Edukatif

Minat Kursus Nonformal Bekasi Meroket, Lembaga Terus Berkembang

×

Minat Kursus Nonformal Bekasi Meroket, Lembaga Terus Berkembang

Sebarkan artikel ini

Pendidikan Non-Formal di Kota Bekasi: Tren Positif dan Peran Strategis

Partisipasi masyarakat Kota Bekasi dalam sektor pendidikan non-formal menunjukkan geliat yang signifikan. Data terkini mencatat keberadaan 78 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang aktif menyelenggarakan program kesetaraan Paket A, B, dan C. Angka ini belum termasuk tingginya minat warga yang terdaftar di berbagai lembaga kursus swasta, menandakan kesadaran akan pentingnya peningkatan kualitas diri di luar jalur pendidikan formal.

Tren positif ini disambut baik oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Pihak dinas secara aktif mendorong agar seluruh lembaga pendidikan non-formal, termasuk PKBM dan lembaga kursus swasta, mampu menjaga stabilitas operasional mereka. Selain itu, tertib dalam pengurusan perizinan juga menjadi sorotan utama. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk menyukseskan program wajib belajar 12 tahun, yang kini diperluas dengan penambahan satu tahun pendidikan prasekolah.

Nelwan Nelly Sampe, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Bekasi, menekankan peran krusial PKBM dalam mendukung kebijakan wajib belajar. “Keberadaan PKBM sangat strategis,” ujarnya. “Mereka mampu menjangkau masyarakat yang mungkin memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal, baik karena faktor geografis, ekonomi, maupun kendala lainnya.”

Tidak hanya PKBM, lembaga kursus swasta juga dinilai memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bekasi. Oleh karena itu, Nelwan menegaskan pentingnya keberlanjutan operasional lembaga-lembaga ini. “Stabilitas lembaga pendidikan non-formal menjadi faktor penting agar layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat berjalan berkelanjutan dan sesuai aturan,” jelasnya. Hal ini penting agar masyarakat dapat terus mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau.

Baca Juga :  Dosen Sejahtera, Kampus Berkualitas

Sekolah Bahasa Buka Cabang Ketiga di Bekasi, Tawarkan Metode Inovatif

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah daerah dan pusat, sebuah lembaga pendidikan non-formal baru saja meresmikan operasionalnya di Kota Bekasi. CEO Sekolah Bahasa, Audy Laksamana, secara resmi membuka cabang ketiga lembaga ini pada Sabtu (31/1/2026) di Jalan Pondok Hijau Permai Blok A1 Nomor 4-6, Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu.

Pembukaan cabang di Bekasi ini menjadikan Sekolah Bahasa telah hadir di tiga kota besar di Indonesia, setelah sebelumnya sukses beroperasi di Cirebon, Jawa Barat, dan Blora, Jawa Tengah. Audy Laksamana memiliki harapan besar agar kehadiran lembaga ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Bekasi, khususnya dari kalangan ekonomi menengah.

“Kami hadir dengan menawarkan biaya pendidikan yang relatif terjangkau, namun tetap mengedepankan kualitas pembelajaran,” ungkap Audy.

Untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk mencoba kualitas pembelajarannya, Sekolah Bahasa menggelar program uji coba gratis atau free trial. Program ini akan berlangsung mulai Senin depan (hingga Sabtu, 14 Februari 2026). “Kami menyediakan program free trial agar masyarakat bisa merasakan langsung metode pembelajaran kami sebelum memutuskan bergabung,” tambahnya.

Ragam Pilihan Bahasa dan Metode Pembelajaran Interaktif

Sekolah Bahasa menawarkan kursus untuk berbagai bahasa asing yang diminati. Mulai dari bahasa Inggris yang paling umum, hingga bahasa Mandarin, Korea, Jepang, dan Jerman. Pilihan ini mencerminkan kebutuhan global yang semakin meningkat akan penguasaan berbagai bahasa.

Yang menjadi daya tarik utama Sekolah Bahasa adalah penerapan metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Salah satu keunggulan utamanya adalah menghadirkan penutur asli atau native speaker secara berkala, yaitu setiap dua minggu sekali. Sesi ini dirancang khusus untuk melatih kemampuan percakapan siswa secara langsung, memberikan pengalaman otentik dalam menggunakan bahasa target.

Baca Juga :  Leo & Virgo 2 Februari 2026: Ramalan Cinta, Uang, Karier, Kesehatan

Selain sesi tatap muka dengan native speaker, proses pembelajaran juga didukung oleh platform digital. Peserta didik akan mendapatkan akses ke materi pembelajaran daring dan tugas harian yang disalurkan melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau Telegram. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan siswa terus terpapar dengan bahasa asing selama lima hari dalam sepekan, bahkan di luar jam kelas.

“Kami mengharapkan siswa kami tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka, tetapi juga menjadi lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing,” tutur Audy. “Kami memiliki tingkatan pembelajaran yang terstruktur, mulai dari level A1 hingga B2, memastikan setiap siswa dapat berkembang sesuai dengan kemampuan awalnya.”

Sekolah Bahasa membuka pintunya bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa batasan usia. Program pembelajaran tersedia untuk anak-anak mulai usia tujuh tahun hingga orang dewasa. Selain kelas reguler, lembaga ini juga menawarkan program persiapan ujian standar kemampuan bahasa Inggris, seperti TOEFL dan IELTS, yang sangat dibutuhkan oleh mereka yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau bekerja di perusahaan multinasional.

“Dengan dukungan pendidikan non-formal seperti PKBM dan lembaga kursus, kami percaya dapat membantu Pemerintah Daerah dalam mewujudkan program wajib belajar yang lebih optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kota Bekasi,” pungkas Audy Laksamana, optimis terhadap peran pendidikan non-formal dalam pembangunan daerah.