Politik

Menteri Rini: Perkuat Keamanan Siber sebagai Fondasi Transformasi Digital Nasional

×

Menteri Rini: Perkuat Keamanan Siber sebagai Fondasi Transformasi Digital Nasional

Sebarkan artikel ini

Peran Penting Keamanan Siber dalam Transformasi Digital Pemerintahan

Penguatan ketahanan siber bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga stabilitas nasional dan memastikan layanan publik digital tetap aman serta terpercaya. Di tengah era digital yang semakin berkembang, transformasi digital menjadi enabler utama yang mendorong perubahan dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Dengan data yang terintegrasi, sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, serta sistem yang inklusif dan aman, pemerintah dapat lebih efisien dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Dalam acara penganugerahan Adhibakti Sanapati 2025 di Depok, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan bahwa arah baru birokrasi harus berupa tata kelola yang kolaboratif, transparan, dan benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang pengelolaan yang baik dan komprehensif.

Strategi Transformasi Digital yang Komprehensif

Untuk mewujudkan transformasi digital yang komprehensif dan aktual, diperlukan strategi tata kelola yang kuat, manajemen program yang disiplin, pengendalian pelaksanaan yang konsisten, serta reformasi struktural yang berjalan serentak di seluruh instansi. Menurut Menteri Rini, keamanan siber merupakan fondasi yang memastikan seluruh struktur tetap kokoh. Tanpa keamanan yang kuat, integrasi data tidak dapat berjalan aman, layanan publik tidak bisa diandalkan, dan reformasi struktural menjadi rapuh.

Baca Juga :  Selama 2 Hari, Presiden Lakukan Kunker Ke Jawa Barat

Transformasi digital harus diarahkan pada kolaborasi lintas sektor, bukan lagi sistem yang terfragmentasi di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan ribuan pulau. Oleh karena itu, agenda transformasi digital nasional harus memastikan integrasi layanan, keseragaman standar, serta penguatan keamanan siber sebagai pilar utama. Hanya dengan demikian, pemerintahan digital dapat menjadi aman, efisien, dan benar-benar melayani seluruh rakyat Indonesia.

Empat Langkah Strategis untuk Memperkuat Ketahanan Digital

Menurut Menteri Rini, untuk memperkuat ketahanan digital pemerintah, keamanan siber harus menjadi agenda strategis yang dibangun secara menyeluruh dan berlapis. Ada empat langkah strategis yang perlu dilakukan, yaitu:

  • Standarisasi keamanan nasional di seluruh layanan digital pemerintah.
  • Integrasi dashboard keamanan nasional dan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT).
  • Penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah.
  • Pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.
Baca Juga :  Wow.. Dana Nasabah BRI Cabang Natuna Lenyap

Dengan empat langkah ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia.

Sinergi dan Kolaborasi dalam Transformasi Nasional

Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan bahwa sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, dan kerukunan adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional. Ia menegaskan bahwa BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.

“Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi,” ujarnya. Dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, BSSN dan Kementerian PANRB bekerja sama untuk mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan dan peta jalan penyelenggaraan transformasi digital, guna meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.