengenakan pakaian. Bagian tubuh atasnya berada di area kamar mandi, sementara bagian pinggang ke bawah tergeletak di luar kamar mandi dalam posisi menyerong.
Hasil Pemeriksaan Awal dan Dugaan Penyebab Kematian
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan visum terhadap tubuh korban. Dari pemeriksaan awal tersebut, petugas tidak menemukan adanya identifikasi kekerasan fisik yang dialami oleh Muhammad Sahid.
Berdasarkan temuan di lapangan dan kondisi jenazah, diduga kuat bahwa Muhammad Sahid meninggal dunia karena sakit. Perkiraan waktu kematian korban diperkirakan sudah berlangsung selama 4 hingga 5 hari sebelum ditemukan.
Selain jasad korban, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan di dalam rumahnya. Obat-obatan tersebut antara lain:
* Obsagi
* Cataflam
* Diapet
* Paracetamol
* Ziloven
* Demacolin
* Methylprednisolone
Keberadaan obat-obatan ini semakin memperkuat dugaan bahwa korban mungkin sedang dalam perawatan medis atau mengalami kondisi kesehatan tertentu sebelum meninggal dunia.
Tanggapan Keluarga dan Proses Pemakaman
Kabar duka mengenai meninggalnya Muhammad Sahid telah disampaikan kepada pihak keluarga yang berada di Banjarmasin. Pihak keluarga dikabarkan telah mengetahui kejadian tersebut dan menyatakan menerima kematian korban dengan ikhlas.
Keluarga korban kemudian berinisiatif untuk membawa jenazah Muhammad Sahid pulang ke Banjarmasin untuk dikebumikan. Dalam prosesnya, keluarga juga membuat surat pernyataan penolakan otopsi, yang menunjukkan penerimaan mereka terhadap penyebab kematian yang diduga karena sakit dan tidak adanya unsur kekerasan. Hal ini memungkinkan proses pemakaman dapat segera dilaksanakan sesuai dengan adat dan keinginan keluarga.
Penemuan jenazah di rumah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga dan segera melaporkan jika ada hal yang mencurigakan, demi keselamatan bersama.















