Alreinamedia.com-NTT, BPJS Ketenagakerjaan kembali mempertegas komitmennya dalam memberikan perlindungan optimal kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan menghadirkan Lounge Pekerja Migran Indonesia di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Fasilitas pelayanan terpadu ini resmi diluncurkan pada Kamis (9/10) sebagai bagian dari hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan berbagai institusi terkait.
Lounge khusus PMI ini dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih manusiawi, nyaman, dan mudah diakses. Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat peran BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas kanal layanan di titik-titik mobilitas warga, seperti bandara, pelabuhan, hingga pos lintas batas negara (PLBN), agar pekerja migran dapat memperoleh informasi dan layanan jaminan sosial secara cepat dan tepat.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Roswita Nilakurnia, menjelaskan bahwa fasilitas ini menjadi wujud nyata dari peningkatan kualitas layanan kepada para PMI yang membutuhkan dukungan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
“Terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada KP2MI, Disnakertrans, dan Injourney Airport atas dukungannya sehingga fasilitas ini terwujud. Kami berharap Lounge PMI Juanda ini menjadi ruang pelayanan yang nyaman, informatif, dan inklusif, yang mencerminkan nilai-nilai pelayanan prima BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Roswita.
Roswita menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program perlindungan sosial bagi pekerja migran berjalan semakin optimal.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga agar setiap PMI dapat merasakan perlindungan menyeluruh sejak sebelum berangkat, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menekankan bahwa lounge tersebut harus berfungsi lebih dari sekadar ruang tunggu bagi PMI.
“Dengan diresmikannya lounge di Bandara Juanda, saya ingin tempat ini menjadi pusat informasi bagi pekerja migran Indonesia. Tidak hanya sebagai ruang istirahat, tapi sebagai pusat layanan terpadu,” kata Mukhtarudin.
Ia menegaskan bahwa fasilitas ini harus menjadi pusat informasi yang menyediakan kebutuhan PMI mulai dari keberangkatan, prosedur kepulangan, perlindungan hukum, hingga kepastian jaminan sosial.
“Lounge ini harus menjadi personal lounge bagi PMI. Kalau perlu, pekerja migran dijemput langsung dari pesawat, dibantu barangnya, dan diarahkan menuju transportasi yang aman dan resmi,” tambahnya.
Sebagai wilayah yang juga memiliki banyak pekerja migran, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan NTT, Wawan Burhanuddin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas hadirnya fasilitas ini.
Menurutnya, lounge tersebut memiliki dampak besar terutama bagi calon maupun purna PMI yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.
“Bagi kami di NTT, kehadiran Lounge PMI Juanda sangat strategis karena banyak pekerja migran dari wilayah Timur Indonesia melalui bandara tersebut. Fasilitas ini memastikan para pekerja migran mendapatkan pendampingan, edukasi, dan layanan jaminan sosial secara lebih terstruktur. Ini merupakan langkah maju dalam memastikan hak-hak PMI terlindungi dengan baik,” ungkap Wawan.
Ia menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan NTT siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku penempatan, dan lembaga terkait lainnya untuk memastikan setiap PMI dari NTT memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial.
“Kami berharap fasilitas seperti ini juga dapat direplikasi di berbagai titik keberangkatan PMI lainnya. BPJS Ketenagakerjaan NTT berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh PMI asal NTT, baik sebelum berangkat maupun setelah kembali ke daerah,” jelas Wawan.

















