Alreinamedia.com-Natuna, Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono ke Natuna, Selasa (26/8/25) justru memunculkan desakan keras dari nelayan dan organisasi nelayan. Mereka meminta pemerintah segera bertindak tegas membuka kembali ekspor ikan hidup ke Hong Kong dan China yang sudah berbulan-bulan tersendat.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Riau, Eko saat dikonfirmasi selasa (26/8/25) menilai pemerintah daerah maupun pusat tidak boleh lagi berdiam diri.
Ia menegaskan Bupati Natuna harus aktif mendorong pemerintah pusat untuk mengutus delegasi resmi guna melakukan diplomasi langsung dengan Pemerintah China.
“Harus ada langkah konkret, bukan sekadar wacana. Kami mendesak pemerintah mengirim delegasi resmi untuk bicara dengan otoritas China. Kalau tidak, hasil budidaya ikan masyarakat Indonesia tidak akan bisa masuk ke pasar Hong Kong maupun China,” tegas Eko.
Menurutnya, terlalu lama terhentinya ekspor sudah memukul nelayan dan pelaku usaha perikanan di Natuna. Jika pemerintah tak segera bertindak, ekonomi masyarakat pesisir dikhawatirkan semakin terpuruk.
Kekecewaan serupa juga datang dari para nelayan. Ismail, nelayan Kota Apung Sedanau, menyebut kunjungan menteri tidak akan berarti jika hanya sebatas seremonial tanpa solusi nyata.
“Jangan hanya datang saja, Pak Menteri. Kami di perbatasan ini butuh kepastian, bukan janji. Ekonomi sedang lesu, dan hanya dari ekspor ikan hidup inilah kami bisa bertahan,” ujarnya.
Dalam agendanya, Menteri KKP dijadwalkan meninjau Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), Kunjungan Ke Pulau Tiga, Pasar Batu Kapal, serta pembangunan pasar hibah Jepang. Namun, nelayan menegaskan kunjungan kerja itu akan sia-sia jika masalah utama, yakni mandeknya ekspor ikan hidup, tidak segera diselesaikan.
Hingga berita ini diterbitkan awak media ini masih berupayan menghubungi Humas KKP meminta tanggapan atas persoalan yang terjadi di Natuna (Arizki)

















