otomotif

Motor Listrik Pasca-Banjir: Langkah Wajib

×

Motor Listrik Pasca-Banjir: Langkah Wajib

Sebarkan artikel ini

Kelebihan dan Risiko Motor Listrik Terjang Banjir

Sepeda motor listrik kerap menjadi sorotan karena kemampuannya yang dianggap tangguh dalam menghadapi genangan air atau banjir. Berbeda dengan sepeda motor konvensional yang mesinnya sangat rentan terhadap air dan berisiko mogok jika terendam, motor listrik menawarkan solusi mobilitas saat kondisi jalan tergenang. Namun, di balik keunggulannya ini, terdapat potensi risiko yang perlu diwaspadai oleh para penggunanya.

Meskipun sering diandalkan untuk menerjang banjir, perlu dipahami bahwa motor listrik pada dasarnya tidak diciptakan khusus untuk kondisi tersebut. Penggunaan yang terlalu sering dalam menerjang banjir dapat menimbulkan dampak negatif, terutama pada komponen vitalnya. Salah satu risiko utamanya adalah kerusakan pada sensor di dalam dinamo. Jika sensor ini terendam air dan tidak segera ditangani dengan benar, kerusakan bisa terjadi dan memerlukan penggantian komponen yang tidak sedikit biayanya.

Abdul, pemilik Dolland Motor Electric, sebuah bengkel yang mengkhususkan diri pada motor listrik di Jakarta, memberikan penekanan penting mengenai perawatan pasca-terjang banjir. Menurutnya, agar motor listrik tetap awet dan terhindar dari kerusakan serius, sangat penting untuk memastikan seluruh komponennya benar-benar kering sebelum kembali digunakan.

Perawatan Motor Listrik Setelah Melibas Banjir

Para pemilik motor listrik, terutama dalam komunitas, seringkali memiliki cara tersendiri dalam menangani motor mereka setelah menerjang banjir. Salah satu metode yang umum dilakukan adalah dengan memasang standar tengah, lalu memutar tuas gas (menggeber motor) dengan harapan air yang masuk ke dalam dinamo dapat keluar.

Baca Juga :  AEB Gagal Total: 6 dari 9 Mobil Terjebak Skuter Listrik

Abdul menjelaskan bahwa secara logika, memutar dinamo memang dapat membantu mengeluarkan air dan mengeringkan permukaannya. “Biasanya di komunitas, motor itu dipasang standar tengah, terus digeber biar air di dinamo keluar. Cuma secara logika, tidak bisa seperti itu,” ujarnya. Meskipun ada sedikit efek pengeringan, metode ini belum tentu optimal dan bisa saja meninggalkan sisa kelembaban yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.

Metode yang lebih aman dan direkomendasikan adalah dengan menjemur motor. Pendekatan ini mirip dengan penanganan perangkat elektronik lainnya yang terkena air. Jika motor terendam banjir pada suatu hari, dan keesokan harinya cuaca cerah, maka tindakan terbaik adalah menjemur motor tersebut di bawah sinar matahari.

“Misal banjir hari ini, besok panas, jemur saja motornya. Jemur saja cukup, sampai kering dan jangan dipakai dulu,” saran Abdul. Menjemur motor secara menyeluruh akan membantu menguapkan sisa-sisa air yang mungkin terperangkap di dalam komponen, termasuk dinamo.

Prinsip dasarnya sama dengan barang elektronik pada umumnya: jangan pernah menyalakan atau menggunakannya sebelum dipastikan benar-benar kering. Jika pun masih ada sedikit sisa air yang tertinggal, penggunaan motor dalam jarak dekat biasanya sudah cukup untuk membuatnya mengering sempurna seiring dengan pergerakan komponen. Namun, untuk meminimalkan risiko, penjemuran adalah langkah pencegahan yang paling efektif.

Dampak Jangka Panjang dan Rekomendasi

Mengabaikan proses pengeringan setelah motor listrik melewati banjir dapat menimbulkan dampak jangka panjang. Kelembaban yang terus-menerus berada di dalam komponen kelistrikan, terutama pada dinamo dan sensor-sensornya, dapat memicu korosi. Korosi ini perlahan tapi pasti akan merusak koneksi listrik, mengganggu kinerja sensor, dan pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan fungsi yang lebih parah.

Baca Juga :  Yamaha Rilis Warna Baru NMAX Turbo dan NMAX NEO, Tampil Lebih Mewah

Oleh karena itu, kesadaran akan perawatan pasca-banjir sangatlah krusial bagi pemilik motor listrik. Daripada mengambil risiko kerusakan yang mahal, lebih baik meluangkan waktu ekstra untuk memastikan motor dalam kondisi prima.

Beberapa rekomendasi tambahan untuk pengguna motor listrik yang tinggal di daerah rawan banjir antara lain:

  • Periksa Kondisi Karet Pelindung: Pastikan semua karet pelindung dan segel pada bagian motor dalam kondisi baik dan tidak getas. Ini akan membantu mencegah air masuk ke area vital.
  • Hindari Terjang Banjir Jika Memungkinkan: Jika ada alternatif rute yang tidak tergenang, sebaiknya gunakan rute tersebut. Menerjang banjir sebaiknya menjadi pilihan terakhir.
  • Segera Lakukan Pemeriksaan Rutin: Jika motor terpaksa menerjang banjir, segera lakukan pemeriksaan visual di bengkel terpercaya untuk mendeteksi dini potensi masalah.
  • Pahami Batas Kemampuan Motor: Setiap model motor listrik memiliki spesifikasi dan batas ketahanan air yang berbeda. Ketahui batas kemampuan motor Anda dan jangan memaksakannya.

Dengan memahami kelebihan dan risiko motor listrik saat menerjang banjir, serta menerapkan praktik perawatan yang tepat, pengguna dapat memaksimalkan usia pakai kendaraan dan menghindari biaya perbaikan yang tidak terduga.