KUPANG – Tujuan digelarnya Festival Budaya tersebut agar mengenalkan kepada Indonesia dan kepada dunia bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah provinsi dengan keragaman budaya yang paling menonjol dibandingkan sebagian provinsi lainnya.
Event festival budaya ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota Kupang dalam mengembangkan seni dan budaya kepada seluruh masyarakat NTT.
Selain mengenalkan budaya NTT, tujuan festival budaya ini juga sebagai bentuk partisipasi masyarakat kota kupang turut serta memeriahkan dalam menyongsong HUT RI ke – 78.
Salah satu kelurahan yang mendapat kesempatan menggelar festival budaya tersebut adalah Kelurahan Naikoten 2 dengan menampilkan Budaya Etnis Flores.

Warga Kelurahan Naikoten 2 berkolaborasi dengan tingkat Kecamatan Kota Raja, tingkat kelurahan dan pemkot kupang menggelar Festival Budaya di halaman Gereja Khatolik Paroki Santo Yosep Naikoten 2, Jalan Herewila No.34, Kota Kupang, Prov.NTT.
Yang ditampilkan dalam Festival tersebut adalah Pameran UMKM, Pasar Murah, Pelayanan Kesehatan Gratis, dan Live Musik.
Selain ditampilkan di atas, ada juga lomba dan pentas seni antara lain Lomba Lari Karung, Lomba Gigit Sendok, Lomba Gigit Kerupuk, Fashion Show Etnis Flores, pentas seni tarian Ja’i, Gawi, dan Dolo – Dolo, pentas seni suara lagu Daerah Flores dan Pentas Dance Karang Taruna.
Festival budaya dibuka oleh Pejabat Walikota Kupang George M. Hadjoh didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Camat Kota Raja, Lurah Naikoten 2, Pastor Paroki St.Yosep Naikoten, ketua LPM, Ketua Panitia Penyelenggara dan disaksikan oleh seluruh Peserta, Panitia, dan Warga Kelurahan Naikoten 2, Pukul 16.55 Wita, Senin 07 Agustus 2023.
Dalam sambutannya Pejabat Walikota Kupang George M. Hadjoh mengatakan, “mari kita bersama – sama menunjukkan kepada semua orang bahwa budaya Flores akan terjadi kolaborasi dan integrasi yang hebat pada hari ini”.
George pun menambahkan, “Ini adalah satu-satunya event yang ada di dalam lingkungan gereja”.
“Kita perlu memberikan ruang kepada budaya untuk menunjukkan bahwa 60 persen budaya NTT akan menjadi potensi sumber pendapatan bagi masyarakat NTT khususnya di kota Kupang, ” Jelas George.
Tegas George, “Pariwisata Prov.NTT sekarang berada pada rangking 3 penyumbang devisa terbesar untuk indonesia”.
“Oleh karena itu saya mendorong agar semua kelurahan bangkit dengan semua potensi-potensi budayanya, kita tunjukan kalau kita kaya akan kekayaan budaya, “Ujar George.
Festival budaya ini akan menjadi program yang berkelanjutan dari dinas pariwisata bekerjasama pihak kecamatan, Kelurahan, LPM, dan Tokoh masyarakat untuk mendorong agar terjadi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Marcho

















