Kekecewaan Nurul Akmal: Aspirasi Atlet Berprestasi dan Harapan Jaminan Masa Depan
Atlet angkat besi kebanggaan Indonesia, Nurul Akmal, baru-baru ini mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam terkait status kepegawaiannya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Keputusan ini, menurut Nurul, terasa tidak adil dan menimbulkan kekhawatiran serius mengenai jaminan masa tuanya, meskipun ia telah mendedikasikan hidupnya untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Ungkapan hati Nurul Akmal disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @nurulakmal_12, pada Kamis (29/1/2026). Dalam unggahan tersebut, ia membagikan foto dirinya mengenakan seragam Korpri khas Aparatur Sipil Negara (ASN), yang sejatinya merupakan simbol kebanggaan bagi banyak pegawai. Namun, di balik foto tersebut, terselip rasa syukur atas kesempatan yang diberikan, sekaligus kekecewaan yang mendalam terhadap pemerintah.
“Kayak enggak adil saja sih, kek enggak bisa terima gitu,” ujar Nurul Akmal dengan nada lirih. “Cuma mau gimana lagi, takutnya nanti enggak dapat apa-apa kalau banyak kali protes dan menuntut.” Ia menambahkan, “Banyak yang enggak terima sama PPPK paruh waktu, apalagi diri saya sendiri. Entah lah, mau pasrah tapi saya juga mikir masa tua saya bagaimana nanti begitu.” Keluhan ini datang dari wanita yang berasal dari Desa Serba Jaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, sebuah daerah yang telah ia wakili dengan gagah berani di berbagai kompetisi dunia.
Harapan Keluarga untuk Apresiasi yang Layak
Kekecewaan Nurul Akmal tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarganya. Ayahnya, Hasballah, secara terbuka meminta perhatian dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memberikan apresiasi yang lebih layak bagi putrinya.
“Semoga Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini,” pinta Hasballah dengan penuh harap. “Ada anak bangsa yang dilupakan walau sudah memberikan seluruh jiwa raganya untuk negara ini.” Pernyataan ini disampaikan Hasballah pada Sabtu (30/1/2026), menyoroti perjuangan putrinya yang tak kenal lelah demi Merah Putih.
Hasballah mengungkapkan bahwa ia telah berupaya semaksimal mungkin agar putrinya mendapatkan jaminan masa depan yang layak sebagai aparatur sipil negara. Harapan besar sempat disematkan kepada Presiden Joko Widodo sejak Olimpiade 2021, namun harapan tersebut sirna seiring berakhirnya masa jabatan beliau.
“Harapan terakhir saya ada di tangan Presiden Prabowo,” terang Hasballah. “Semoga bisa diberi solusi terbaik untuk Nurul. Menjamin masa depan dan hari tuanya.” Bagi keluarga, situasi ini terasa semakin pahit mengingat dedikasi Nurul yang tak terhitung jumlahnya dalam menyumbangkan medali bagi Indonesia.
Profil Prestasi Nurul Akmal: Kebanggaan Bangsa yang Terlupakan?
Nurul Akmal adalah seorang atlet yang telah mencatatkan sejarah bagi Indonesia. Ia adalah lifter putri kelas berat pertama Indonesia yang berhasil tampil di ajang Olimpiade, sebuah pencapaian luar biasa mengingat Indonesia umumnya hanya mampu meloloskan atlet di kelas-kelas ringan. Selain itu, Nurul juga merupakan atlet asal Aceh pertama yang berlaga di Olimpiade setelah penantian selama 33 tahun.
Dedikasi dan prestasi Nurul Akmal di kancah internasional maupun nasional sangatlah gemilang. Berikut adalah rangkuman daftar prestasinya yang luar biasa:
Prestasi Internasional
- Kejuaraan Egat di Thailand (2016) – Medali Perunggu
- Islamic Solidarity Game di Azerbaijan (2017) – Medali Perak
- Universiade di Taipei (2017) – Peringkat kelima
- Asian Games Jakarta Palembang (2018) – Peringkat empat
- Kejuaraan Dunia IWF di Turkmenistan (2019) – Peringkat 7
- Kejuaraan Asia di Chiamai, Thailand (2019) – Medali Perak
- Kejuaraan Granprix ke-1 di China (2019) – Peringkat kelima
- Kejuaraan Granprix ke-2 di Qatar (2019) – Medali Perak
- Kejuaraan Dunia IWF di Thailand (2019) (prakualifikasi Olimpiade) – Peringkat 8
- Olimpiade Tokyo (2020) – Peringkat 5
- Kejuaraan Asia di Uzbekistan (2021) – Peringkat 6
- SEA Games Hanoi (2022) – Medali Perak
- Islamic Solidarity Game di Turki (2022) – Medali Perunggu
- Kejuaraan Asia di Bahrain (2022) – Medali Perak
- SEA Games Kamboja (2023) – Medali Perak
- Asian Games Hangzhou (2023) – Peringkat keempat
- Kejuaraan Asia di Tashkent (2025) – Medali Perunggu
- Olimpiade Paris (2024) – Peringkat kedelapan
- Kejuaraan Asia di Bahrain (2024) – Peringkat kelima
Prestasi Nasional
- Kejurnas di Yogyakarta (2011) – Medali Perunggu
- Popnas di Riau (2011) – Medali Perunggu
- PON Riau (2012) – Peringkat keempat
- Kejurnas di Bekasi (2013) – Medali Perak
- Kejurnas di Bandung (2015) – Medali Emas
- PON Jawa Barat (2016) – Medali Emas
- Kejurnas di Pekanbaru (2017) – Medali Emas
- Kejurnas di Bandung (2019) – Medali Emas
- PON Papua (2020) – Medali Emas
- PON Aceh-Sumut (2024) – Medali Emas
Bakat yang Ditemukan dari Kehidupan Sederhana
Bakat luar biasa Nurul Akmal mulai tercium saat ia masih duduk di bangku kelas satu SMA pada tahun 2010. Pelatih angkat besi Aceh, Efendi Eria, menemukan potensi terpendam Nurul ketika melihatnya sedang membantu mengangkat padi di kampung halamannya, Desa Serbajaman Tunong. Ketekunan dan semangat juangnya dalam berlatih kemudian membawanya ke puncak karier sebagai salah satu atlet terbaik bangsa.
Kisah Nurul Akmal ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya memberikan apresiasi yang layak kepada para atlet yang telah berjuang keras mengharumkan nama negara. Di tengah kebanggaan atas pencapaian mereka, isu kesejahteraan dan jaminan masa depan para pahlawan olahraga ini tidak boleh terabaikan, agar semangat mereka untuk terus berkontribusi bagi bangsa tetap terjaga.

















